Terkendali, Kasus Super Flu di Indonesia Terus Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kesehatan sebut Tren super flu di Indonesia menurun

Kementerian Kesehatan sebut Tren super flu di Indonesia menurun

KESEHATAN,JS-  Kementerian Kesehatan memastikan situasi influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai “super flu”, di Indonesia masih terkendali. Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine, menyatakan tren kasus nasional terus menurun sejak awal 2026.

Penurunan Kasus Nasional

Prima menjelaskan, “Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah muncul di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama pada M36. Namun pemantauan kami menunjukkan tren kasus di Indonesia terus menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik.”

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, 74 dari 204 spesimen influenza A(H3N2) positif subclade K. Kasus tersebar di 13 provinsi, dengan jumlah tertinggi di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Usai Kalah dari Flamengo, Neymar Tunjukkan Frustasi

Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025. Setelah itu, jumlah kasus menurun secara konsisten sejak minggu ke-44. Pada minggu ke-52 atau akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan tidak menemukan tambahan kasus baru.

Gejala dan Kelompok Berisiko

Menurut Prima, influenza subclade K termasuk penyakit musiman yang muncul setiap tahun. Sebagian besar pasien mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat pulih tanpa perawatan khusus.

Sementara itu, kasus berat muncul pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia atau orang dengan penyakit penyerta. Prima menekankan, virus ini jarang menjadi penyebab kematian langsung. Biasanya, kondisi komorbid yang sudah tidak stabil memburuk akibat infeksi virus maupun bakteri.

Baca Juga :  Mulai 2026, Dokter Spesialis di Daerah Terpencil Dapat Insentif

“Influenza berperan sebagai pencetus yang memperparah kondisi kesehatan, bukan sebagai penyebab kematian utama,” ujarnya.

Upaya Kementerian Kesehatan

Meskipun kasus menurun, Kementerian Kesehatan terus menjalankan surveilans di fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara. Tim juga melakukan uji laboratorium dan analisis genom virus untuk memastikan virus tidak berubah secara signifikan.

Selain itu, masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Gunakan masker saat sakit, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala flu muncul secara berat.(TIM)

Berita Terkait

Work Life Balance: Cara Efektif Mengatasi Stres Kerja di Era Modern
AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja
Sering Dilakukan! Kebiasaan Minum Obat Ini Ternyata Bisa Picu Overdosis
Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar
7 Gejala Kanker Otak yang Sering Diabaikan, Nomor 3 Paling Berbahaya
Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026
Waspada! 7 Tanda Gagal Ginjal yang Terlihat di Kaki, Nomor 5 Paling Sering Diabaikan
7 Cholesterol Lowering Foods 2026: Cara Alami Turunkan Kolesterol Tanpa Obat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:30 WIB

Work Life Balance: Cara Efektif Mengatasi Stres Kerja di Era Modern

Jumat, 3 April 2026 - 15:00 WIB

AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja

Jumat, 3 April 2026 - 05:00 WIB

Sering Dilakukan! Kebiasaan Minum Obat Ini Ternyata Bisa Picu Overdosis

Rabu, 1 April 2026 - 20:00 WIB

Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:30 WIB

7 Gejala Kanker Otak yang Sering Diabaikan, Nomor 3 Paling Berbahaya

Berita Terbaru

Ilustrasi promo finansial dan cara mendapatkan cashback

Bisnis

Strategi Finansial 2026: Cara Dapat Cashback Tanpa Ribet

Senin, 6 Apr 2026 - 16:00 WIB