BUNGO,JS- Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kali ini, luapan Sungai Batang Mampun merendam ratusan rumah warga di Desa Bedaro, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Curah hujan tinggi yang terus mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit air sungai secara drastis. Air kemudian meluap hingga memasuki permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data sementara di lapangan, sekitar 200 rumah warga terdampak banjir. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 70 hingga 100 sentimeter dari bibir sungai. Kondisi tersebut membuat warga harus bergerak cepat menyelamatkan barang-barang penting dari dalam rumah.
Peristiwa banjir Bungo hari ini langsung menjadi perhatian masyarakat karena genangan air muncul cukup cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.
Hujan Deras Picu Debit Sungai Naik Drastis
Warga Desa Bedaro menyebut hujan turun hampir tanpa jeda selama beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit Sungai Batang Mampun meningkat tajam hingga akhirnya meluap ke permukiman.
Air mulai masuk ke rumah warga sejak pagi hari. Dalam waktu singkat, genangan terus bertambah tinggi dan menutup akses jalan lingkungan.
Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga yang berada di lokasi lebih aman. Sementara itu, warga lainnya bertahan sambil menjaga barang-barang berharga agar tidak rusak akibat terendam air.
Selain merendam rumah, banjir juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Beberapa warga tidak dapat bekerja karena akses transportasi terganggu dan kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk beraktivitas normal.
Situasi tersebut membuat masyarakat berharap debit air segera turun agar kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan seperti biasa.
TNI Turun Langsung Bantu Evakuasi Warga
Di tengah kondisi banjir yang semakin meluas, aparat TNI dari Koramil 416-01/Rantau Pandan bergerak cepat membantu warga.
Babinsa Desa Bedaro, Koptu Hijrah Saputra, terlihat turun langsung ke lokasi banjir bersama masyarakat. Ia membantu proses evakuasi barang-barang rumah tangga sekaligus memastikan kondisi warga tetap aman.
Kehadiran aparat TNI mendapat apresiasi dari masyarakat karena membantu mempercepat proses penyelamatan barang-barang penting milik warga.
Beberapa warga mengaku kesulitan memindahkan perabot rumah tangga karena arus air terus meningkat. Namun, bantuan dari aparat membuat proses evakuasi berjalan lebih cepat dan terorganisir.
Selain membantu warga lanjut usia dan anak-anak, aparat juga membantu memindahkan kendaraan serta barang elektronik agar tidak rusak akibat terendam banjir.
Langkah cepat tersebut menunjukkan kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di tengah masyarakat.
Warga Panik Saat Air Mulai Masuk ke Permukiman
Sejumlah warga mengaku sempat panik ketika air sungai mulai meluap ke permukiman. Kondisi banjir yang datang cukup cepat membuat sebagian masyarakat belum sempat menyelamatkan seluruh barang milik mereka.
Beberapa rumah bahkan langsung tergenang hingga bagian ruang tamu dan dapur. Warga kemudian berupaya menyusun barang-barang ke tempat lebih tinggi untuk mengurangi kerugian.
“Saat air mulai naik, kami langsung angkat barang-barang penting. Tidak lama kemudian air sudah masuk cukup tinggi,” ujar salah seorang warga setempat.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat segera menyalurkan bantuan logistik apabila banjir berlangsung lebih lama.
Selain kebutuhan makanan, warga membutuhkan perlengkapan tidur, air bersih, dan obat-obatan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat banjir.
Dandim Tegaskan TNI Harus Sigap Bantu Masyarakat
Komandan Kodim 0416/Bute, Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, menegaskan bahwa aparat TNI harus selalu hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama saat terjadi bencana alam.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kondisi warga di wilayah binaan.
Ia juga meminta seluruh aparat kewilayahan tetap siaga dan responsif menghadapi perkembangan situasi banjir di Kabupaten Bungo.
“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk terus memantau kondisi masyarakat dan membantu proses penanganan banjir di lapangan,” ujarnya.
Selain fokus pada proses evakuasi, aparat juga terus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Risiko Banjir Susulan Masih Mengintai
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Kabupaten Bungo masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena debit air sungai dapat kembali naik sewaktu-waktu.
Aparat bersama pemerintah desa terus memantau perkembangan kondisi Sungai Batang Mampun untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diminta segera mengungsi apabila air kembali meningkat secara signifikan.
Selain ancaman genangan, masyarakat perlu mewaspadai risiko lain seperti arus deras, longsor kecil di sekitar aliran sungai, hingga gangguan kesehatan akibat lingkungan yang lembap dan kotor.
Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Masyarakat
Banjir yang melanda Desa Bedaro tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Sejumlah akses jalan desa sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat tingginya genangan air. Anak-anak sekolah juga mengalami kesulitan beraktivitas karena kondisi lingkungan belum aman.
Sebagian warga memilih menghentikan sementara aktivitas perdagangan dan pekerjaan harian hingga kondisi banjir membaik.
Selain itu, beberapa lahan pertanian warga ikut terdampak genangan air. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi apabila banjir berlangsung dalam waktu lama.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan lanjutan agar dampak banjir tidak semakin besar.
Pemerintah dan Aparat Terus Pantau Situasi
Saat ini, aparat TNI bersama pemerintah setempat masih melakukan pemantauan intensif di lokasi banjir.
Petugas terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan bantuan dapat segera disalurkan apabila diperlukan.
Warga juga diminta tetap mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di area dekat aliran sungai.
Banjir Bungo 2026 menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat aparat menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak bencana.
Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, masyarakat Desa Bedaro kini berharap debit Sungai Batang Mampun segera menurun agar aktivitas dapat kembali normal dan warga dapat membersihkan rumah masing-masing dari sisa lumpur banjir.(*)









