SELEBRITIS,JS- Denada Tambunan kembali mencuri perhatian setelah berbicara terbuka mengenai kehidupan asmara dan kemungkinan hadirnya jodoh baru dalam hidupnya.
Aktris sekaligus penyanyi tersebut kini memasuki usia 47 tahun. Meski menjalani kehidupan sebagai seorang ibu sekaligus perempuan yang aktif bekerja, Denada mengaku tidak menutup kemungkinan untuk kembali memiliki pasangan.
Justru sebaliknya, Denada mengatakan dirinya kini membuka hati dengan sangat lebar. Ia siap menyambut seorang pria yang datang dengan niat baik dan mampu membangun kebahagiaan bersama.
Pernyataan tersebut Denada sampaikan ketika bertemu awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 4 September 2026.
Dengan ekspresi ceria, Denada mengungkapkan bahwa dirinya memang sedang memberikan ruang bagi kemungkinan hadirnya cinta baru.
“Sudah (buka hati) selebar-lebarnya!” kata Denada sambil tertawa.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena selama ini Denada lebih banyak berbicara mengenai karier, keluarga, dan perannya sebagai seorang ibu.
Denada Tak Menutup Pintu untuk Jodoh Baru
Memasuki usia 47 tahun, Denada tampaknya tidak ingin memberikan batasan terhadap kemungkinan hadirnya pasangan dalam kehidupannya.
Menurutnya, usia bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti mencari kebahagiaan. Bagi Denada, kehidupan setelah memasuki usia 40 tahun justru membuat seseorang semakin memahami hal-hal yang benar-benar penting.
Ia pun mengaku ingin menikmati kehidupan dengan perasaan bahagia.
Denada saat ini menjalani sejumlah peran sekaligus. Selain berkarier di dunia hiburan, ia juga menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ibu.
Kesibukan tersebut membuat Denada memiliki perspektif tersendiri mengenai hubungan dan kebahagiaan.
Ia tidak sekadar mencari pasangan karena status. Sebaliknya, Denada ingin menemukan seseorang yang mampu menghadirkan hubungan sehat dan memberikan kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
Usia 47 Tahun Membuat Denada Lebih Memahami Arti Kebahagiaan
Denada kemudian menjelaskan pandangannya mengenai kehidupan ketika seseorang memasuki usia 40 tahun.
Menurutnya, banyak perempuan mulai melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda ketika memasuki fase tersebut.
“Kalau kita sudah usia 40 tahun, usia 40 itu kan pasti semuanya pengin kebahagiaan,” ujar Denada.
Ia menyampaikan hal tersebut sambil menggambarkan kehidupannya sebagai perempuan yang menjalankan banyak tanggung jawab.
Denada tidak hanya berstatus sebagai seorang ibu. Ia juga tetap aktif bekerja dan menjalani karier di industri hiburan.
Karena itu, ia ingin menikmati setiap proses kehidupan tanpa terlalu memikirkan tekanan mengenai status hubungan.
“Jadi kita sebagai seorang perempuan, single mom ya, pekerja, karier juga, bekerja juga,” lanjutnya.
Bagi Denada, pengalaman hidup membuat seseorang semakin memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada keberadaan pasangan.
Namun, jika suatu saat ada pria yang datang dan mampu memberikan kebahagiaan, Denada tidak ingin menutup kesempatan tersebut.
Denada Siap Jika Tuhan Mempertemukan dengan Jodoh
Dalam kesempatan tersebut, Denada juga membayangkan kemungkinan Tuhan mempertemukan dirinya dengan seorang pria yang tepat.
Ia tidak menetapkan bahwa dirinya harus segera menikah atau memiliki pasangan. Denada lebih memilih menjalani hidup dengan terbuka sambil menunggu sesuatu yang memang cocok untuk dirinya.
Jika suatu hari datang seorang pria yang mampu membuatnya bahagia dan merasa bahagia ketika bersamanya, Denada tidak melihat alasan untuk menolak hubungan tersebut.
“Ternyata nanti Allah kirimkan jodoh, datang seorang laki-laki yang tadinya bisa membahagiakan aku dan aku bahagia bersama dia, dan dia pun merasa bahagia dengan kehadiran aku… why not?” ungkapnya.
Ucapan tersebut menunjukkan bahwa Denada memiliki pandangan yang cukup sederhana mengenai hubungan.
Ia tidak ingin mengejar status semata. Sebaliknya, ia ingin membangun hubungan yang menghadirkan rasa nyaman, saling menghargai, dan kebahagiaan.
Denada Tidak Menjadikan Status Single sebagai Masalah
Meskipun membuka hati untuk jodoh, Denada menegaskan bahwa dirinya saat ini tetap menikmati kehidupannya.
Dengan kata lain, Denada tidak merasa kehidupannya kurang hanya karena belum memiliki pasangan.
Hal tersebut menjadi salah satu poin menarik dari pernyataan Denada. Ia dapat membuka diri terhadap cinta baru sekaligus tetap merasa bahagia dengan kehidupan yang sedang ia jalani.
“Tapi kalau sekarang ini aku lagi happy,” tuturnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Denada tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan.
Baginya, kehidupan tetap memiliki banyak sisi yang dapat memberikan kebahagiaan, mulai dari keluarga, anak, pekerjaan, hingga kesempatan untuk terus berkembang.
Kehidupan Denada sebagai Single Mom
Sebagai seorang ibu, Denada juga memiliki prioritas yang tidak sedikit.
Perjalanan hidup membuatnya semakin memahami tanggung jawab yang harus ia jalankan. Karena itu, keputusan mengenai pasangan tentu tidak bisa ia ambil secara terburu-buru.
Denada harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menjalin hubungan serius dengan seseorang.
Selain kenyamanan pribadi, hubungan tersebut juga perlu memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarga.
Situasi itu membuat Denada tampak lebih selektif dalam melihat kemungkinan hubungan baru.
Namun, sikap selektif bukan berarti ia menutup diri.
Justru, Denada mengatakan bahwa dirinya telah membuka hati selebar-lebarnya apabila suatu hari ada pria yang datang dengan niat baik.
Denada dan Perjalanan Rumah Tangga Bersama Jerry Aurum
Sebelum berbicara mengenai kemungkinan jodoh baru, Denada pernah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Jerry Aurum.
Hubungan keduanya sempat menjadi perhatian publik karena Denada dan Jerry Aurum membangun keluarga serta memiliki seorang putri.
Namun, perjalanan rumah tangga mereka akhirnya tidak berlanjut.
Denada dan Jerry Aurum kemudian menempuh proses perceraian melalui pengadilan.
Setelah perpisahan tersebut, Denada melanjutkan kehidupannya dan menjalankan perannya sebagai seorang ibu sekaligus pekerja di industri hiburan.
Pengalaman tersebut tentu menjadi bagian dari perjalanan hidup Denada hingga memasuki usia 47 tahun.
Kini, ia tampaknya memilih untuk melihat masa depan dengan lebih positif.
Denada Tidak Terburu-buru Mencari Pasangan
Pernyataan Denada mengenai jodoh juga tidak berarti bahwa ia sedang terburu-buru mencari pasangan.
Sebaliknya, ia terlihat cukup santai ketika membicarakan kemungkinan tersebut.
Denada tetap menikmati kehidupan yang sedang ia jalani. Ia juga tidak memberikan target tertentu mengenai kapan dirinya harus kembali menjalin hubungan atau menikah.
Sikap tersebut menjadi semakin relevan bagi banyak orang yang memasuki usia matang.
Saat seseorang memasuki usia 40 tahun ke atas, keputusan mengenai hubungan biasanya tidak lagi sekadar berdasarkan perasaan sesaat.
Pengalaman, kecocokan, komunikasi, tanggung jawab, serta visi kehidupan menjadi sejumlah pertimbangan penting.
Denada pun tampaknya memiliki pemikiran yang sama.
Ia ingin menemukan seseorang yang tidak hanya hadir sebagai pasangan, tetapi juga mampu membangun hubungan yang memberikan kebahagiaan bersama.
Apa yang Dicari Denada dari Seorang Pasangan?
Denada memang tidak menyebutkan secara rinci kriteria pria idamannya.
Namun, dari pernyataannya, satu hal terlihat cukup jelas: ia menginginkan hubungan yang menghadirkan kebahagiaan dua arah.
Artinya, bukan hanya dirinya yang mendapatkan kebahagiaan dari hubungan tersebut.
Pria yang hadir dalam hidupnya juga harus merasa bahagia ketika menjalani kehidupan bersama Denada.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa Denada melihat hubungan sebagai sebuah kemitraan.
Kedua pihak perlu saling memberikan ruang, perhatian, dukungan, dan rasa nyaman.
Karena itu, Denada tidak terlihat mengejar status pernikahan semata.
Ia lebih menekankan kualitas hubungan dan kebahagiaan yang dapat mereka bangun bersama.
Kehidupan Bahagia Tetap Menjadi Prioritas
Pada akhirnya, Denada menegaskan bahwa dirinya saat ini sudah merasa bahagia.
Pernyataan itu menjadi penutup dari pembicaraan mengenai kehidupan asmara yang ia jalani.
Denada tidak merasa harus memiliki pasangan agar dapat menikmati kehidupan.
Namun, jika Tuhan mempertemukannya dengan seseorang yang tepat, ia juga tidak ingin menutup pintu.
Sikap tersebut menunjukkan perubahan cara pandang mengenai hubungan ketika seseorang memasuki usia matang.
Cinta tetap memiliki tempat dalam kehidupan, tetapi kebahagiaan pribadi juga tetap menjadi prioritas.
Denada tampaknya ingin menjalani kehidupan dengan lebih tenang tanpa memaksakan sesuatu yang belum waktunya hadir.
Jodoh Baru Denada Masih Menjadi Kemungkinan
Pengakuan Denada soal membuka hati tentu membuat publik penasaran mengenai kemungkinan dirinya memiliki pasangan baru.
Akan tetapi, hingga saat ini Denada belum mengungkapkan sosok pria yang sedang dekat dengannya.
Ia juga tidak mengatakan bahwa dirinya tengah menjalin hubungan serius dengan seseorang.
Karena itu, pernyataannya lebih tepat dipahami sebagai keterbukaan terhadap kemungkinan hadirnya cinta baru.
Denada siap apabila suatu hari menemukan pria yang cocok dan mampu membangun kehidupan yang bahagia bersamanya.
Pada saat yang sama, ia tetap merasa nyaman dengan kehidupannya sekarang.
Dengan usia 47 tahun, Denada justru memperlihatkan bahwa perjalanan mencari kebahagiaan tidak mengenal batas usia.
Seseorang tetap dapat membuka hati, mencintai, membangun hubungan baru, dan menikmati kehidupan kapan pun ia merasa siap.
Bagi Denada, jika suatu hari Tuhan mempertemukannya dengan pria yang tepat, ia siap menyambut kesempatan tersebut.
Sementara itu, untuk sekarang, Denada memilih menikmati kehidupannya sebagai seorang ibu, pekerja, dan perempuan yang tetap aktif berkarya.
Ia pun memberikan pesan sederhana melalui sikapnya: kebahagiaan tidak harus menunggu datangnya pasangan.
Namun, ketika cinta yang tepat datang, tidak ada salahnya memberikan kesempatan.(*)










