SUNGAIPENUH,JS- Kinerja pembangunan Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin, S.H. dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menunjukkan sejumlah perkembangan di berbagai sektor.
Mulai dari pertumbuhan ekonomi 4,39 persen, penurunan angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur bernilai puluhan miliar rupiah, hingga keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 14 kali berturut-turut.
Berbagai capaian tersebut menggambarkan arah pembangunan Pemerintah Kota Sungai Penuh yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perumahan, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Di bawah semangat Kerja Serius dan Ketulusan, Bergerak Membangun Kota Sungai Penuh, Alfin-Azhar terus mendorong program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu indikator yang menarik perhatian yakni pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025, ekonomi Kota Sungai Penuh tumbuh sebesar 4,39 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp11,07 triliun.
Tidak hanya itu, PDRB per kapita juga mengalami peningkatan. Pada 2020, nilainya tercatat Rp78,55 juta. Sementara pada 2025, angka tersebut mencapai Rp108,71 juta.
Peningkatan ini memperlihatkan perkembangan nilai aktivitas ekonomi daerah dalam lima tahun terakhir. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat.
1. Ekonomi Tumbuh 4,39 Persen, PDRB Capai Rp11,07 Triliun
Sektor ekonomi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah.
Kota Sungai Penuh mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,39 persen pada 2025. Angka tersebut berjalan seiring dengan peningkatan nilai PDRB yang mencapai Rp11,07 triliun.
Selain pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita juga memperlihatkan perkembangan cukup signifikan. Dari Rp78,55 juta pada 2020, nilainya meningkat menjadi Rp108,71 juta pada 2025.
Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan aktivitas perekonomian Kota Sungai Penuh, termasuk sektor perdagangan, jasa, dan berbagai kegiatan usaha masyarakat.
Ke depan, tantangan pemerintah daerah yakni menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
2. Angka Kemiskinan Turun Menjadi 3,05 Persen
Di sektor kesejahteraan sosial, Pemerintah Kota Sungai Penuh mencatat penurunan angka kemiskinan dari 3,23 persen pada 2025 menjadi 3,05 persen pada 2026.
Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 160 penduduk dalam kategori miskin.
Selain itu, rasio Gini Kota Sungai Penuh berada pada angka 0,33. Indikator ini memberikan gambaran mengenai tingkat ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,09 persen. Angka tersebut berada di bawah tingkat pengangguran Provinsi Jambi dan nasional.
Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sungai Penuh mencapai 78,89 dan masuk kategori tinggi.
Kombinasi indikator tersebut menjadi gambaran perkembangan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pemerintah perlu menjaga konsistensi program pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Reformasi Birokrasi Meningkat, Kota Sungai Penuh Raih 14 Kali WTP
Tidak hanya sektor ekonomi dan sosial, Alfin-Azhar juga menghadapi tantangan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Salah satu perkembangannya terlihat dari peningkatan nilai reformasi birokrasi. Pemerintah Kota Sungai Penuh berhasil meraih predikat B setelah sebelumnya memperoleh predikat C.
Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan dalam upaya memperbaiki administrasi pemerintahan, pengelolaan organisasi, serta kualitas pelayanan publik.
Di sisi pengelolaan keuangan daerah, Kota Sungai Penuh kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Dengan pencapaian tersebut, Kota Sungai Penuh berhasil mempertahankan opini WTP sebanyak 14 kali berturut-turut.
Prestasi ini menjadi indikator penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah juga perlu mempertahankan kualitas perencanaan dan penggunaan anggaran agar setiap program memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
4. Pembangunan Pasar Sungai Penuh Telan Anggaran Rp51,5 Miliar
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu agenda strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh.
Salah satu proyek utama yakni pembangunan Pasar Sungai Penuh dengan anggaran sekitar Rp51,5 miliar. Pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai pada akhir 2026.
Kehadiran pasar yang lebih representatif diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Selain itu, fasilitas perdagangan yang memadai dapat mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya tarik pusat perdagangan kota.
Pembangunan pasar juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan sehari-hari.
Karena itu, penyelesaian proyek sesuai target menjadi perhatian penting agar masyarakat segera menikmati manfaat pembangunan tersebut.
Selain pembangunan pasar, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengalokasikan anggaran sekitar Rp51,3 miliar untuk pembangunan jalan.
Program ini bertujuan meningkatkan kemantapan infrastruktur jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Kondisi jalan yang baik memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi. Akses transportasi yang lancar membantu masyarakat menjangkau pusat perdagangan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta kawasan produktif lainnya.
Dengan demikian, pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan antarkawasan.
6. Normalisasi Sungai Rp23,9 Miliar untuk Mengurangi Risiko Banjir
Persoalan banjir dan pengelolaan sumber daya air juga masuk dalam agenda pembangunan pemerintah daerah.
Untuk mendukung penanganan persoalan tersebut, Pemkot Sungai Penuh menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui program normalisasi sungai.
Normalisasi sungai bertujuan menjaga kapasitas aliran air, memperbaiki kondisi saluran, serta mengurangi risiko luapan sungai ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Langkah tersebut penting mengingat perlindungan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat membutuhkan sistem pengendalian air yang memadai.
7. IPA Rawang Berkapasitas 50 Liter per Detik Ditargetkan Beroperasi 2027
Pelayanan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang terus mendapat perhatian.
Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di Kecamatan Hamparan Rawang. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Kehadiran IPA Rawang diharapkan memperkuat kapasitas produksi air bersih dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Selain mendukung kebutuhan rumah tangga, peningkatan kapasitas pengolahan air juga penting untuk menunjang kegiatan usaha dan pelayanan publik.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain optimalisasi lahan, pemerintah juga menerima dukungan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Dukungan lainnya datang melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang mencakup 10 titik.
Ketersediaan sarana pertanian dan infrastruktur irigasi menjadi faktor penting dalam membantu petani meningkatkan hasil produksi.
Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap sektor pertanian dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.
9. Program Bedah Rumah Meningkat Menjadi 671 Unit
Sektor perumahan juga menunjukkan perkembangan melalui program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Pada 2025, program tersebut mencakup 181 unit rumah. Jumlahnya meningkat menjadi 671 unit pada 2026.
Peningkatan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Rumah yang layak tidak hanya memberikan perlindungan bagi penghuninya, tetapi juga mendukung kesehatan, kenyamanan, dan kualitas kehidupan keluarga.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih aman dan memenuhi kebutuhan dasar.
10. Fasilitas Kesehatan Diperkuat, ICU dan CT Scan Jadi Perhatian
Dalam sektor kesehatan, Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong pengembangan sarana dan fasilitas pelayanan medis.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian antara lain Intensive Care Unit (ICU), layanan KJSU, CT Scan, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya.
Pengembangan fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan daerah.
Ketersediaan peralatan medis dan ruang pelayanan yang memadai dapat membantu tenaga kesehatan memberikan penanganan lebih optimal kepada pasien.
11. Sebanyak 28 Sekolah Mendapat Program Revitalisasi 2026
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian dalam agenda pembangunan Alfin-Azhar.
Pada 2026, sebanyak 28 unit sekolah di Kota Sungai Penuh mendapatkan program revitalisasi melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sarana pendidikan sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang lebih memadai.
Pembangunan pendidikan juga berjalan melalui program Beasiswa Juara yang menjangkau 2.274 pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Selain itu, pemerintah mengembangkan beasiswa prestasi, beasiswa tahfidz, serta bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
12. Beasiswa 2.274 Pelajar dan 5.010 Seragam Sekolah Gratis
Upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan juga terlihat melalui program seragam sekolah gratis.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menyediakan 5.010 seragam sekolah bagi siswa baru.
Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran orang tua, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Jika dikombinasikan dengan program Beasiswa Juara, bantuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda.
Di bidang prestasi, Kota Sungai Penuh juga memperoleh penghargaan tingkat regional Sumatera dalam kategori akses pendidikan.
Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pemerataan layanan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
13. Inovasi 3S Dorong Kepedulian Sosial Masyarakat
Selain program pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kepedulian sosial.
Salah satunya melalui program 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah.
Konsep ini menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Dengan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap semangat gotong royong semakin kuat dan mampu membantu warga yang membutuhkan.
14. Sebanyak 3.114 Fasilitasi Perizinan Dukung UMKM
Penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Sungai Penuh.
Dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah mencatat sebanyak 3.114 fasilitasi perizinan usaha dan pembinaan penanaman modal.
Program tersebut mendukung pelaku usaha dalam memperoleh legalitas, mengembangkan kegiatan bisnis, serta meningkatkan kapasitas usaha.
Kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor penting karena legalitas usaha dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan, mengikuti program pembinaan, dan memperluas pasar.
Ke depan, pengembangan UMKM juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, dan penguatan daya saing.
15. Raih Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Tingkat Sumatera
Sejumlah penghargaan tingkat regional turut melengkapi capaian pembangunan Kota Sungai Penuh.
Salah satunya penghargaan sebagai juara dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting tingkat Sumatera.
Penghargaan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong program kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Penanganan kemiskinan dan stunting memang membutuhkan pendekatan lintas sektor. Pemerintah perlu mengintegrasikan program kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi, sanitasi, serta perlindungan sosial agar hasilnya berkelanjutan.
Karena itu, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program yang menyentuh kebutuhan keluarga dan anak-anak.
Alfin-Azhar Dorong Pembangunan yang Berdampak Langsung
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan proyek fisik. Pemerintah juga perlu memperkuat perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses kesehatan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong program yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat.
Penghargaan di tingkat regional maupun nasional juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memastikan setiap program berjalan efektif. Konsistensi pelaksanaan, ketepatan
penggunaan anggaran, serta pengawasan terhadap hasil pembangunan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Ke depan, Pemkot Sungai Penuh membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai capaian tersebut memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan berbagai program yang telah berjalan, kepemimpinan Alfin-Azhar menargetkan pembangunan Kota Sungai Penuh tidak hanya terlihat dari angka dan penghargaan, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.(AN)










