Darurat Pinjol Ilegal di Kalangan Pelajar, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pelajar terjebak pinjol

Ilustrasi Pelajar terjebak pinjol

JAKARTA,JS- Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal semakin mengkhawatirkan. Banyak penyedia pinjaman ilegal kini menyasar pelajar. Akses internet yang mudah, gaya hidup, dan rendahnya pemahaman finansial membuat pelajar menjadi target empuk.

Banyak pelajar tergoda memakai pinjol ilegal untuk kebutuhan gaya hidup atau keadaan mendesak. Situasi ini memburuk karena mereka belum memiliki penghasilan tetap. Sebagian pelajar juga takut meminta bantuan finansial kepada orang tua, sehingga memilih pinjaman instan.

Minimnya literasi keuangan membuat pelajar sulit membedakan pinjaman legal dan ilegal. Akibatnya, banyak dari mereka mengambil pinjaman berbunga tinggi. Kondisi ini sering menimbulkan tekanan psikologis dan ancaman sebar data dari pihak penagih.

Baca Juga :  Hindari, 5 Kebiasaan ini Bisa Membuat Tarikan Motor Matik Berat

Sahabat Pegadaian mengingatkan pelajar agar lebih waspada terhadap modus pinjol ilegal. Beberapa ciri umum antara lain tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pencairan yang terlalu mudah tanpa verifikasi, serta bunga dan denda yang tidak jelas. Banyak layanan ilegal juga meminta akses data pribadi secara berlebihan dan tidak memiliki saluran pengaduan resmi.

Baca Juga :  Hujan Deras, Artis Sumatera Ikut Jadi Korban Banjir

Untuk mencegah lebih banyak pelajar terjerat, Sahabat Pegadaian memberikan sejumlah langkah praktis. Pelajar perlu memeriksa legalitas layanan, menolak penawaran yang terlalu menarik, dan membatasi akses data pribadi pada aplikasi. Edukasi keuangan sejak dini juga membantu pelajar mengatur kebutuhan bulanan dengan lebih bijak.

Sahabat Pegadaian menegaskan bahwa ketika pelajar membutuhkan dana mendesak, mereka sebaiknya berbicara dengan orang tua atau guru. Dukungan lingkungan terdekat jauh lebih aman daripada mengambil risiko melalui pinjol ilegal.

Berita Terkait

Awal Puasa 2026: Muhammadiyah Sudah Tetap, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Pemerintah Kunci 58% Dana Desa 2026 untuk KDMP
Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak
Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mengurus dan Biayanya
Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua
Merangin Kekurangan Kepala Sekolah, 134 Posisi Masih Kosong!
Disdik Jambi Atur Pola Belajar Selama Ramadan 1447 H, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:30 WIB

Awal Puasa 2026: Muhammadiyah Sudah Tetap, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:00 WIB

Pemerintah Kunci 58% Dana Desa 2026 untuk KDMP

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:00 WIB

Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mengurus dan Biayanya

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:30 WIB

Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:30 WIB

Merangin Kekurangan Kepala Sekolah, 134 Posisi Masih Kosong!

Berita Terbaru

Kode Redeem FF Hari ini

Dunia Game

FF 16 Feb 2026: Klaim Kode Redeem Sebelum Kuota Habis!

Senin, 16 Feb 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Dana desa untuk Kopdes

Bisnis

Pemerintah Kunci 58% Dana Desa 2026 untuk KDMP

Minggu, 15 Feb 2026 - 23:00 WIB

Mainkan tiga game ini dapatkan saldo DANA

Lifestyle

Tiga Game Penghasil Saldo DANA yang Bisa Dicoba di 2026

Minggu, 15 Feb 2026 - 22:30 WIB