SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mempercepat langkah strategis untuk merealisasikan renovasi besar Pasar Tanjung Bajure. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah kini fokus membangun koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar proyek revitalisasi pasar tradisional tersebut segera mendapat dukungan anggaran.
Rencana pembangunan Pasar Tanjung Bajure menjadi perhatian serius karena kondisi pasar saat ini sudah tidak lagi mampu menampung jumlah pedagang yang terus meningkat setiap tahun. Akibatnya, aktivitas jual beli mulai terasa kurang nyaman baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menilai renovasi pasar tradisional menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing sektor perdagangan rakyat di tengah pertumbuhan pusat perbelanjaan modern.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, menegaskan pihaknya segera membawa desain pembangunan Pasar Tanjung Bajure ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami dalam waktu dekat akan menyampaikan desain perencanaan pembangunan Pasar Tanjung Bajure ke Kementerian PUPR,” ujar Jumadil, Jumat 14 Mei 2026.
Kapasitas Pasar Sudah Tidak Memadai
Pasar Tanjung Bajure selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Sungai Penuh dan wilayah sekitarnya. Namun, meningkatnya jumlah pedagang membuat kapasitas pasar semakin terbatas.
Banyak pedagang terpaksa memanfaatkan area yang kurang representatif untuk berjualan. Kondisi tersebut memicu kepadatan di beberapa titik pasar, terutama saat akhir pekan dan hari besar keagamaan.
Selain mengganggu kenyamanan pengunjung, keterbatasan fasilitas juga berpotensi menurunkan produktivitas pedagang. Pemerintah daerah akhirnya memprioritaskan pengembangan pasar agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertata dan modern.
Renovasi pasar tradisional kini menjadi salah satu program prioritas di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah pusat juga terus mendorong revitalisasi pasar rakyat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat UMKM lokal.
Anggaran Renovasi Pasar Tanjung Bajure Capai Rp45 Miliar
Pemkot Sungai Penuh memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Tanjung Bajure mencapai Rp45 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan fasilitas utama pasar, penataan area dagang, perbaikan akses pengunjung, hingga peningkatan sistem drainase dan sanitasi.
Pemerintah menargetkan proyek renovasi mulai berjalan pada tahun 2027 apabila seluruh proses administrasi dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat berjalan lancar.
Nilai investasi yang cukup besar menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun pusat perdagangan yang lebih modern dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, revitalisasi pasar juga berpotensi menarik minat investor lokal untuk mengembangkan sektor usaha di sekitar kawasan perdagangan tersebut.
Pemkot Sungai Penuh Ingin Ciptakan Pasar Modern dan Nyaman
Pemerintah Kota Sungai Penuh tidak hanya fokus memperbesar kapasitas pasar. Pemkot juga ingin menghadirkan konsep pasar yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Desain pembangunan nantinya akan menyesuaikan kebutuhan pedagang serta pola aktivitas pengunjung. Pemerintah berencana menghadirkan area dagang yang lebih rapi agar mobilitas pembeli menjadi lebih mudah.
Selain itu, pengelolaan parkir dan jalur distribusi barang juga akan mendapat perhatian khusus. Langkah tersebut penting untuk mengurangi kemacetan di sekitar area pasar.
Pasar tradisional yang nyaman terbukti mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Kondisi itu sekaligus membantu pedagang meningkatkan omzet penjualan secara signifikan.
Renovasi Pasar Diyakini Dongkrak Ekonomi Lokal
Pembangunan Pasar Tanjung Bajure tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan. Pemerintah juga meyakini proyek tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.
Aktivitas pembangunan diperkirakan membuka banyak lapangan pekerjaan baru, mulai dari sektor konstruksi hingga jasa pendukung lainnya.
Setelah pasar selesai direnovasi, peluang usaha bagi masyarakat juga diprediksi semakin terbuka. Pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga distributor lokal berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan peluang usaha semakin terbuka,” kata Jumadil.
Keberadaan pasar yang modern dan tertata juga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional dibanding pusat perbelanjaan modern.
Pasar Tradisional Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Di tengah perkembangan era digital dan menjamurnya minimarket modern, pasar tradisional tetap memegang peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat bawah.
Pasar rakyat menjadi tempat utama bagi pelaku usaha kecil untuk mencari penghasilan setiap hari. Karena itu, revitalisasi pasar tradisional menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pemerintah pusat sendiri terus mendorong pengembangan pasar tradisional agar mampu bersaing dari sisi fasilitas maupun kenyamanan.
Pasar yang bersih dan tertata terbukti meningkatkan jumlah pengunjung. Dampaknya, transaksi perdagangan juga ikut meningkat.
Kondisi tersebut membuat banyak pemerintah daerah berlomba mengajukan program revitalisasi pasar ke pemerintah pusat, termasuk Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Dukungan Pemerintah Pusat Sangat Dibutuhkan
Besarnya kebutuhan anggaran membuat Pemkot Sungai Penuh membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Koordinasi intensif kini terus dilakukan agar usulan pembangunan segera masuk dalam prioritas nasional.
Pemerintah daerah optimistis peluang mendapatkan bantuan cukup besar karena revitalisasi pasar rakyat masih menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Selain mendukung sektor perdagangan, pembangunan pasar juga berkontribusi terhadap penataan kawasan perkotaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Jika proyek tersebut terealisasi, Pasar Tanjung Bajure diprediksi menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar dan paling modern di wilayah Sungai Penuh.
Renovasi Pasar Tanjung Bajure Jadi Harapan Pedagang
Banyak pedagang berharap rencana pembangunan segera terealisasi. Mereka ingin mendapatkan tempat berjualan yang lebih nyaman dan aman.
Selama ini sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang semakin padat. Saat musim hujan tiba, beberapa titik pasar juga sering mengalami genangan air yang mengganggu aktivitas jual beli.
Karena itu, revitalisasi pasar dianggap menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas perdagangan rakyat.
Masyarakat juga berharap pemerintah tetap memperhatikan pedagang kecil selama proses pembangunan berlangsung agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.
Revitalisasi Pasar Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah
Selain mendorong ekonomi masyarakat, pembangunan Pasar Tanjung Bajure juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pasar yang lebih modern dan tertata dapat menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai wilayah sekitar Sungai Penuh.
Peningkatan aktivitas perdagangan otomatis berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor transportasi, kuliner, hingga jasa lainnya.
Karena itu, proyek revitalisasi pasar tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang bagi daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi semua pihak, Pemkot Sungai Penuh optimistis pembangunan Pasar Tanjung Bajure dapat segera terealisasi sesuai target pada tahun 2027.(TIM)









