Jaringan Tak Stabil, Warga Kecamatan Batang Merangin Kesulitan Akses Internet

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Persoalan akses internet kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Kali ini, warga Kecamatan Batang Merangin mengeluhkan kualitas jaringan telekomunikasi yang tidak stabil, terutama di wilayah Bedeng V hingga Muara Emat.

Masyarakat mengaku kesulitan mengakses internet karena sinyal sering hilang secara tiba-tiba. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jaringan internet mengalami gangguan total sehingga warga tidak dapat menggunakan layanan digital seperti biasanya.

Keluhan tersebut muncul karena internet kini memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi sarana komunikasi, jaringan internet juga membantu warga memperoleh informasi pemerintah, mengakses layanan publik, menjalankan usaha, hingga memenuhi kebutuhan pendidikan.

Namun, kondisi jaringan yang tidak menentu membuat masyarakat Batang Merangin harus menghadapi berbagai kendala. Warga tidak hanya kesulitan membuka halaman internet, tetapi juga sering kehilangan akses ketika membutuhkan informasi penting.

Salah seorang warga Bedeng 12 membenarkan persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat di desanya sudah cukup lama menghadapi jaringan internet yang tidak stabil.

“Jaringannya hilang timbul, sehingga akses internet di desa kami sangat sulit didapat. Jadi wajar kami sering ketinggalan informasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gangguan jaringan bukan persoalan baru bagi masyarakat setempat. Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum memberikan kenyamanan bagi warga yang membutuhkan akses internet setiap hari.

Karena itu, masyarakat berharap pihak Telkomsel segera memperhatikan persoalan jaringan di kawasan tersebut. Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci ikut mendorong peningkatan kualitas layanan telekomunikasi, terutama di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

“Kita berharap ada perbaikan jaringan internet, karena tanpa internet saat ini membuat sejumlah aktivitas terganggu, terutama dalam mendapatkan informasi dari pemerintah,” sebutnya.

Internet Tidak Stabil, Warga Batang Merangin Kesulitan Mendapatkan Informasi

Di tengah perkembangan teknologi digital, akses internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Informasi yang sebelumnya hanya bisa warga peroleh melalui pertemuan langsung atau media konvensional, kini tersedia melalui berbagai platform digital.

Pemerintah juga semakin banyak menggunakan kanal online untuk menyampaikan pengumuman, pelayanan administrasi, program bantuan, hingga informasi pembangunan daerah.

Sayangnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kualitas jaringan rendah.

Masyarakat Bedeng V hingga Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, masih menghadapi persoalan koneksi internet yang tidak konsisten. Ketika jaringan menghilang, warga otomatis kehilangan akses terhadap berbagai informasi yang tersedia secara daring.

Situasi ini tentu menjadi perhatian karena keterbatasan internet dapat memperlebar kesenjangan informasi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Warga yang tinggal di daerah dengan jaringan stabil bisa memperoleh informasi dalam hitungan detik. Sebaliknya, masyarakat yang menghadapi gangguan sinyal harus menunggu hingga jaringan kembali normal.

Akibatnya, akses terhadap informasi digital tidak berjalan secara merata.

Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi perlu berjalan seiring dengan perkembangan layanan pemerintahan berbasis digital.

Baca Juga :  Pemutihan PKB Jambi Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga Akhir Desember 2026

Aktivitas Masyarakat Ikut Terganggu Akibat Gangguan Jaringan

Persoalan jaringan internet tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan ketika menggunakan telepon genggam. Lebih jauh, kualitas jaringan turut memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.

Saat ini, banyak warga memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dengan keluarga, mencari informasi pekerjaan, menjalankan transaksi digital, hingga mengakses layanan perbankan.

Pelaku usaha kecil juga membutuhkan koneksi internet untuk mempromosikan produk, berkomunikasi dengan pelanggan, dan menerima pesanan.

Ketika jaringan sering terputus, aktivitas tersebut tentu menghadapi hambatan.

Masyarakat yang mengandalkan komunikasi melalui aplikasi pesan instan, misalnya, harus menunggu hingga sinyal kembali tersedia. Begitu pula warga yang membutuhkan akses terhadap dokumen digital atau informasi tertentu.

Bagi pelajar, koneksi internet juga memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan belajar. Mereka membutuhkan akses terhadap materi pembelajaran, referensi pendidikan, serta berbagai sumber pengetahuan yang tersedia secara online.

Namun, gangguan jaringan dapat mengurangi kemudahan tersebut.

Meski demikian, warga Batang Merangin tidak sekadar mengharapkan jaringan internet untuk memenuhi kebutuhan hiburan atau penggunaan media sosial. Mereka justru menekankan pentingnya akses informasi yang lebih mudah dan merata.

Salah satu persoalan yang mereka soroti ialah kesulitan memperoleh informasi pemerintah ketika jaringan mengalami gangguan.

Padahal, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan jelas mengenai berbagai program, kebijakan, serta pelayanan pemerintah daerah.

Bedeng V hingga Muara Emat Harapkan Pemerataan Infrastruktur Digital

Keluhan warga dari kawasan Bedeng V hingga Muara Emat memperlihatkan pentingnya pemerataan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Kerinci.

Pembangunan jaringan internet tidak cukup hanya mengutamakan wilayah pusat pemerintahan atau kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi.

Masyarakat di desa juga membutuhkan kesempatan yang sama untuk menikmati layanan komunikasi digital dengan kualitas memadai.

Terlebih lagi, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi.

Karena itu, ketersediaan jaringan internet yang stabil perlu menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Festival Kerinci 2026 Segera Digelar, Ini Jadwal dan Deretan Atraksi Budaya yang Bisa Disaksikan

Pemerataan akses digital juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan koneksi yang memadai, pelaku UMKM dapat memperluas pemasaran produk melalui platform digital.

Petani pun dapat mencari informasi mengenai harga komoditas, perkembangan pasar, serta berbagai pengetahuan yang mendukung kegiatan pertanian.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital untuk mengakses informasi administrasi dan pelayanan publik tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pemerintahan.

Akan tetapi, semua manfaat tersebut membutuhkan infrastruktur jaringan yang mampu memberikan koneksi secara konsisten.

Tanpa dukungan jaringan yang memadai, berbagai program transformasi digital berpotensi sulit menjangkau masyarakat secara merata.

Warga Minta Telkomsel Mengevaluasi Kualitas Jaringan

Sebagai salah satu pihak yang menjadi harapan masyarakat, Telkomsel diharapkan segera memperhatikan keluhan warga Kecamatan Batang Merangin.

Masyarakat membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas jaringan dalam jangka panjang.

Evaluasi terhadap kondisi jaringan menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab gangguan yang sering warga alami.

Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kualitas sinyal, kapasitas jaringan, kondisi perangkat telekomunikasi, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur di wilayah yang mengalami gangguan.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan kepastian mengenai langkah penanganan yang dapat Telkomsel lakukan.

Warga berharap perusahaan telekomunikasi tersebut membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar keluhan yang mereka sampaikan mendapat perhatian.

Sebab, persoalan jaringan yang berlangsung cukup lama dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan telekomunikasi.

Terlebih lagi, masyarakat menggunakan layanan internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, peningkatan kualitas jaringan bukan hanya menyangkut kepentingan pelanggan, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan akses informasi dan perkembangan ekonomi masyarakat.

Pemkab Kerinci Diminta Ikut Mendorong Pemerataan Internet

Selain meminta perhatian Telkomsel, masyarakat juga berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap informasi dan layanan publik secara lebih merata.

Apalagi, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai sektor pelayanan.

Namun, kebijakan digitalisasi membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang memadai hingga ke wilayah pedesaan.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu menjadikan persoalan jaringan internet sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan infrastruktur daerah.

Pemkab Kerinci dapat mendorong koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi, melakukan pemetaan wilayah dengan kualitas jaringan rendah, serta menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pihak terkait.

Langkah tersebut penting agar persoalan jaringan tidak hanya muncul sebagai keluhan masyarakat, tetapi juga memperoleh tindak lanjut melalui koordinasi antarpihak.

Pemerintah juga dapat mengidentifikasi desa yang menghadapi keterbatasan akses digital untuk menentukan kebutuhan infrastruktur secara lebih tepat.

Dengan demikian, upaya pemerataan jaringan internet dapat berjalan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Kesenjangan Internet Berpotensi Menghambat Perkembangan Ekonomi Desa

Kualitas internet yang tidak merata juga dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi digital.

Masyarakat yang memiliki akses internet stabil mempunyai peluang lebih besar untuk memanfaatkan berbagai layanan berbasis teknologi.

Sebaliknya, warga yang tinggal di kawasan dengan jaringan buruk harus menghadapi keterbatasan ketika ingin mengikuti perkembangan ekonomi digital.

Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan pelaku UMKM dalam memperluas pasar, terutama ketika mereka ingin memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menawarkan produk.

Padahal, usaha kecil di wilayah pedesaan memiliki potensi untuk menjangkau konsumen lebih luas melalui pemasaran online.

Selain sektor perdagangan, masyarakat juga membutuhkan akses internet untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja, pelatihan keterampilan, dan berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Ketersediaan internet yang stabil dapat membantu masyarakat mengakses peluang tersebut dengan lebih mudah.

Karena itu, persoalan jaringan di Batang Merangin tidak seharusnya dipandang hanya sebagai gangguan teknis pada layanan telepon seluler.

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan kesempatan masyarakat desa untuk menikmati manfaat perkembangan teknologi.

Warga Menunggu Langkah Nyata Perbaikan Jaringan

Hingga kini, masyarakat berharap keluhan mengenai jaringan internet di kawasan Bedeng V hingga Muara Emat mendapat perhatian serius.

Warga menginginkan koneksi yang lebih stabil agar mereka tidak terus menghadapi gangguan ketika membutuhkan informasi atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

Harapan tersebut juga mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang lebih merata, termasuk dalam sektor infrastruktur digital.

Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi, akses internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.

Jaringan internet sudah menjadi salah satu kebutuhan penting yang mendukung komunikasi, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

Oleh karena itu, masyarakat berharap Telkomsel dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dapat segera berkoordinasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan jaringan internet yang stabil, sehingga masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi dan memanfaatkan layanan digital.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada langkah nyata pihak terkait dalam menjawab keluhan tersebut.

Sebab, pemerataan akses internet bukan hanya tentang memperkuat sinyal di telepon genggam, melainkan juga membuka kesempatan bagi masyarakat desa untuk berkembang di tengah era digital.(TIM)

Berita Terkait

Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting
Pemutihan PKB Jambi Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga Akhir Desember 2026
PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak
Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci
Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300
Festival Kerinci 2026 Segera Digelar, Ini Jadwal dan Deretan Atraksi Budaya yang Bisa Disaksikan
Hasil Seleksi Segera Diumumkan; Siapa Isi 5 Kursi Kepala OPD Sungai Penuh?, Ini Kata BKPSDM
Bimtek BPD Sungai Penuh Sesuai Prosedur? Benarkah, Publik Terus Pertanyakan Dasar Anggarannya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Jaringan Tak Stabil, Warga Kecamatan Batang Merangin Kesulitan Akses Internet

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300

Berita Terbaru