Arab Saudi Lakukan Serangan Udara ke Posisi Separatis di Yaman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak serangan Arab Saudi ke Yaman

Tampak serangan Arab Saudi ke Yaman

INTERNASIONAL,JS- Arab Saudi Lakukan Serangan Udara ke Posisi Separatis di Yaman

Arab Saudi menyerang pasukan separatis di Hadhramaut, Yaman, Jumat (26/12/2025). Serangan ini muncul di tengah ketegangan antara negara-negara kuat di Jazirah Arab yang mendukung Pemerintah Yaman.

STC dan Media Lokal Konfirmasi Serangan

Selain itu, Dewan Transisi Selatan (STC), yang didukung Uni Emirat Arab (UEA), serta beberapa media lokal, mengonfirmasi serangan itu. Aden Independent Channel, media yang berafiliasi dengan STC, melaporkan melalui media sosial:
“Angkatan Udara Saudi membom posisi Pasukan Elite Hadrami di Wadi Nahb, Hadhramaut.”

Baca Juga :  Hak Palestina, Iran Tolak Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Sejauh ini, AFP belum menerima laporan resmi mengenai korban jiwa.

Latar Belakang Ketegangan

Serangan ini terjadi sehari setelah Arab Saudi meminta STC meninggalkan Hadhramaut dan Mahra, dua provinsi yang mereka kuasai awal bulan ini.

Dengan demikian, ketegangan menunjukkan perbedaan kepentingan antara Arab Saudi dan UEA, meski keduanya mendukung Pemerintah Yaman. Pemerintah Yaman kini merupakan koalisi berbagai kelompok yang bersatu melawan Houthi, kelompok yang mendapat dukungan Iran.

Baca Juga :  Gaza, Warga Bertahan dengan Cahaya Lilin dan Senter Ponsel

STC Klaim Dua Serangan Udara

Lebih lanjut, juru bicara STC menyatakan Arab Saudi melancarkan dua serangan udara di wilayah tersebut.

Awal Desember, STC dengan dukungan penuh UEA mengusir pasukan pemerintah dari mayoritas wilayah selatan Yaman, termasuk Hadhramaut dan Mahra. Akibatnya, kekhawatiran meningkatnya ketidakstabilan di wilayah yang sudah lama dilanda konflik muncul kembali.

Tujuan Politik STC

Selain faktor militer, STC menegaskan agenda politik berbeda dari pemerintah pusat. Kelompok ini ingin memisahkan diri dan membentuk kembali negara Yaman Selatan, yang merdeka sebelum penyatuan Yaman pada 1990.

Arab Saudi Belum Memberi Pernyataan

Hingga Jumat malam, Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan ini.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru