Rial Iran Anjlok, Nilai Tukar Tembus 1,45 Juta per Dolar AS

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar mata uang iran terhadap dolar anjlok

Nilai tukar mata uang iran terhadap dolar anjlok

INTERNASIONAL,JS– Nilai mata uang Iran terus merosot tajam, menembus 1.457.000 rial per dolar AS. Jika dibandingkan dengan Revolusi Iran 1979, ketika 1 dolar AS setara 70 rial, rial telah kehilangan sekitar 20 ribu kali nilainya dalam empat dekade terakhir.

Sanksi dan Isolasi Menghantam Ekonomi

Baca Juga :  AS Waswas, Iran dan Hizbullah Memperluas Jejak di Venezuela

Depresiasi rial semakin dalam akibat kombinasi sanksi internasional, inflasi tinggi, dan isolasi diplomatik. Pada September 2025, PBB kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran, termasuk embargo senjata, pembekuan aset, dan larangan perjalanan, setelah Dewan Keamanan gagal memperpanjang keringanan sanksi terkait program nuklir.

Uni Eropa juga menambahkan tekanan, dengan sanksi terkait hak asasi manusia dan peran Iran dalam pasokan drone ke Rusia. Akibatnya, Iran harus menjual minyak melalui jalur tidak langsung yang mahal. Proyek jurnalisme data Iran Open Data memperkirakan negara kehilangan sekitar 20 persen potensi pendapatan ekspor minyak.

Depresiasi Tajam Sepanjang Tahun 2025

Baca Juga :  Tekanan Ekonomi, Aksi Protes Mahasiswa di Iran Meluas

Rial kehilangan sekitar 45 persen nilainya hanya sepanjang 2025. Inflasi tetap tinggi, mencapai 42,2 persen pada Desember 2025, mendorong harga makanan, perumahan, dan barang impor naik drastis. Perusahaan dan rumah tangga beralih menyimpan tabungan dalam dolar, emas, atau properti untuk melindungi nilai. Strategi ini justru memperlemah rial lebih jauh.

Dampak Inflasi dan Kenaikan Harga Impor

Perbedaan inflasi dengan mitra dagang membuat rial melemah terus-menerus. Harga barang domestik naik lebih cepat daripada harga di luar negeri, sehingga importir membutuhkan lebih banyak rial untuk membeli barang impor. Akibatnya, biaya produksi naik dan harga jual meningkat, memperburuk tekanan bagi rumah tangga.

Sektor yang bergantung pada impor, seperti gandum, minyak goreng, pakan ternak, dan bahan baku farmasi, paling merasakan dampaknya. Harga barang-barang ini melonjak, memaksa konsumen menanggung biaya lebih tinggi setiap hari.

Masa Depan Rial Tergantung Langkah Pemerintah

Para ekonom menekankan, nilai rial akan bergantung pada kemampuan Iran menstabilkan inflasi, mengamankan arus devisa, dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap sistem keuangan. IMF memperkirakan inflasi tahunan Iran akan mencapai 42 persen pada 2025, naik dari 33 persen pada 2024, dengan kenaikan signifikan pada makanan, sewa, transportasi, dan layanan kesehatan.

Jika pemerintah gagal menahan inflasi, rial kemungkinan akan terus melemah. Tekanan ini akan semakin membebani rumah tangga dan bisnis, sekaligus menghambat pemulihan ekonomi jangka panjang.(AN)

Berita Terkait

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
1 Ringgit Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs MYR ke IDR 24 September 2026, Lengkap 100 dan 1.000 MYR
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Sabtu, 26 September 2026 - 20:30 WIB

Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR

Berita Terbaru