KERINCI,JS- Provinsi Jambi mencatatkan angka kunjungan tinggi di kawasan wisata alamnya. Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Pulau Sumatera, serta Danau Gunung Tujuh, terus menarik perhatian para pecinta alam.
Ribuan Pendaki Mengunjungi Kerinci Selama Libur Nataru
Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, 2.195 pendaki datang untuk menaklukkan Gunung Kerinci dan Gunung Danau Tujuh di Kabupaten Kerinci. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melaporkan bahwa Gunung Kerinci menerima 934 pendaki, sedangkan Danau Gunung Tujuh dikunjungi 1.261 orang.
David, Kasi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, menjelaskan bahwa pendaki datang dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. Kedua destinasi ini membuktikan diri sebagai primadona bagi para pendaki.
Insiden Pendakian: Pentingnya Kesiapan dan Keselamatan
Selama periode libur Nataru, empat insiden terjadi di antara para pendaki. Keempat pendaki ini mengalami cedera ringan, kelelahan, atau gejala hipotermia. Petugas segera mengevakuasi mereka dan memastikan mereka kembali dalam keadaan aman.
Dua insiden terjadi di Gunung Kerinci, sementara dua lainnya di Gunung Danau Tujuh. Petugas dengan cepat memberikan pertolongan kepada semua pendaki yang membutuhkan bantuan.
Prosedur Keamanan dan Pengarahan Sebelum Pendakian
David menekankan bahwa petugas selalu memberikan pengarahan yang jelas kepada setiap pendaki sebelum mereka memulai perjalanan. Pendaki diingatkan untuk menjaga kesehatan, tetap waspada terhadap cuaca dan medan, serta mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku. Petugas juga mengingatkan mereka untuk menjaga kebersihan jalur dan membawa pulang sampah.
Selain itu, pendaki diminta untuk tidak mendekati kawah Gunung Kerinci dalam radius tiga kilometer. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan dan kelestarian alam di sekitar gunung.
Program Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat 2026
David memastikan bahwa pada tahun 2026, program pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat akan tetap melanjutkan program yang sama seperti tahun sebelumnya. Beberapa program utama termasuk patroli rutin berbasis teknologi digital, inventarisasi satwa penting, dan pemulihan ekosistem.
Pemberdayaan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam program pengelolaan ini. “Kami akan terus memantau aktivitas pengunjung dan memastikan mereka tidak merusak ekosistem,” ungkap David.
Taman Nasional Kerinci Seblat Tetap Jadi Destinasi Favorit
Program-program yang mendukung kelestarian alam memastikan Taman Nasional Kerinci Seblat tetap menjadi tujuan utama para pendaki dan pecinta alam. Namun, pengunjung harus memprioritaskan keselamatan diri dan kelestarian alam dalam setiap aktivitas.(AN)









