BISNIS,JS- Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen mengubah arah pasar keuangan nasional. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, deposito kembali menjadi pilihan investasi yang banyak dilirik masyarakat karena menawarkan tingkat keamanan tinggi sekaligus imbal hasil yang pasti.
Pergerakan suku bunga global juga semakin memperkuat tren tersebut. Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Eropa, hingga Jepang yang masih mempertahankan suku bunga tinggi membuat likuiditas semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke instrumen berisiko rendah seperti deposito.
Meski demikian, hingga memasuki awal Juli 2026, bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih mempertahankan bunga deposito tanpa perubahan signifikan. Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri belum menaikkan bunga simpanan meskipun BI Rate telah meningkat tajam dalam waktu singkat.
Situasi tersebut membuat masyarakat mulai membandingkan bunga deposito masing-masing bank untuk memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
BI Rate Naik, Deposito Kembali Menjadi Primadona
Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebanyak dua kali dalam satu bulan hingga mencapai 5,75 persen. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan tekanan inflasi yang muncul akibat meningkatnya harga energi dan gejolak ekonomi dunia.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) ikut memperketat persaingan dalam penghimpunan dana masyarakat. Meski demikian, bank-bank besar nasional masih memilih mempertahankan bunga deposito sambil memantau perkembangan kondisi likuiditas.
Bagi masyarakat, deposito tetap menawarkan sejumlah keunggulan.
Selain memberikan keuntungan yang telah ditentukan sejak awal, dana nasabah juga memperoleh perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Saat ini tingkat bunga penjaminan LPS berada di level 3,75 persen, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Suku Bunga Deposito BRI Juli 2026
Bank Rakyat Indonesia masih menjadi salah satu bank yang menawarkan bunga deposito paling kompetitif di kelompok bank BUMN.
BRI memberikan kemudahan pembukaan deposito mulai dari Rp1 juta melalui layanan digital. Sementara pembukaan melalui kantor cabang membutuhkan setoran minimal Rp10 juta.
Berikut rincian bunga deposito BRI Juli 2026.
Tenor
Suku Bunga
- 1 Bulan- 3,25%
- 3 Bulan- 3,50%
- 6 Bulan- 3,00%
- 12 Bulan- 3,00%
- 24 Bulan- 3,00%
- 36 Bulan- 3,00%
Tenor tiga bulan menjadi pilihan paling menarik karena menawarkan bunga tertinggi mencapai 3,50 persen.
Bagi investor yang menginginkan fleksibilitas sekaligus imbal hasil optimal, pilihan tersebut menjadi salah satu yang paling kompetitif di antara bank-bank BUMN.
Suku Bunga Deposito BNI Juli 2026
BNI tetap mempertahankan strategi bunga deposito yang relatif stabil pada seluruh kelompok nominal simpanan.
Nasabah cukup menyediakan dana minimal Rp5 juta untuk membuka rekening deposito.
Berikut daftar bunga deposito BNI terbaru.
Tenor
Suku Bunga
- 1 Bulan- 2,25%
- 3 Bulan- 2,50%
- 6 Bulan- 2,75%
- 12 Bulan- 2,50%
- 24 Bulan- 2,50%
BNI memberikan bunga tertinggi pada tenor enam bulan, yaitu 2,75 persen.
Skema tersebut cocok bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara jangka waktu investasi dan potensi keuntungan.
Suku Bunga Deposito Mandiri Juli 2026
Bank Mandiri juga mempertahankan tingkat bunga deposito tanpa perubahan.
Nasabah dapat membuka deposito mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta melalui kantor cabang.
Daftar bunga deposito Mandiri Juli 2026 sebagai berikut.
Tenor
Suku Bunga
- 1 Bulan- 2,25%
- 3 Bulan- 2,25%
- 6 Bulan- 2,50%
- 12 Bulan- 2,50%
- 24 Bulan- 2,50%
Mandiri memilih memberikan bunga yang stabil pada tenor menengah hingga panjang sehingga cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan dana dalam periode lebih lama.
Perbandingan Deposito BRI, BNI, dan Mandiri
Jika dibandingkan secara keseluruhan, BRI masih menawarkan bunga deposito tertinggi di antara tiga bank BUMN.
BRI
- Bunga tertinggi 3,50%
- Setoran awal mulai Rp1 juta melalui aplikasi
- Cocok untuk tenor pendek
BNI
- Bunga tertinggi 2,75%
- Setoran awal Rp5 juta
- Optimal untuk tenor enam bulan
Mandiri
- Bunga tertinggi 2,50%
- Setoran awal mulai Rp1 juta melalui Livin’
- Cocok bagi investor jangka menengah
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pilihan bank sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta jangka waktu penyimpanan dana.
Mengapa Deposito Masih Menarik pada 2026?
Di tengah pasar saham dan aset digital yang masih bergerak fluktuatif, deposito tetap memiliki sejumlah keunggulan.
Pertama, tingkat keuntungan sudah diketahui sejak awal sehingga investor dapat menghitung estimasi hasil investasi dengan mudah.
Kedua, risiko kehilangan modal sangat rendah dibanding instrumen investasi lainnya.
Ketiga, perlindungan dari LPS memberikan rasa aman selama bunga yang diterima masih berada dalam batas tingkat bunga penjaminan.
Keempat, deposito sangat cocok sebagai tempat menyimpan dana darurat maupun dana yang belum akan digunakan dalam beberapa bulan ke depan.
Apakah Bunga Deposito Akan Naik Lagi?
Sejumlah pengamat memperkirakan peluang kenaikan bunga deposito masih terbuka apabila Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate pada semester kedua 2026.
Namun, keputusan setiap bank akan bergantung pada kondisi likuiditas, kebutuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga persaingan antarperbankan.
Jika tekanan inflasi global terus meningkat dan suku bunga dunia bertahan tinggi, bank kemungkinan akan mulai menyesuaikan bunga deposito secara bertahap agar tetap kompetitif.
Sebaliknya, apabila kondisi likuiditas membaik, bank bisa memilih mempertahankan tingkat bunga seperti saat ini.
Tips Memilih Deposito agar Keuntungan Maksimal
Sebelum membuka deposito, masyarakat sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting.
Pertama, pilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan keuangan agar dana tidak terkena penalti akibat pencairan sebelum jatuh tempo.
Kedua, bandingkan bunga deposito di beberapa bank sebelum mengambil keputusan.
Ketiga, pastikan bunga yang diterima masih berada di bawah tingkat bunga penjaminan LPS agar dana tetap memperoleh perlindungan penuh.
Keempat, manfaatkan layanan pembukaan deposito digital karena umumnya menawarkan proses yang lebih praktis dengan setoran awal yang lebih ringan.
Kesimpulan
Kenaikan BI Rate hingga 5,75 persen belum langsung diikuti perubahan bunga deposito oleh bank-bank BUMN. Meski demikian, deposito tetap menjadi salah satu instrumen investasi paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dari tiga bank terbesar milik pemerintah, BRI masih menawarkan bunga deposito tertinggi, yaitu 3,50 persen untuk tenor tiga bulan. Sementara itu, BNI memberikan bunga maksimal 2,75 persen pada tenor enam bulan, sedangkan Mandiri mempertahankan bunga 2,50 persen untuk tenor menengah hingga panjang.
Bagi investor yang mengutamakan keamanan, kepastian imbal hasil, dan perlindungan LPS, deposito masih menjadi pilihan investasi yang relevan sepanjang 2026, terutama selama tren suku bunga tinggi masih berlangsung.(*)









