Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Transaksi Digital Indonesia Tembus 5,50 Miliar, Bank Digital Makin Diburu Konsumen

Transaksi Digital Indonesia Tembus 5,50 Miliar, Bank Digital Makin Diburu Konsumen

BISNIS,JS- Transaksi digital terus mengambil peran besar dalam aktivitas keuangan masyarakat Indonesia. Perkembangan tersebut terlihat dari lonjakan volume pembayaran digital yang terjadi sepanjang 2026.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026. Angka itu menunjukkan pertumbuhan 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat ketika melakukan berbagai aktivitas keuangan. Masyarakat kini semakin sering menggunakan aplikasi perbankan, internet banking, mobile banking, hingga metode pembayaran berbasis kode QR.

Di tengah perubahan itu, konsumen tidak hanya mencari layanan perbankan yang memiliki banyak fitur. Mereka juga semakin memperhatikan kecepatan transaksi, kestabilan aplikasi, kemudahan navigasi, serta proses pembukaan rekening.

Transaksi Digital Tumbuh, Kebiasaan Masyarakat Ikut Berubah

Perkembangan pembayaran digital berlangsung pada berbagai kanal. Bank Indonesia mencatat transaksi melalui internet tumbuh 9,39 persen yoy pada Juli 2026.

Sementara itu, transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh lebih tinggi, yakni 24,25 persen yoy.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya penggunaan perangkat seluler dalam aktivitas finansial sehari-hari. Smartphone kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan.

Masyarakat dapat melakukan transfer, membayar tagihan, membeli produk, mengecek saldo, membuka rekening, hingga melakukan pembayaran di merchant melalui aplikasi.

Selain transaksi melalui internet dan mobile, penggunaan QRIS juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi.

Bank Indonesia mencatat transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 82,42 persen yoy.

Pertumbuhan QRIS ikut mendapat dukungan dari meningkatnya jumlah pengguna dan merchant. Sistem pembayaran tersebut membuat transaksi non-tunai semakin mudah, terutama bagi konsumen yang terbiasa menggunakan smartphone.

Konsumen Mencari Aplikasi Bank yang Cepat dan Mudah

Meningkatnya frekuensi transaksi digital turut mengubah ekspektasi konsumen terhadap layanan perbankan.

Survei Ipsos Indonesia menunjukkan bahwa kemudahan dan efisiensi menjadi faktor penting ketika konsumen menggunakan bank digital.

Sebanyak 71 persen responden menempatkan proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu pertimbangan utama.

Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya memperhatikan keberadaan layanan digital. Mereka juga ingin menyelesaikan transaksi tanpa proses yang rumit.

Kemudian, 66 persen responden mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi. Artinya, pengguna membutuhkan aplikasi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan finansial dalam satu layanan.

Selanjutnya, 61 persen responden menilai kemudahan penggunaan aplikasi sebagai faktor penting.

Sementara itu, 57 persen responden mempertimbangkan kesederhanaan proses pembukaan rekening.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai arah perkembangan digital banking di Indonesia. Konsumen semakin memperhatikan pengalaman ketika menggunakan aplikasi, bukan hanya jenis produk yang tersedia.

Baca Juga :  Terbaru Biaya Transaksi OVO September 2026 Terbaru: Transfer, Top Up, Tarik Tunai hingga Bayar Tagihan, Cek Rinciannya

Performa Aplikasi Menjadi Bagian Penting Digital Banking

Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, mengatakan pengalaman pengguna dalam bank digital kini mencakup berbagai aspek.

Menurut Hansal, pengguna membutuhkan akses perbankan yang mudah sekaligus proses transaksi yang cepat, stabil, dan dapat diandalkan.

“Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Hansal dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan turut membentuk pengalaman konsumen ketika menggunakan layanan perbankan digital.

Pandangan tersebut relevan dengan semakin tingginya frekuensi masyarakat dalam melakukan transaksi melalui aplikasi.

Ketika konsumen menggunakan aplikasi berkali-kali dalam sehari, gangguan kecil sekalipun dapat memengaruhi kenyamanan mereka. Karena itu, kecepatan respons, stabilitas sistem, serta desain antarmuka menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna.

Persepsi Positif terhadap Performa Aplikasi SeaBank

Survei Ipsos Indonesia juga mencatat persepsi positif konsumen terhadap performa aplikasi SeaBank.

Pada atribut kelancaran dan kecepatan respons aplikasi ketika memproses transaksi, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 67 persen.

Angka tersebut menggambarkan penilaian responden terhadap kemampuan aplikasi dalam memberikan respons ketika pengguna menjalankan transaksi.

Selain kecepatan, stabilitas juga menjadi perhatian pengguna.

Pada atribut stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 66 persen.

Temuan itu memperlihatkan bahwa konsumen menaruh perhatian pada kemampuan aplikasi untuk mendukung transaksi tanpa gangguan.

Bagi pengguna bank digital, aplikasi menjadi pintu utama untuk mengakses layanan. Karena itu, pengalaman transaksi sangat bergantung pada bagaimana aplikasi merespons perintah pengguna.

Kemudahan Interface Ikut Menentukan Pengalaman Pengguna

Selain performa teknis, desain aplikasi juga memengaruhi pengalaman konsumen.

Survei Ipsos Indonesia mencatat SeaBank memperoleh persepsi positif sebesar 56 persen pada atribut kemudahan dan kesederhanaan dalam memahami interface.

Aspek tersebut berkaitan dengan bagaimana pengguna menemukan menu, memahami fitur, dan menjalankan transaksi tanpa membutuhkan banyak langkah.

Aplikasi dengan navigasi yang jelas dapat membantu pengguna menyelesaikan kebutuhan finansial secara lebih efisien.

Hal serupa terlihat pada proses pembukaan rekening.

SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 54 persen pada aspek kemudahan membuka rekening.

Proses onboarding menjadi salah satu tahapan penting dalam layanan digital bank. Konsumen yang ingin membuka rekening secara online tentu mengharapkan proses yang sederhana dan mudah dipahami.

Semakin jelas alurnya, semakin mudah pula calon pengguna mengikuti setiap tahapan pendaftaran.

QRIS Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital

Pertumbuhan transaksi QRIS juga memperkuat perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pembayaran.

Dengan QRIS, konsumen dapat menggunakan layanan pembayaran digital dari berbagai aplikasi yang mendukung sistem tersebut.

Bagi merchant, penggunaan QRIS juga membantu memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan.

Pertumbuhan transaksi QRIS hingga 82,42 persen yoy pada Juli 2026 menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran berbasis kode QR.

Kondisi tersebut ikut memperkuat ekosistem digital payment di Indonesia.

Masyarakat tidak lagi menggunakan pembayaran digital hanya untuk kebutuhan tertentu. Transaksi digital kini dapat muncul dalam berbagai aktivitas, mulai dari membeli makanan, membayar kebutuhan rumah tangga, berbelanja, hingga memenuhi kebutuhan layanan sehari-hari.

Persaingan Bank Digital Tidak Hanya Soal Fitur

Pertumbuhan industri bank digital juga membuat persaingan antarpenyedia layanan semakin berkaitan dengan pengalaman pengguna.

Fitur yang lengkap memang penting. Namun, fitur tersebut perlu berjalan dengan baik agar memberikan manfaat bagi konsumen.

Pengguna dapat mempertimbangkan beberapa hal ketika memilih aplikasi perbankan digital. Kecepatan transaksi menjadi salah satunya.

Kemudian, stabilitas aplikasi juga memegang peranan penting. Konsumen tentu membutuhkan layanan yang dapat mereka akses ketika ingin melakukan transaksi.

Kemudahan navigasi juga tidak kalah penting. Pengguna dengan berbagai tingkat pemahaman teknologi perlu menemukan menu dan fungsi aplikasi secara jelas.

Selain itu, proses pembukaan rekening juga menjadi bagian dari pengalaman awal konsumen.

Dengan demikian, penyedia online banking perlu memperhatikan keseluruhan perjalanan pengguna, mulai dari proses registrasi hingga penggunaan fitur sehari-hari.

Kebiasaan Finansial Masyarakat Semakin Digital

Perubahan perilaku masyarakat menunjukkan bahwa layanan keuangan digital semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Dulu, masyarakat lebih sering mengandalkan kantor cabang atau mesin ATM untuk memenuhi kebutuhan perbankan. Kini, sebagian kebutuhan tersebut dapat mereka lakukan melalui smartphone.

Perubahan itu juga mendorong konsumen untuk memiliki ekspektasi baru terhadap layanan perbankan.

Mereka menginginkan proses yang praktis. Mereka juga membutuhkan akses yang cepat dan tampilan aplikasi yang mudah dipahami.

Karena itu, pertumbuhan transaksi digital tidak hanya menunjukkan kenaikan jumlah transaksi. Data tersebut juga menggambarkan perubahan cara masyarakat mengelola kebutuhan finansial.

Baca Juga :  BI Checking atau SLIK OJK Jelek? Cek Cara Memulihkan Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman

Pengalaman Pengguna Menjadi Perhatian Bank Digital

Hansal mengatakan preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring bertambahnya kebutuhan transaksi sehari-hari.

Menurut dia, semakin rutin konsumen menggunakan aplikasi untuk kebutuhan finansial, semakin penting pula pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan.

“Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari,” kata Hansal.

Ia menambahkan bahwa ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman pengguna menjadi semakin relevan bagi konsumen.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri digital banking tidak hanya menghadapi tuntutan untuk menghadirkan produk dan fitur baru.

Penyedia layanan juga perlu memperhatikan kualitas pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Pada akhirnya, pertumbuhan transaksi digital di Indonesia membuka ruang yang semakin besar bagi layanan perbankan berbasis aplikasi. Data Bank Indonesia dan temuan Ipsos Indonesia sama-sama menunjukkan satu perubahan penting: masyarakat semakin terbiasa menjalankan aktivitas finansial melalui kanal digital.

Dengan pertumbuhan transaksi mobile, internet banking, dan QRIS, aplikasi perbankan kini memiliki peran yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kecepatan, stabilitas, kelengkapan fitur, kemudahan penggunaan, dan proses onboarding menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian konsumen.

Perkembangan itu sekaligus menunjukkan bahwa masa depan layanan keuangan digital tidak hanya bergantung pada seberapa banyak fitur yang tersedia, tetapi juga pada bagaimana konsumen merasakan kemudahan ketika menggunakan layanan tersebut.(*)

Berita Terkait

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 28 September 2026: Cek Harga per Gram Semua Kadar, Ada Perubahan Menarik
Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom Ungkap 3 Tekanan Global yang Bisa Bikin Kurs Makin Tertekan
BEI Catat 6 Calon Emiten Baru, 3 Sektor Ini Siap Ramaikan Pasar Saham
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200

Selasa, 29 September 2026 - 23:25 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank

Senin, 28 September 2026 - 23:01 WIB

IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini

Berita Terbaru