Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arab Saudi perketat penjagaan di Mekkah

Arab Saudi perketat penjagaan di Mekkah

INTERNASIONAL,JS- Pemerintah Arab Saudi menunjukkan ketegasan penuh dalam menjaga pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Di tengah kedatangan jutaan jemaah dari berbagai negara, otoritas Kerajaan bergerak cepat membongkar praktik haji ilegal, menolak ratusan ribu orang tanpa izin resmi, hingga memulangkan ribuan pelanggar yang mencoba masuk ke Kota Makkah secara ilegal.

Langkah besar ini memperlihatkan komitmen Arab Saudi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesucian ibadah haji. Pemerintah tidak ingin pelaksanaan rukun Islam kelima berubah menjadi celah bisnis ilegal yang membahayakan keselamatan jutaan orang.

Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammed Al-Bassami, menegaskan bahwa seluruh sistem keamanan haji telah berada dalam status siaga penuh selama musim Haji 2026.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini bukan hanya mengatur arus jutaan jemaah, tetapi juga memastikan seluruh peserta haji menjalankan ibadah dengan aman dan tertib sesuai aturan resmi.

Arab Saudi Bongkar 217 Kampanye Haji Palsu

Otoritas keamanan Arab Saudi mengungkap keberhasilan mereka membongkar sedikitnya 217 kampanye haji palsu yang beroperasi di berbagai wilayah.

Modus yang digunakan para pelaku cukup beragam. Sebagian menawarkan paket haji murah tanpa izin resmi, sementara lainnya menjalankan perjalanan ilegal menggunakan visa nonhaji. Praktik seperti ini terus menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi karena berpotensi memicu kekacauan besar di lokasi ibadah yang memiliki kapasitas terbatas.

Selain merugikan calon jemaah secara finansial, praktik haji ilegal juga mengancam keselamatan banyak orang. Pemerintah Arab Saudi menilai kepadatan tidak terkendali dapat memicu risiko besar, mulai dari desakan massa hingga gangguan distribusi layanan kesehatan dan transportasi.

Karena itu, aparat keamanan meningkatkan pengawasan di berbagai titik strategis menuju Kota Makkah.

366 Ribu Orang Tanpa Izin Ditolak Masuk Makkah

Dalam operasi pengamanan terbaru, aparat berhasil menolak sekitar 366 ribu orang yang tidak memiliki izin resmi memasuki Kota Makkah.

Petugas langsung memutarbalikkan para pelanggar di pos pemeriksaan sebelum mereka memasuki area suci. Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem verifikasi ketat untuk memastikan hanya jemaah resmi yang dapat mengikuti rangkaian ibadah haji.

Kebijakan ini menjadi bagian penting dalam pengendalian kapasitas selama musim haji. Pemerintah tidak ingin lonjakan jemaah ilegal mengganggu kelancaran ibadah jutaan peserta resmi yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

Baca Juga :  Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Selain itu, aparat juga memulangkan 7.733 pelanggar aturan tinggal, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan setelah kedapatan mencoba masuk ke Makkah secara ilegal.

Petugas turut menyita ribuan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut para pelanggar. Temuan tersebut memperlihatkan besarnya upaya penyusupan yang terus terjadi selama musim haji berlangsung.

Sistem AI dan Teknologi Modern Jadi Andalan

Arab Saudi kini mengandalkan teknologi modern berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mengelola pergerakan jutaan jemaah haji.

Pemerintah menggunakan sistem pemantauan digital untuk mendeteksi kepadatan, memantau jalur pergerakan, serta mengidentifikasi potensi pelanggaran secara real time.

Teknologi tersebut membantu aparat mengurangi penumpukan massa di titik rawan seperti Jamarat, Masjidil Haram, hingga jalur utama menuju Mina dan Arafah.

Selain AI security system, pemerintah juga menerapkan pola distribusi kerumunan yang lebih terukur. Petugas mengarahkan arus jemaah berdasarkan zona dan waktu tertentu agar seluruh proses ibadah berjalan lancar.

Pendekatan berbasis teknologi ini menjadi bagian penting dari transformasi digital Arab Saudi dalam penyelenggaraan Haji 2026.

Pasukan Khusus Disiagakan di Titik Krusial

Komandan Pasukan Darurat Khusus, Letnan Jenderal Mohammed Al-Omari, menjelaskan bahwa pengamanan haji tahun ini mengusung konsep terintegrasi, fleksibel, dan proaktif.

Pemerintah menempatkan personel keamanan di berbagai titik krusial untuk memastikan keselamatan jemaah tetap terjaga.

Beberapa area utama yang mendapat pengamanan ketat meliputi:

  • Masjid Namirah
  • Jabal Rahmah
  • Kawasan Jamarat
  • Jalur Mina-Arafah
  • Area sekitar Masjidil Haram

Pasukan khusus bertugas mengatur arus manusia, mengantisipasi keadaan darurat, serta merespons cepat setiap gangguan keamanan.

Langkah ini sekaligus mempertegas keseriusan Arab Saudi dalam menjaga stabilitas selama pelaksanaan ibadah haji terbesar di dunia.

Pertahanan Sipil Tingkatkan Sistem Respons Darurat

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil, Mayor Jenderal Dr. Hamoud Al-Faraj, mengatakan pihaknya telah meningkatkan sistem mitigasi risiko selama musim haji.

Pemerintah mengintegrasikan teknologi modern dengan pusat kendali darurat guna mempercepat respons terhadap berbagai kemungkinan insiden.

Tim pertahanan sipil juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan aparat keamanan.

Seluruh langkah tersebut bertujuan meminimalkan risiko di tengah kepadatan jutaan jemaah yang berkumpul dalam waktu bersamaan.

Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Tiba di Arab Saudi

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Paspor, Mayor Jenderal Dr. Saleh Al-Murabba, mengungkapkan bahwa lebih dari 1,518 juta jemaah luar negeri telah tiba di Arab Saudi hingga akhir pekan ini.

Sebanyak 1,457 juta jemaah masuk melalui jalur udara, sementara sisanya datang melalui jalur darat dan laut.

Lonjakan besar ini memperlihatkan skala masif penyelenggaraan Haji 2026 sekaligus alasan mengapa pemerintah menerapkan pengawasan sangat ketat.

Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah setiap hari, otoritas Arab Saudi menilai disiplin terhadap aturan menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan haji.

Baca Juga :  Aturan Haji 2026 Makin Ketat! Ibu Hamil Wajib Tahu Syarat Istithaah Ini Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Arab Saudi Tegaskan Haji Harus Sesuai Aturan Resmi

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual biasa. Haji merupakan ritual suci yang membutuhkan pengaturan ketat demi menjaga keselamatan jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Karena itu, pemerintah tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran, termasuk penggunaan visa nonresmi, perjalanan ilegal, hingga praktik penipuan berkedok paket haji murah.

Ketegasan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bagi calon jemaah agar tidak tergiur tawaran haji ilegal yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.

Arab Saudi meminta seluruh calon jemaah menggunakan jalur resmi yang telah ditentukan pemerintah masing-masing negara.

Pengawasan Ketat Diprediksi Terus Berlanjut

Pengawasan ketat selama Haji 2026 diperkirakan terus berlangsung hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Pemerintah Arab Saudi menilai sistem keamanan terpadu berbasis teknologi modern mampu membantu menciptakan pelaksanaan haji yang lebih aman, tertib, dan nyaman.

Di sisi lain, langkah tegas terhadap pelanggaran juga diharapkan mampu menekan praktik bisnis ilegal yang selama ini memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berhaji.

Dengan kombinasi pengawasan, teknologi AI, distribusi kerumunan, serta penegakan hukum yang agresif, Arab Saudi ingin memastikan ibadah haji tetap berjalan khusyuk dan bermartabat di tengah jutaan manusia yang memadati Tanah Suci. (*)

Berita Terkait

Teknologi AI China Meledak 2026, Robot Mirip Manusia Kini Jadi Petani Teh Pintar
Meta PHK 8.000 Karyawan demi AI, Ribuan Pegawai Dipindah ke Divisi Agen AI
Putin dan Xi Jinping Resmi Tantang Dominasi AS, Dunia Multipolar Makin Nyata
Lemang Kantong Semar from Kerinci: Indonesia’s Rare Culinary Heritage That Captivates Tourists and Food Lovers
TKI Indonesia di Malaysia Bisa Kirim Uang Lebih Besar! Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru
OJK Sounds Alarm as Online Scam Cases Explode in Indonesia, More Than 530,000 Reports Trigger National Financial Security Warning
Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 06:01 WIB

Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:01 WIB

Teknologi AI China Meledak 2026, Robot Mirip Manusia Kini Jadi Petani Teh Pintar

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:06 WIB

Meta PHK 8.000 Karyawan demi AI, Ribuan Pegawai Dipindah ke Divisi Agen AI

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:02 WIB

Putin dan Xi Jinping Resmi Tantang Dominasi AS, Dunia Multipolar Makin Nyata

Senin, 18 Mei 2026 - 03:02 WIB

Lemang Kantong Semar from Kerinci: Indonesia’s Rare Culinary Heritage That Captivates Tourists and Food Lovers

Berita Terbaru

Prosesi Pernikahan Anji dengan Desmiliana Ariyana

Selebritis

Anji Resmi Menikah Lagi, Mahar Rp2.452.026 Jadi Sorotan Publik

Senin, 25 Mei 2026 - 07:03 WIB