Wali Kota Alfin Ingatkan Bahaya DBD di Sungai Penuh, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia mengajak seluruh warga meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta melindungi anggota keluarga dari risiko gigitan nyamuk penyebab demam berdarah.

Imbauan tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat, mengingat DBD merupakan penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius apabila penderita terlambat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Alfin mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau petugas kesehatan. Setiap keluarga harus mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan rumah, halaman, saluran air, serta lingkungan tempat tinggal.

Selain itu, masyarakat perlu mengenali gejala awal DBD agar dapat segera mengambil tindakan ketika anggota keluarga mengalami demam tinggi atau keluhan lain yang mengarah pada infeksi dengue.

Warga juga perlu segera melaporkan temuan kasus DBD kepada Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh. Langkah tersebut penting agar petugas kesehatan dapat menindaklanjuti laporan dan melakukan upaya pengendalian sesuai kebutuhan di lingkungan yang terdampak.

Alfin Minta Masyarakat Tidak Anggap Remeh Ancaman DBD

Penyakit demam berdarah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di lingkungan rumah, terutama pada tempat penampungan air yang jarang dibersihkan.

Karena itu, Alfin mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Warga harus memperhatikan kondisi lingkungan setiap hari, bukan hanya ketika muncul kasus demam berdarah.

Kebiasaan sederhana seperti memeriksa bak mandi, membersihkan ember, menutup tempat penyimpanan air, hingga menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air dapat membantu menekan perkembangbiakan nyamuk.

Terlebih lagi, lingkungan permukiman yang memiliki banyak wadah penampung air dapat memberikan kesempatan bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Oleh sebab itu, setiap kepala keluarga perlu mengajak seluruh anggota rumah untuk melakukan pemeriksaan lingkungan secara rutin.

Kenali Gejala DBD Sebelum Kondisi Semakin Parah

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga harus memahami gejala demam berdarah. Pengetahuan ini sangat penting agar keluarga tidak terlambat membawa anggota keluarga yang sakit ke fasilitas kesehatan.

DBD merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Setelah seseorang terkena gigitan nyamuk pembawa virus, gejala biasanya muncul beberapa hari kemudian.

Salah satu gejala yang paling sering muncul ialah demam tinggi secara mendadak. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala hebat, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri tubuh, serta muncul ruam atau bintik kemerahan pada kulit.

Pada kondisi tertentu, penderita juga mengalami perdarahan seperti mimisan dan gusi berdarah.

Masyarakat perlu memahami bahwa gejala setiap penderita tidak selalu sama. Karena itu, warga sebaiknya tidak mendiagnosis penyakit hanya berdasarkan tanda-tanda yang terlihat.

Jika anak, orang tua, atau anggota keluarga mengalami demam tinggi, segera periksakan kondisinya ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan tenaga medis.

Hal penting lainnya, turunnya suhu tubuh tidak selalu menandakan penderita sudah sembuh. Pada sebagian kasus, fase kritis DBD justru muncul ketika demam mulai mereda.

Warga perlu segera mencari pertolongan medis apabila penderita mengalami nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh sangat lemas, gelisah, tangan dan kaki terasa dingin, atau penurunan kesadaran.

Terapkan 3M Plus, Cara Sederhana Melindungi Keluarga dari DBD

Salah satu langkah utama untuk mencegah demam berdarah ialah menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus.

Gerakan ini mengajak masyarakat menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk sekaligus mengurangi risiko gigitan nyamuk di lingkungan rumah.

Berikut tiga langkah utama yang perlu masyarakat lakukan:

1. Menguras tempat penampungan air

Masyarakat perlu membersihkan bak mandi, ember, drum, toren, serta wadah lain yang menampung air secara rutin.

Jangan hanya membuang air. Warga juga perlu menyikat bagian dalam wadah agar telur dan jentik nyamuk tidak berkembang.

2. Menutup tempat penampungan air

Pastikan seluruh tempat penyimpanan air memiliki penutup yang rapat. Langkah ini dapat mengurangi kesempatan nyamuk masuk dan bertelur di dalam wadah.

Perhatikan juga tempat penampungan air yang berada di halaman, belakang rumah, maupun area yang jarang mendapat perhatian.

3. Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas

Kaleng, botol plastik, ban bekas, tempurung kelapa, dan barang lain yang dapat menampung air perlu segera dibersihkan.

Masyarakat dapat mendaur ulang barang yang masih memiliki nilai guna. Sementara itu, barang yang tidak terpakai harus dibuang dengan cara yang tepat agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain tiga langkah tersebut, masyarakat perlu menerapkan berbagai tindakan tambahan atau Plus.

Misalnya, menggunakan obat antinyamuk, memasang kelambu, memasang kawat kasa pada ventilasi, memelihara ikan pemakan jentik, serta menanam tanaman yang dapat membantu mengusir nyamuk.

Warga juga perlu memperbaiki saluran air yang tersumbat dan membersihkan talang rumah secara berkala.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Keluarkan Surat Penting! ASN Diminta Tak Bawa Kendaraan 8 November

Jangan Menunggu Kasus Muncul, Bersihkan Lingkungan Secara Rutin

Pencegahan DBD membutuhkan konsistensi. Membersihkan lingkungan hanya ketika ada warga yang terserang demam berdarah tentu tidak cukup untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk.

Karena itu, masyarakat perlu membangun kegiatan gotong royong secara rutin. Setiap warga dapat memeriksa halaman rumah, membersihkan saluran air, mengangkat sampah, serta memastikan tidak ada wadah terbuka yang menampung air hujan.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada lingkungan sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum, dan lokasi berkumpul masyarakat.

Pasalnya, nyamuk tidak hanya berkembang biak di satu rumah. Lingkungan sekitar yang kurang terawat juga dapat meningkatkan risiko gigitan nyamuk bagi keluarga lainnya.

Dengan demikian, upaya pencegahan DBD membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah kelurahan, petugas kesehatan, dan berbagai unsur lingkungan.

Jika Ada Kasus DBD, Segera Laporkan ke Dinas Kesehatan

Selain mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, Alfin mengingatkan pentingnya pelaporan apabila warga menemukan kasus atau dugaan kasus DBD.

Masyarakat sebaiknya segera menghubungi Puskesmas atau Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh ketika menemukan anggota keluarga maupun warga sekitar yang mengalami gejala mengarah pada demam berdarah.

Jangan menunggu sampai kondisi penderita memburuk. Pemeriksaan medis sejak awal dapat membantu tenaga kesehatan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Laporan dari masyarakat juga dapat membantu petugas kesehatan mengetahui lokasi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Selanjutnya, petugas kesehatan dapat melakukan tindak lanjut sesuai hasil penilaian lapangan, termasuk penyuluhan, pemeriksaan jentik, dan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Masyarakat juga perlu bekerja sama dengan petugas ketika mereka melakukan pemantauan lingkungan. Dengan begitu, upaya pengendalian DBD dapat berjalan lebih efektif.

Namun, warga tetap perlu memahami bahwa fogging bukan satu-satunya cara untuk memberantas DBD. Pemberantasan sarang nyamuk dan pemeriksaan jentik secara rutin tetap menjadi bagian penting dari pencegahan.

Segera Periksa Jika Mengalami Gejala Demam Berdarah

Ketika anggota keluarga mengalami demam tinggi, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengobatan sendiri di rumah.

Segera konsultasikan kondisi penderita kepada tenaga medis. Dokter akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi pasien.

Selama menjalani perawatan, penderita perlu mendapatkan istirahat cukup dan asupan cairan yang memadai sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Hindari memberikan obat sembarangan, terutama aspirin atau obat antiinflamasi seperti ibuprofen, karena obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan pada penderita dengue.

Orang tua juga harus memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Jika anak mengalami demam, tampak lemas, sulit minum, atau menunjukkan tanda bahaya, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Pada akhirnya, menjaga keluarga dari ancaman DBD membutuhkan kepedulian setiap orang. Kebersihan rumah, pengendalian jentik, perlindungan dari gigitan nyamuk, serta pelaporan kasus secara cepat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Melalui imbauan Wali Kota Alfin, masyarakat Sungai Penuh diharapkan semakin sadar bahwa pencegahan demam berdarah harus dimulai dari rumah masing-masing.

Jangan menunggu ada anggota keluarga yang sakit. Mulailah membersihkan lingkungan, menerapkan 3M Plus, dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila menemukan dugaan kasus DBD.(AN)

Berita Terkait

Bupati M Syukur Dorong Petani Merangin Perkuat Produksi Cabai, Desa Rasau Jadi Percontohan
Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun! Berikut Capaian Pemerintahan Alfin-Azhar di Sungai Penuh
Kasus ISPA Jambi Turun 973 Kasus, Ancaman Gangguan Pernapasan Masih Mengintai
Ramuan Herbal untuk Anak Saat Musim Hujan, Ini Resep Madu Bawang Jahe dan Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua
Terlalu Lama ‘Parkir’, Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV di Kerinci Mulai Menggerutu Menunggu Reshufle
BKPSDM Buka Sinyal Seleksi 4 Kepala OPD Sungai Penuh, Asesmen Ditargetkan Akhir Bulan
Tegas! Pembuang Sampah Sembarangan di Sungai Penuh Terancam Ditindak dan Diviralkan
Satgas PKH Sisir TNKS Kerinci-Merangin, Alat Berat dan Jejak Tambang Emas Ilegal Ditemukan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 06:01 WIB

Wali Kota Alfin Ingatkan Bahaya DBD di Sungai Penuh, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan

Sabtu, 7 November 2026 - 22:01 WIB

Bupati M Syukur Dorong Petani Merangin Perkuat Produksi Cabai, Desa Rasau Jadi Percontohan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:01 WIB

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun! Berikut Capaian Pemerintahan Alfin-Azhar di Sungai Penuh

Sabtu, 7 November 2026 - 16:05 WIB

Kasus ISPA Jambi Turun 973 Kasus, Ancaman Gangguan Pernapasan Masih Mengintai

Sabtu, 7 November 2026 - 15:01 WIB

Ramuan Herbal untuk Anak Saat Musim Hujan, Ini Resep Madu Bawang Jahe dan Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua

Berita Terbaru