KERINCI,JS- Pemerintah Kabupaten Kerinci mencatat progres pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2026 berjalan sangat positif. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 270 desa telah berhasil mencairkan Dana Desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program ketahanan pangan desa.
Capaian tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa roda pembangunan desa di Kabupaten Kerinci mulai bergerak lebih cepat pada tahun ini. Dana Desa yang mulai masuk ke rekening desa dipastikan akan memperkuat berbagai program prioritas pemerintah desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kerinci, Kemdepit, mengatakan mayoritas desa sudah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi pencairan Dana Desa tahap pertama.
“Sebagian besar desa sudah melakukan pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2026,” ujar Kemdepit, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pencairan Dana Desa menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional dan global saat ini.
Dana Desa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa
Pencairan Dana Desa bukan hanya sekadar proses administrasi keuangan pemerintah. Lebih dari itu, Dana Desa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Pemerintah desa biasanya memanfaatkan Dana Desa untuk membangun jalan lingkungan, drainase, irigasi pertanian, bantuan UMKM, program ketahanan pangan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan cairnya Dana Desa tahap pertama, aktivitas pembangunan di desa-desa Kabupaten Kerinci diprediksi meningkat signifikan. Kondisi itu juga berpotensi membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat setempat melalui program padat karya tunai desa.
Selain mempercepat pembangunan fisik, Dana Desa turut mendorong perputaran uang di desa sehingga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Karena itu, pencairan Dana Desa selalu menjadi perhatian utama pemerintah desa maupun masyarakat setiap awal tahun anggaran.
Masih Ada 15 Desa Terkendala Administrasi
Meski progres pencairan Dana Desa di Kabupaten Kerinci terbilang tinggi, DPMD masih menemukan sejumlah desa yang belum dapat melakukan pencairan.
Kemdepit menyebutkan sekitar lima persen desa atau sebanyak 15 desa masih menghadapi kendala administrasi. Beberapa desa masih menjalani proses pemeriksaan dokumen, sementara sebagian lainnya belum menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).
“Kendalanya rata-rata masih administrasi. Ada yang berkasnya masih diperiksa dan ada desa yang belum menetapkan RAPBDes,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kerinci pun terus mendorong pemerintah desa agar segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.
Pemkab Kerinci Minta Desa Bergerak Cepat
Pemerintah Kabupaten Kerinci mengingatkan seluruh pemerintah desa untuk bergerak cepat menyelesaikan administrasi pencairan Dana Desa.
Selain menjaga kelancaran pembangunan, percepatan pencairan Dana Desa juga penting untuk menghindari keterlambatan realisasi program yang telah direncanakan dalam APBDes 2026.
Jika pencairan terlambat, berbagai program strategis desa berpotensi ikut tertunda. Mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karena itu, DPMD Kerinci terus melakukan pendampingan kepada desa-desa yang belum mencairkan Dana Desa agar seluruh proses administrasi dapat selesai dalam waktu dekat.
Pemerintah berharap seluruh desa segera menuntaskan proses pencairan sehingga pembangunan desa dapat berlangsung merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci.
Dana Desa 2026 Fokus Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi
Pada tahun 2026, penggunaan Dana Desa tetap mengarah pada program prioritas nasional. Pemerintah pusat meminta desa memfokuskan anggaran pada sektor ketahanan pangan, penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.
Di Kabupaten Kerinci, sejumlah desa mulai mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah desa juga mulai mengembangkan program pemberdayaan UMKM desa, pelatihan masyarakat produktif, serta peningkatan kualitas layanan publik di tingkat desa.
Infrastruktur Desa Diprediksi Meningkat
Sejumlah desa mulai mempersiapkan pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi jembatan kecil, normalisasi saluran irigasi, hingga pembangunan fasilitas umum lainnya.
Jalan desa yang baik misalnya, akan mempermudah distribusi hasil pertanian masyarakat menuju pasar. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga dapat meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan warga desa.
Karena itu, masyarakat berharap pencairan Dana Desa tahap pertama segera tuntas di seluruh desa agar pembangunan bisa berlangsung optimal sepanjang tahun 2026.
Dana Desa Dorong Pemerataan Pembangunan di Kerinci
Dana Desa selama ini terbukti menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Melalui Dana Desa, pemerintah desa memiliki ruang lebih luas untuk menentukan program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Di Kabupaten Kerinci sendiri, Dana Desa menjadi salah satu sumber anggaran utama untuk mendukung pembangunan berbasis desa.
Pemerintah daerah optimistis pencairan Dana Desa tahap pertama yang hampir rampung akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.(AN)









