SPORT,JS- Daftar negara yang tersingkir di Piala Dunia 2026 kembali bertambah setelah rangkaian pertandingan fase grup berlangsung dramatis hingga Kamis, 25 Juni 2026. Sejumlah tim harus mengakhiri perjalanan lebih cepat karena gagal mengumpulkan poin penting untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Format baru Piala Dunia 2026 membuat persaingan menjadi jauh lebih keras. FIFA menerapkan sistem 48 peserta dengan peluang lolos yang terbuka melalui jalur juara grup, runner-up, hingga peringkat ketiga terbaik. Meski demikian, beberapa negara tetap tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hasil pertandingan yang tidak konsisten, lini pertahanan rapuh, serta minimnya produktivitas gol membuat beberapa tim kehilangan peluang sejak dua laga awal. Situasi ini memunculkan kejutan besar karena ada negara yang sebelumnya diprediksi mampu memberikan perlawanan justru gagal total di fase grup.
Daftar 7 Negara yang Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Hingga saat ini, sudah ada tujuh negara yang dipastikan gagal melanjutkan perjalanan ke fase gugur. Berikut daftar lengkap negara tersingkir di Piala Dunia 2026:
| No | Negara | Grup | Status |
| 1 | Haiti | Grup C | Tersingkir |
| 2 | Turki | Grup D | Tersingkir |
| 3 | Tunisia | Grup F | Tersingkir |
| 4 | Yordania | Grup J | Tersingkir |
| 5 | Panama | Grup L | Tersingkir |
| 6 | Qatar | Grup B | Tersingkir |
| 7 | Ceko | Grup A | Tersingkir |
Daftar tersebut kemungkinan masih bertambah dalam beberapa hari ke depan mengingat fase grup Piala Dunia 2026 memasuki penentuan akhir.
Qatar Jadi Sorotan Setelah Gagal Total di Fase Grup
Kegagalan Qatar menjadi salah satu perhatian terbesar publik sepak bola dunia. Negara tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut sebenarnya datang dengan ambisi besar untuk memperbaiki performa buruk pada edisi sebelumnya.
Namun, Qatar kembali gagal menunjukkan konsistensi permainan. Lini belakang mereka beberapa kali kehilangan fokus ketika menghadapi tekanan lawan. Selain itu, penyelesaian akhir yang buruk membuat Qatar kesulitan mencetak gol penting.
Hasil tersebut membuat Qatar harus tersingkir lebih cepat meski sempat berharap bisa bersaing lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Pencarian terkait hasil Qatar di Piala Dunia 2026 dan penyebab Qatar tersingkir langsung meningkat tajam di mesin pencari setelah kepastian eliminasi mereka.
Turki dan Ceko Gagal Memenuhi Ekspektasi
Turki serta Ceko juga masuk daftar negara yang gagal lolos ke babak 32 besar. Kedua tim sebenarnya memiliki sejarah cukup kuat di kompetisi Eropa dan sering tampil kompetitif dalam turnamen internasional.
Turki sempat menunjukkan permainan agresif pada laga pertama. Akan tetapi, buruknya koordinasi pertahanan membuat mereka kehilangan poin penting. Kekalahan beruntun akhirnya mengubur peluang lolos lebih cepat.
Sementara itu, Ceko gagal memanfaatkan momentum ketika menghadapi lawan selevel. Minim kreativitas di lini tengah membuat mereka kesulitan menciptakan peluang matang.
Banyak pengamat sepak bola menilai tekanan format baru Piala Dunia membuat tim-tim menengah harus tampil sempurna sejak pertandingan pertama. Kesalahan kecil langsung berdampak besar terhadap peluang lolos.
Haiti dan Panama Kesulitan Bersaing di Grup Berat
Haiti serta Panama menghadapi tantangan besar sejak awal fase grup dimulai. Kedua negara harus menghadapi lawan dengan kualitas skuad yang jauh lebih kuat.
Haiti sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit dalam laga pembuka. Namun, kurangnya pengalaman bermain di level tertinggi membuat mereka kehilangan konsentrasi pada momen penting.
Panama mengalami situasi hampir serupa. Mereka kesulitan menjaga intensitas permainan selama 90 menit penuh. Akibatnya, lawan mampu memanfaatkan celah pertahanan dengan efektif.
Meski tersingkir, perjuangan kedua negara tetap mendapat apresiasi karena mampu memberikan warna tersendiri di Piala Dunia 2026.
Tunisia dan Yordania Kehabisan Peluang Lolos
Tunisia kembali gagal melampaui fase grup setelah tampil inkonsisten dalam dua pertandingan awal. Tim asal Afrika Utara tersebut sebenarnya memiliki organisasi permainan cukup baik, tetapi kurang tajam di lini depan.
Yordania juga harus menerima kenyataan pahit setelah gagal bersaing di Grup J. Mereka beberapa kali menciptakan peluang, namun efektivitas serangan menjadi masalah utama.
Kegagalan ini membuat persaingan antarnegara Asia dan Afrika di Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk dibahas. Banyak pengamat mulai mempertanyakan kesiapan tim-tim nonunggulan menghadapi intensitas kompetisi global yang terus meningkat.
Format Baru Piala Dunia 2026 Membuat Persaingan Lebih Kejam
Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru dengan total 48 peserta yang terbagi ke dalam beberapa grup. Sistem ini memang membuka peluang lebih besar bagi banyak negara untuk tampil di turnamen terbesar dunia.
Namun, format tersebut juga menghadirkan tekanan yang jauh lebih tinggi. Setiap pertandingan menjadi sangat menentukan karena selisih gol, produktivitas serangan, hingga kartu disiplin bisa memengaruhi posisi klasemen.
Banyak tim akhirnya bermain lebih agresif sejak laga pertama. Strategi bertahan penuh tidak lagi efektif karena satu kekalahan besar dapat menghancurkan peluang lolos.
Penggemar sepak bola global kini terus memantau:
- klasemen terbaru Piala Dunia 2026
- jadwal pertandingan malam ini
- negara yang lolos 32 besar
- top skor Piala Dunia 2026
- hasil pertandingan FIFA World Cup 2026
Topik tersebut menjadi pencarian populer dengan trafik tinggi di Google Discover dan media sosial.
Negara Lain yang Terancam Menyusul Tersingkir
Selain tujuh negara yang sudah dipastikan gagal lolos, beberapa tim lain juga berada dalam posisi kritis. Mereka wajib meraih kemenangan pada laga terakhir sambil berharap hasil pertandingan lain menguntungkan.
Tekanan besar membuat setiap pertandingan fase grup kini berlangsung semakin panas. Banyak pelatih mulai memainkan strategi menyerang demi mengejar selisih gol.
Situasi tersebut membuat pertandingan penutup grup diprediksi berlangsung dramatis dan penuh kejutan.
Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen dengan Kejutan Terbesar
Sejak awal turnamen berlangsung, Piala Dunia 2026 memang menghadirkan banyak kejutan. Sejumlah tim unggulan kesulitan meraih kemenangan mudah, sementara negara nonfavorit mampu memberikan perlawanan sengit.
Atmosfer kompetisi yang ketat membuat penggemar sepak bola global terus mengikuti perkembangan klasemen setiap hari. Media internasional bahkan menyebut edisi kali ini sebagai salah satu fase grup paling kompetitif dalam sejarah FIFA World Cup.
Dengan masih tersisa sejumlah pertandingan penting, daftar negara yang tersingkir dipastikan terus bertambah. Persaingan menuju babak 32 besar pun semakin panas dan sulit diprediksi.(*)









