KERINCI,JS- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Depati Parbo Kerinci memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Dengan prediksi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama periode itu.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan bahwa risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akan meningkat pada puncak musim penghujan. Oleh karena itu, Kurnia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama.
“Kami menghimbau agar masyarakat selalu memantau perkembangan cuaca, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dalam jangka waktu panjang,” ujar Kurnia dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (2/1/2025).
Selain itu, Kurnia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan atau sungai, seperti Sungai Penuh. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan berisiko meningkatkan potensi banjir.
“Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting. Hindari membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan karena dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko banjir,” tegas Kurnia.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebiasaan hidup bersih dan sehat serta penanganan sampah yang tepat adalah langkah utama untuk mengurangi risiko terjadinya bencana.
BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu siaga. Jika hujan deras disertai tanda-tanda alam yang membahayakan, masyarakat diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang aman.
“Bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor, kami mengimbau untuk lebih berhati-hati. Jika hujan deras dan tanda-tanda alam yang mencurigakan muncul, segera cari tempat yang lebih aman,” tambah Kurnia.
BMKG Stasiun Depati Parbo Kerinci akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Dengan kewaspadaan bersama, BMKG berharap dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama puncak musim penghujan dapat diminimalkan.(AN)









