JAKARTA,JS- Maraknya panggilan dari nomor tidak dikenal membuat banyak pengguna ponsel di Indonesia resah. Beberapa korban menerima hingga 40 panggilan setiap hari, meski nomor yang masuk selalu berbeda.
Warga Keluhkan Spam Call Tiap Hari
Akun @tanyak** di X membagikan tangkapan layar riwayat panggilan masuk. Ia menunjukkan bahwa pola angka di setiap nomor hampir serupa. “Ini sampai 40 panggilan dalam sehari, mengganggu sekali. Ada solusi agar tidak terkena spam call seperti ini?” tulisnya, dikutip Rabu (14/1).
Fenomena serupa dialami Dianda (41), warga Bogor. Ia menerima satu hingga dua panggilan spam setiap hari selama hampir setahun. Saat diangkat, penelepon menawarkan layanan pinjaman online (pinjol). Padahal, ia tidak pernah mendaftar pinjaman atau membagikan nomor di situs tidak resmi.
Penyebab Utama: Kebocoran Data Pribadi
Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa spam call muncul akibat kebocoran data pribadi dan praktik berbagi database antar telemarketer. “Nomor telepon dari layanan kartu kredit atau bank sering dikelola pihak outsourcing, lalu dijadikan basis data besar untuk pemasaran. Selain itu, pendaftaran kartu SIM yang mencapai 1,2 miliar data pernah bocor,” jelas Alfons.
Pratama Persadha, pakar keamanan siber dari CISSReC, menambahkan, spam call mencerminkan lemahnya tata kelola data pribadi di ruang digital. Pelaku spam menggunakan teknologi seperti autodialer, Voice over IP, nomor virtual, dan spoofing. Dengan cara ini, mereka bisa melakukan ribuan panggilan otomatis menggunakan nomor yang terus berganti, sehingga sulit dilacak.
Bahaya di Balik Panggilan Spam
Spam call tidak hanya mengganggu, tetapi juga membuka pintu ke kejahatan siber. Penawaran pinjaman online sering disertai manipulasi sosial agar korban menyerahkan data pribadi, termasuk KTP, foto wajah, dan kode OTP.
Selain itu, panggilan spam membantu pelaku memetakan kebiasaan pengguna, menguji nomor aktif, dan menyiapkan serangan penipuan lebih terarah di kemudian hari.
Cara Mencegah dan Mengurangi Spam Call
Pratama menyarankan beberapa langkah preventif:
-
Jangan mengangkat atau menanggapi panggilan mencurigakan.
-
Batasi penyebaran nomor pribadi dan gunakan nomor cadangan untuk registrasi layanan digital.
-
Periksa izin akses aplikasi di ponsel sebelum menginstal.
-
Hindari mengisi nomor telepon pada survei, kuis, atau undian daring yang tidak jelas kredibilitasnya.
Selain itu, Alfons menekankan pentingnya penegakan hukum. “Jika perusahaan menelepon berkali-kali dalam seminggu, mereka melanggar UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan harus ditindak. Penegakan hukum yang tegas akan menurunkan spam call,” katanya.
Sebagai langkah praktis, Alfons merekomendasikan penggunaan aplikasi penyaring panggilan, seperti Truecaller atau GetContact, untuk memblokir nomor tidak dikenal.(AN)









