Gas LPG 3 Kg Langka di Bungo! DPRD Desak Perbaikan Distribusi, Harga Melonjak dan Warga Menjerit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO,JS- Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali menghantui masyarakat Kabupaten Bungo. Dalam beberapa hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kondisi ini langsung memicu lonjakan harga di tingkat pengecer dan memperburuk beban ekonomi masyarakat kecil.

Melihat situasi yang semakin meresahkan, DPRD Kabupaten Bungo langsung bergerak cepat. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbaiki sistem distribusi gas LPG 3 kg yang dinilai tidak berjalan optimal.

Distribusi Tidak Stabil, Warga Jadi Korban

Masalah ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD dan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) yang digelar pada Senin, 6 April 2026.

Dalam forum tersebut, anggota DPRD menyoroti ketidakstabilan pasokan LPG di tingkat pangkalan. Mereka menilai distribusi yang tidak merata membuat stok cepat habis di beberapa wilayah, sementara daerah lain justru relatif aman.

Akibatnya, masyarakat harus berburu gas ke berbagai tempat. Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli dengan harga jauh di atas ketentuan resmi.

“Distribusi harus dibenahi sekarang juga. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan karena stok yang tidak stabil,” tegas salah satu anggota DPRD dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  Musrenbang 2027 Bungo Bongkar Fokus Baru: Infrastruktur dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi

Harga Melonjak, Beban Ekonomi Makin Berat

Kelangkaan LPG 3 kg tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga langsung berdampak pada harga di lapangan. Para pengecer menaikkan harga karena pasokan terbatas.

Dalam kondisi normal, harga gas melon relatif terjangkau karena mendapat subsidi dari pemerintah. Namun, saat pasokan tersendat, harga bisa melonjak drastis dan tidak terkendali.

Situasi ini tentu sangat memberatkan masyarakat kecil, terutama pelaku usaha mikro seperti pedagang gorengan, warung makan, dan usaha rumahan yang sangat bergantung pada LPG 3 kg.

Selain itu, daya beli masyarakat ikut tergerus karena pengeluaran harian meningkat.

Dugaan Penimbunan dan Penyaluran Tidak Tepat Sasaran

Tidak hanya soal distribusi, DPRD juga menyoroti dugaan praktik penyimpangan di tingkat pangkalan. Beberapa pangkalan diduga melakukan penimbunan atau menjual LPG ke pihak yang tidak berhak.

Bahkan, muncul indikasi penyaluran keluar wilayah sasaran demi mendapatkan keuntungan lebih besar.

DPRD menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak boleh terjadi karena merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

DPRD Minta Penindakan Tegas dan Pengawasan Ketat

Sebagai langkah konkret, DPRD meminta pemerintah daerah melalui Diskop UKM Perindag untuk mengambil tindakan tegas terhadap pangkalan yang melanggar aturan.

Tidak hanya itu, DPRD juga mendorong peningkatan pengawasan melalui inspeksi rutin ke agen dan pangkalan LPG.

Baca Juga :  Program PINTAR Masuk Bungo, Ini Target Besar Pemkab

Langkah ini bertujuan untuk memastikan:

  • Distribusi berjalan sesuai aturan
  • Tidak ada penimbunan
  • Harga tetap sesuai ketentuan
  • LPG tepat sasaran

Dengan pengawasan yang ketat, potensi kecurangan dapat ditekan secara signifikan.

Perlu Koordinasi dengan Pertamina

DPRD juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak penyedia energi, khususnya Pertamina.

Kerja sama ini dinilai krusial untuk:

  • Menjaga stabilitas pasokan
  • Memperbaiki sistem distribusi
  • Menghindari kelangkaan berulang

Solusi Jangka Panjang: Sistem Distribusi Harus Transparan

Masalah kelangkaan LPG 3 kg bukan pertama kali terjadi. Karena itu, DPRD menilai pemerintah daerah perlu membangun sistem distribusi yang lebih transparan dan terkontrol.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Digitalisasi distribusi LPG
  • Pendataan penerima subsidi secara akurat
  • Pembatasan pembelian berbasis identitas
  • Monitoring stok secara real-time

Harapan Besar: Kelangkaan Tidak Terulang

RDP ini menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Bungo.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya bergerak saat krisis terjadi, tetapi juga membangun sistem yang kuat agar masalah serupa tidak kembali terulang.

Jika distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, maka:

  • Harga tetap stabil
  • Kebutuhan masyarakat terpenuhi
  • Subsidi benar-benar dirasakan rakyat kecil

Kesimpulan

Kelangkaan LPG 3 kg di Bungo membuka kembali persoalan klasik distribusi energi subsidi di Indonesia. DPRD sudah memberikan sinyal kuat agar pemerintah daerah segera bertindak.

Tanpa perbaikan sistem distribusi dan pengawasan ketat, kelangkaan akan terus berulang dan masyarakat kecil akan selalu menjadi korban.(*)

Berita Terkait

Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain
DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan
Bupati Batang Hari Evaluasi Pendapatan Daerah 2026, Fadhil Arief Siapkan Strategi Baru Tingkatkan PAD
Resmi Jadi PNS, 24 ASN Baru IAIN Kerinci Ikuti Pelantikan Nasional Kemenag
Pemprov Jambi Rem Rekrutmen CPNS 2026, Ribuan Tenaga Honorer Masih Menunggu Kepastian
Sempat Viral dan Tuai Sorotan, Gaji PPPK Nakes RSUD Abundjani Bangko Dipastikan Segera Cair
Harga Sawit Jambi Naik Hari Ini! TBS Tembus Rp3.818/Kg, Petani Berpotensi Raup Untung Lebih Besar
Wali Kota Sungai Penuh Jemput Dukungan Baznas Pusat, Program Rumah Gratis hingga Modal UMKM Jadi Prioritas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:04 WIB

Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:02 WIB

DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:07 WIB

Bupati Batang Hari Evaluasi Pendapatan Daerah 2026, Fadhil Arief Siapkan Strategi Baru Tingkatkan PAD

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB

Resmi Jadi PNS, 24 ASN Baru IAIN Kerinci Ikuti Pelantikan Nasional Kemenag

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Jambi Rem Rekrutmen CPNS 2026, Ribuan Tenaga Honorer Masih Menunggu Kepastian

Berita Terbaru