Dana Desa Tahap Pertama 2026 di Kerinci Hampir Tuntas, Tinggal 15 Desa Belum Cair

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Pemerintah Kabupaten Kerinci mencatat progres pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2026 berjalan sangat positif. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 270 desa telah berhasil mencairkan Dana Desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program ketahanan pangan desa.

Capaian tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa roda pembangunan desa di Kabupaten Kerinci mulai bergerak lebih cepat pada tahun ini. Dana Desa yang mulai masuk ke rekening desa dipastikan akan memperkuat berbagai program prioritas pemerintah desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kerinci, Kemdepit, mengatakan mayoritas desa sudah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi pencairan Dana Desa tahap pertama.

“Sebagian besar desa sudah melakukan pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2026,” ujar Kemdepit, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pencairan Dana Desa menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional dan global saat ini.

Dana Desa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa

Pencairan Dana Desa bukan hanya sekadar proses administrasi keuangan pemerintah. Lebih dari itu, Dana Desa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Pemerintah desa biasanya memanfaatkan Dana Desa untuk membangun jalan lingkungan, drainase, irigasi pertanian, bantuan UMKM, program ketahanan pangan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi masyarakat kurang mampu.

Dengan cairnya Dana Desa tahap pertama, aktivitas pembangunan di desa-desa Kabupaten Kerinci diprediksi meningkat signifikan. Kondisi itu juga berpotensi membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat setempat melalui program padat karya tunai desa.

Selain mempercepat pembangunan fisik, Dana Desa turut mendorong perputaran uang di desa sehingga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat

Karena itu, pencairan Dana Desa selalu menjadi perhatian utama pemerintah desa maupun masyarakat setiap awal tahun anggaran.

Masih Ada 15 Desa Terkendala Administrasi

Meski progres pencairan Dana Desa di Kabupaten Kerinci terbilang tinggi, DPMD masih menemukan sejumlah desa yang belum dapat melakukan pencairan.

Kemdepit menyebutkan sekitar lima persen desa atau sebanyak 15 desa masih menghadapi kendala administrasi. Beberapa desa masih menjalani proses pemeriksaan dokumen, sementara sebagian lainnya belum menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

“Kendalanya rata-rata masih administrasi. Ada yang berkasnya masih diperiksa dan ada desa yang belum menetapkan RAPBDes,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kerinci pun terus mendorong pemerintah desa agar segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Pemkab Kerinci Minta Desa Bergerak Cepat

Pemerintah Kabupaten Kerinci mengingatkan seluruh pemerintah desa untuk bergerak cepat menyelesaikan administrasi pencairan Dana Desa.

Selain menjaga kelancaran pembangunan, percepatan pencairan Dana Desa juga penting untuk menghindari keterlambatan realisasi program yang telah direncanakan dalam APBDes 2026.

Jika pencairan terlambat, berbagai program strategis desa berpotensi ikut tertunda. Mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, DPMD Kerinci terus melakukan pendampingan kepada desa-desa yang belum mencairkan Dana Desa agar seluruh proses administrasi dapat selesai dalam waktu dekat.

Baca Juga :  ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual

Pemerintah berharap seluruh desa segera menuntaskan proses pencairan sehingga pembangunan desa dapat berlangsung merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci.

Dana Desa 2026 Fokus Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi

Pada tahun 2026, penggunaan Dana Desa tetap mengarah pada program prioritas nasional. Pemerintah pusat meminta desa memfokuskan anggaran pada sektor ketahanan pangan, penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.

Di Kabupaten Kerinci, sejumlah desa mulai mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Selain itu, pemerintah desa juga mulai mengembangkan program pemberdayaan UMKM desa, pelatihan masyarakat produktif, serta peningkatan kualitas layanan publik di tingkat desa.

Infrastruktur Desa Diprediksi Meningkat

Sejumlah desa mulai mempersiapkan pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi jembatan kecil, normalisasi saluran irigasi, hingga pembangunan fasilitas umum lainnya.

Jalan desa yang baik misalnya, akan mempermudah distribusi hasil pertanian masyarakat menuju pasar. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga dapat meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan warga desa.

Karena itu, masyarakat berharap pencairan Dana Desa tahap pertama segera tuntas di seluruh desa agar pembangunan bisa berlangsung optimal sepanjang tahun 2026.

Dana Desa Dorong Pemerataan Pembangunan di Kerinci

Dana Desa selama ini terbukti menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Melalui Dana Desa, pemerintah desa memiliki ruang lebih luas untuk menentukan program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Di Kabupaten Kerinci sendiri, Dana Desa menjadi salah satu sumber anggaran utama untuk mendukung pembangunan berbasis desa.

Pemerintah daerah optimistis pencairan Dana Desa tahap pertama yang hampir rampung akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.(AN)

Berita Terkait

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Sri Kartini Alfin Bekali 20 Finalis Bujang Gadis Sungai Penuh 2026, Kenalkan Program 3S dan Peran Generasi Muda
PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diminta Segera Ajukan Perpanjangan Kontrak, Berikut Format Dokumen yang Harus Disiapkan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:11 WIB

BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan

Berita Terbaru

Nasional

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:30 WIB