KESEHATAN,JS- Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai “pembunuh senyap” karena tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, meskipun kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Hipertensi sering kali tidak terdeteksi hingga komplikasi berat muncul. Salah satu jenis hipertensi yang perlu Anda waspadai adalah hipertensi nokturnal, yaitu peningkatan tekanan darah pada malam hari.
Apa Itu Hipertensi Nokturnal?
Hipertensi nokturnal terjadi saat tekanan darah tetap tinggi pada malam hari. Normalnya, tekanan darah pada siang hari berkisar antara 120/80 mmHg, sedangkan pada malam hari, tekanan darah seharusnya turun menjadi sekitar 110/65 mmHg. Jika tekanan darah tetap tinggi saat malam hari, risiko komplikasi seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal meningkat.
Gejala Hipertensi yang Muncul di Malam Hari
Meski hipertensi sering tidak menunjukkan gejala yang mencolok, beberapa orang dengan hipertensi nokturnal dapat mengalami gangguan tidur atau masalah pernapasan. Jika Anda merasakan gejala-gejala berikut, sebaiknya segera periksa tekanan darah Anda:
-
Gangguan Tidur
Terbangun di malam hari atau merasa tidak segar setelah bangun tidur dapat menjadi tanda masalah dengan tekanan darah Anda. -
Sering Bangun untuk Buang Air Kecil
Terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil mungkin menandakan tekanan darah yang terlalu tinggi. -
Sleep Apnea
Kesulitan bernapas saat tidur, yang menyebabkan napas terhenti atau mendengkur keras, sering kali terkait dengan hipertensi. -
Sulit Bernapas dan Mendengkur
Jika Anda atau pasangan Anda mendengar dengkuran keras atau melihat kesulitan bernapas saat tidur, itu bisa menjadi tanda peningkatan tekanan darah di malam hari.
Faktor Risiko Hipertensi yang Perlu Diwaspadai
Tekanan darah tinggi sering disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan beberapa faktor risiko. Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipertensi:
-
Usia
Semakin bertambah usia, semakin besar kemungkinan mengidap hipertensi. -
Riwayat Keluarga
Jika keluarga Anda memiliki riwayat hipertensi, Anda juga berisiko tinggi. -
Etnisitas
Orang dengan latar belakang Afrika, Karibia, atau Asia Selatan lebih rentan terhadap hipertensi. -
Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan rendah serat bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. -
Kelebihan Berat Badan
Obesitas atau kelebihan berat badan memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. -
Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Alkohol
Merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan merusak pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan darah. -
Stres Berkepanjangan
Stres yang tidak terkendali mempengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko hipertensi.
Langkah-Langkah yang Dapat Dilakukan
Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera periksa tekanan darah, baik di rumah atau dengan bantuan tenaga medis. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat—dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol—akan membantu Anda mengontrol tekanan darah.
Jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, pastikan untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Memantau tekanan darah secara teratur penting untuk mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius di masa depan.(AN)









