70 Desa di Kerinci Resmi Go Digital, Urus Surat Kini Tak Perlu Antre Lama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Digitalisasi desa di Kerinci

Digitalisasi desa di Kerinci

KERINCI,JS- Program digitalisasi desa mulai membawa perubahan besar di Kabupaten Kerinci. Pemerintah daerah kini mendorong pelayanan publik berbasis teknologi melalui Program Gema Desa atau Gerbang Elektronik Masyarakat Desa yang telah diterapkan di 70 desa.

Langkah ini menjadi terobosan penting dalam mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan administrasi dengan lebih cepat, praktis, dan efisien tanpa harus menghadapi proses birokrasi panjang.

Program Gema Desa sekaligus memperlihatkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam membangun sistem pelayanan publik modern berbasis digital. Selain meningkatkan kualitas layanan, program tersebut juga membuka peluang besar bagi desa untuk berkembang menjadi kawasan yang lebih maju dan terintegrasi dengan teknologi.

Digitalisasi Desa Jadi Solusi Pelayanan Publik Modern

Selama ini, banyak masyarakat desa harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk mengurus dokumen administrasi sederhana. Kondisi tersebut sering memakan waktu, biaya, dan tenaga.

Kini, melalui sistem digitalisasi desa, masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi secara lebih mudah. Mulai dari surat keterangan, dokumen kependudukan, hingga layanan sosial dapat diproses lebih cepat melalui operator desa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra, menjelaskan bahwa Program Gema Desa hadir sebagai solusi pelayanan masyarakat berbasis teknologi digital.

Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh masyarakat desa mendapatkan pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien.

“Program Gema Desa hadir untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam pengurusan surat menyurat maupun pelayanan lainnya,” ujar Yuldi.

Ia menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah desa, tetapi juga terintegrasi dengan dua organisasi perangkat daerah lainnya, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci.

Kolaborasi lintas instansi itu membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Baca Juga :  Jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik Longsor, Alat Berat Diturunkan, Surmila : Terima Kasih Dinas PUPR Kerinci

Warga Desa Kini Bisa Akses Layanan Lebih Cepat

Penerapan sistem pelayanan digital memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Warga yang membutuhkan layanan administrasi kini cukup menghubungi operator desa untuk mendapatkan bantuan.

Skema tersebut membuat proses pelayanan menjadi jauh lebih sederhana. Selain memangkas antrean, sistem digital juga membantu mempercepat proses verifikasi data dan pengiriman dokumen.

Transformasi ini menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Digitalisasi pelayanan desa juga membantu pemerintah meningkatkan efisiensi kerja aparatur desa. Proses administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat berjalan lebih rapi dan terstruktur.

Selain itu, penyimpanan data digital membuat dokumen lebih aman serta mudah diakses ketika dibutuhkan.

Gema Desa Dorong Transformasi Smart Village di Kerinci

Program Gema Desa tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi. Pemerintah Kabupaten Kerinci juga ingin membangun konsep smart village atau desa pintar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Konsep tersebut memungkinkan desa memiliki sistem pelayanan yang terintegrasi, cepat, dan berbasis data. Dengan begitu, pemerintah desa dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan efektif.

Transformasi desa digital juga membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengenal teknologi lebih dekat. Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.

Selain pelayanan publik, digitalisasi desa berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Teknologi digital dapat membantu promosi produk UMKM desa, memperluas akses pasar, hingga meningkatkan literasi digital masyarakat.

Karena itu, Program Gema Desa dinilai menjadi salah satu inovasi strategis yang dapat mempercepat pembangunan desa di Kabupaten Kerinci.

Pemerintah Kerinci Targetkan Seluruh Desa Terapkan Sistem Digital

Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong perluasan program digitalisasi pelayanan desa ke seluruh wilayah. Saat ini, sebanyak 70 desa telah menerapkan sistem tersebut dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Yuldi Candra berharap seluruh desa di Kabupaten Kerinci segera menerapkan pelayanan berbasis digital secara menyeluruh.

Menurutnya, sistem digital mampu menjaga kualitas pelayanan masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk ketika kepala desa sedang tidak berada di kantor.

“Ke depan kita berharap seluruh desa di Kabupaten Kerinci sudah menerapkan pelayanan digitalisasi desa agar pelayanan kepada masyarakat tidak terkendala dalam kondisi apa pun,” katanya.

Baca Juga :  Kerinci dan Sungai Penuh Hujan Petir, BMKG; Berikut Prakiraan Cuaca di Jambi Hari Ini

Pemerintah daerah juga terus melakukan pendampingan kepada aparatur desa agar mampu mengoperasikan sistem digital dengan baik. Pelatihan operator desa menjadi salah satu langkah penting agar pelayanan berjalan maksimal.

Digitalisasi Desa Jadi Tren Baru di Indonesia

Transformasi digital kini menjadi fokus utama banyak pemerintah daerah di Indonesia. Berbagai daerah mulai berlomba menghadirkan pelayanan publik berbasis teknologi demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kabupaten Kerinci menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong inovasi tersebut melalui Program Gema Desa.

Langkah ini sejalan dengan perkembangan era digital yang menuntut pelayanan publik lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Digitalisasi desa juga dianggap sebagai solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Dengan dukungan teknologi, desa tidak lagi tertinggal dalam akses informasi maupun pelayanan publik.

Selain itu, sistem digital mampu meningkatkan transparansi pemerintahan desa sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara lebih terbuka dan akuntabel.

Dampak Positif Digitalisasi Desa bagi Masyarakat

Penerapan pelayanan digital di desa membawa banyak manfaat nyata bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Berikut beberapa keuntungan utama dari digitalisasi desa:

1. Pelayanan Lebih Cepat

Masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengurus dokumen administrasi karena proses berjalan secara digital.

2. Efisiensi Waktu dan Biaya

Warga dapat menghemat biaya transportasi dan waktu karena layanan lebih mudah diakses dari desa masing-masing.

3. Data Lebih Aman

Sistem digital membantu penyimpanan data administrasi menjadi lebih rapi dan minim risiko kehilangan dokumen.

4. Transparansi Pelayanan

Masyarakat dapat memantau proses pelayanan secara lebih jelas sehingga mengurangi potensi birokrasi berbelit.

5. Meningkatkan Literasi Teknologi

Digitalisasi desa membuat masyarakat dan aparatur desa semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Dana Desa Tahap Pertama 2026 di Kerinci Hampir Tuntas, Tinggal 15 Desa Belum Cair

Peluang Besar Tingkatkan Ekonomi Desa

Selain mempermudah pelayanan publik, digitalisasi desa juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemanfaatan teknologi dapat membantu promosi potensi wisata desa, produk UMKM, hingga sektor pertanian unggulan daerah.

Dengan sistem digital yang terus berkembang, desa memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberhasilan Program Gema Desa di Kabupaten Kerinci dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pelayanan publik modern berbasis teknologi digital.

Transformasi digital bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam pembangunan desa masa depan.(TIM)

Berita Terkait

Hewan Kurban di Jambi Dipastikan Sehat, Stok Sapi Surplus Jelang Iduladha 2026, PMK Terkendali
Ketua TP PKK Sungai Penuh Hadiri HUT IBI ke-75, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Bocoran Jadwal Resmi Mulai Terungkap, Segini Formasi yang Diajukan Kota Jambi
Pasar Tanjung Bajure Over Kapasitas, Pemerintah Siapkan Proyek Jumbo Rp45 Miliar
Kadisdik hingga Direktur RSUD Raden Mattaher Diperebutkan, Ini Kandidat Lolos Tahap Awal
Beasiswa Sungai Penuh Juara 2026 Dibuka, Mahasiswa Bisa Dapat Bantuan Pendidikan dari Pemkot Sungai Penuh
CPNS Sungai Penuh Ikuti Latsar 2026, Wawako Azhar Hamzah Tegaskan ASN Wajib Berintegritas dan Melek Digital
Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Segera Cair?, Bagaimana dengan PPPK, Ini Kata BKAD
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:03 WIB

70 Desa di Kerinci Resmi Go Digital, Urus Surat Kini Tak Perlu Antre Lama

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:14 WIB

Hewan Kurban di Jambi Dipastikan Sehat, Stok Sapi Surplus Jelang Iduladha 2026, PMK Terkendali

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:31 WIB

Ketua TP PKK Sungai Penuh Hadiri HUT IBI ke-75, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:31 WIB

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Bocoran Jadwal Resmi Mulai Terungkap, Segini Formasi yang Diajukan Kota Jambi

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:04 WIB

Pasar Tanjung Bajure Over Kapasitas, Pemerintah Siapkan Proyek Jumbo Rp45 Miliar

Berita Terbaru