TEKNOLOGI,JS- Persaingan industri perbankan digital Indonesia terus berkembang sepanjang 2026. Pertumbuhan aset menunjukkan bahwa sejumlah bank digital mampu memperluas skala bisnis secara agresif hingga semester I 2026.
Data kinerja perbankan sampai akhir Juni 2026 memperlihatkan perbedaan pertumbuhan yang cukup lebar. Ada bank digital yang mampu meningkatkan aset hingga puluhan persen dalam setahun, sementara bank lainnya hanya mencatat kenaikan tipis.
Di tengah persaingan tersebut, SeaBank masih menempati posisi teratas berdasarkan total aset. Bank yang berada dalam ekosistem Sea Group itu membukukan aset Rp52,97 triliun pada semester I 2026.
Bank Jago kemudian berada di posisi berikutnya dengan aset Rp41,42 triliun. Sementara itu, Superbank mencatat pertumbuhan aset yang sangat tinggi dan mencapai Rp27,01 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri bank digital tidak hanya berkembang dari sisi jumlah pengguna aplikasi. Pertumbuhan juga terlihat dari kemampuan bank memperbesar aset, menghimpun dana masyarakat, menyalurkan kredit, serta mengembangkan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi.
Kinerja Bank Digital Terus Menjadi Perhatian
Pertumbuhan bank digital menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi industri perbankan Indonesia.
Perbankan digital menawarkan akses layanan yang lebih praktis melalui aplikasi. Nasabah dapat membuka rekening, melakukan transfer, membayar tagihan, menabung, hingga mengakses produk pembiayaan melalui perangkat digital.
Namun, pertumbuhan jumlah pengguna saja tidak cukup untuk menggambarkan skala sebuah bank. Total aset juga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat ukuran bisnis perbankan.
Karena itu, posisi lima bank digital dengan aset terbesar pada semester I 2026 menarik perhatian.
Berdasarkan data laporan keuangan semester I 2026 yang menjadi dasar daftar ini, berikut lima bank digital dengan aset terbesar.
1. SeaBank Pimpin Bank Digital dengan Aset Rp52,97 Triliun
SeaBank berada di posisi pertama dengan total aset Rp52,97 triliun hingga akhir Juni 2026.
Jika dibandingkan dengan semester I 2025 yang mencapai Rp37,03 triliun, aset SeaBank bertambah sekitar 43,07 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan ekspansi bisnis yang cukup besar dalam satu tahun.
Kinerja SeaBank juga tidak hanya terlihat dari pertumbuhan aset. Pada semester I 2026, SeaBank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar.
Penyaluran kredit juga tumbuh signifikan. Data yang dilaporkan ANTARA menyebut kredit SeaBank meningkat 53,1 persen secara tahunan menjadi Rp39,81 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam melihat perkembangan bisnis bank digital.
Dengan aset hampir Rp53 triliun, SeaBank memiliki skala bisnis yang cukup besar dibandingkan sejumlah bank digital lainnya.
Pertumbuhan ini sekaligus membuat jarak aset SeaBank dengan bank digital yang berada di posisi berikutnya tetap cukup besar.
2. Bank Jago Catat Aset Rp41,42 Triliun
Bank Jago menempati posisi kedua dengan total aset sekitar Rp41,42 triliun pada akhir semester I 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 27,73 persen dibandingkan Rp32,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen Bank Jago menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2026, jumlah nasabah mencapai 20,1 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 14,7 juta merupakan nasabah funding pengguna aplikasi Jago.
Bank Jago juga mencatat dana pihak ketiga atau DPK sebesar Rp27,6 triliun. Angka itu meningkat 23 persen dibandingkan Rp22,4 triliun pada akhir Juni 2025.
Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp26,6 triliun atau meningkat sekitar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi Bank Jago berjalan bersamaan dengan peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana, dan penyaluran kredit.
Dari sisi kualitas kredit, Bank Jago melaporkan NPL gross sebesar 0,8 persen pada semester I 2026. Bank tersebut juga mencatat rasio kecukupan modal atau CAR sebesar 28,4 persen.
3. Superbank Tumbuh Pesat hingga Rp27,01 Triliun
Superbank berada di posisi ketiga dalam daftar bank digital berdasarkan aset.
Pada semester I 2026, total aset Superbank mencapai Rp27,01 triliun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 81,53 persen secara tahunan dibandingkan Rp14,88 triliun pada semester I 2025.
Dengan demikian, Superbank mencatat salah satu pertumbuhan aset paling tinggi di antara lima bank yang masuk dalam daftar ini.
Pertumbuhan lebih dari 80 persen menunjukkan adanya ekspansi skala bisnis yang cukup besar hanya dalam satu tahun.
Meski begitu, pertumbuhan aset perlu dilihat bersama indikator lain seperti kredit, dana pihak ketiga, kualitas aset, profitabilitas, dan permodalan.
Hal tersebut penting karena ukuran aset saja belum menggambarkan keseluruhan kondisi sebuah bank.
4. BCA Digital atau blu Punya Aset Rp20,82 Triliun
BCA Digital atau blu berada di posisi berikutnya dengan total aset Rp20,82 triliun pada semester I 2026.
Aset tersebut meningkat sekitar 16,90 persen secara tahunan dari Rp17,81 triliun pada semester I 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa BCA Digital tetap memperbesar skala bisnisnya di tengah persaingan bank digital yang semakin ramai.
BCA Digital mengembangkan layanan perbankan melalui platform blu dan memanfaatkan perkembangan ekosistem digital untuk menjangkau nasabah.
Pertumbuhan aset dua digit juga menunjukkan adanya peningkatan skala dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, jarak aset antara BCA Digital dan Superbank cukup besar. Superbank mencatat aset Rp27,01 triliun, sedangkan BCA Digital berada di kisaran Rp20,82 triliun.
Perbedaan tersebut menggambarkan ketatnya persaingan di kelompok bank digital papan atas.
5. Hibank Mencatat Aset Rp19,45 Triliun
Hibank melengkapi daftar lima bank digital berdasarkan data yang digunakan dalam artikel ini.
Pada semester I 2026, total aset Hibank tercatat Rp19,45 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 1,38 persen secara tahunan dari Rp19,19 triliun pada semester I 2025.
Dibandingkan empat bank lainnya, pertumbuhan aset Hibank terlihat jauh lebih terbatas.
Meski demikian, Hibank tetap memiliki skala aset hampir Rp20 triliun.
Pertumbuhan aset yang lebih rendah juga tidak otomatis menunjukkan kondisi keseluruhan bank. Untuk melihat kinerja secara menyeluruh, pembaca perlu melihat laba, kredit, DPK, NPL, CAR, efisiensi, serta strategi bisnis masing-masing bank.
Daftar Aset 5 Bank Digital Terbesar Semester I 2026
Berikut ringkasan data aset lima bank digital yang dibahas:
Bank Digital- Aset Semester I 2026- Pertumbuhan YoY
- SeaBank- Rp52,97 triliun- 43,07%
- Bank Jago- Rp41,42 triliun- 27,73%
- Superbank- Rp27,01 triliun- 81,53%
- BCA Digital- Rp20,82 triliun- 16,90%
- Hibank- Rp19,45 triliun- 1,38%
Dari data tersebut terlihat bahwa Superbank mencatat pertumbuhan aset paling tinggi secara persentase di antara lima bank dalam daftar, sedangkan SeaBank mempunyai jumlah aset terbesar.
Perbedaan tersebut penting karena pertumbuhan persentase dan ukuran aset merupakan dua hal yang berbeda.
Bank dengan aset lebih kecil dapat mencatat pertumbuhan persentase lebih tinggi ketika melakukan ekspansi dari basis aset yang lebih rendah. Sebaliknya, bank dengan aset lebih besar membutuhkan tambahan nominal yang jauh lebih besar untuk menghasilkan persentase pertumbuhan yang sama.(*)










