Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina, 132 Ribu Orang Bergerak ke Makkah Usai Nafar Awal

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah haji Indonesia mulai tinggalkan Mina

Jemaah haji Indonesia mulai tinggalkan Mina

INTERNASIONAL,JS- Pergerakan besar jemaah haji Indonesia mulai terjadi di Mina setelah ribuan jemaah menyelesaikan rangkaian lontar jumrah dan memilih nafar awal pada 12 Zulhijah 1447 Hijriah atau Kamis, 29 Mei 2026. Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia bergerak meninggalkan Mina menuju Makkah secara bertahap sejak pagi hari.

Jumlah tersebut mencapai sekitar 68 persen dari total jemaah Indonesia yang menjalani mabit di Mina selama fase puncak ibadah haji 2026. Pergerakan masif ini menjadi salah satu tahapan paling penting dalam operasional haji karena melibatkan ratusan ribu orang dalam waktu hampir bersamaan.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung mengatur arus transportasi untuk menghindari kepadatan ekstrem di jalur Mina menuju Makkah. Ribuan bus disiapkan guna memastikan proses perpindahan jemaah berlangsung aman, cepat, dan tertib.

Ribuan Jemaah Bergerak Sejak Pagi Hari

Wakil Satgas Mina PPIH Arab Saudi 2026, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa jemaah mulai bergerak menuju titik keberangkatan bus sejak pukul 06.00 waktu Arab Saudi.

Sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 WAS, bus-bus mulai meninggalkan Mina menuju hotel jemaah di Makkah. Petugas sektor dan transportasi terus mengatur ritme keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun kepadatan manusia di area Mina.

Menurut Zaenal, jemaah yang mengambil nafar awal berasal dari sekitar 424 kelompok terbang atau kloter. Seluruh jemaah tersebut telah menuntaskan kewajiban mabit di Mina dan lontar jumrah sebagai bagian penting dari rangkaian ibadah haji.

“Untuk jemaah yang meninggalkan Mina dari nafar awal ini, kurang lebih sekitar 68 persen atau 132.568 jemaah,” ujar Zaenal saat memberikan keterangan kepada Media Center Haji.

PPIH Fokus Hindari Kepadatan di Mina

Fase perpindahan jemaah dari Mina menuju Makkah selalu menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi. Pasalnya, jutaan jemaah dari berbagai negara bergerak hampir bersamaan setelah menyelesaikan lontar jumrah.

Karena itu, PPIH Arab Saudi menerapkan pola keberangkatan bertahap.

Selain mengatur bus, petugas juga memantau kondisi kesehatan jemaah. Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi masih menjadi tantangan besar selama operasional haji 2026 berlangsung.

Baca Juga :  Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah

Petugas kesehatan haji terus mengingatkan jemaah agar menjaga cairan tubuh, menggunakan payung, serta menghindari aktivitas berat selama proses perpindahan menuju Makkah.

Jemaah Wajib Keluar Mina Sebelum Magrib

PPIH Arab Saudi juga mengingatkan seluruh jemaah yang memilih nafar awal agar keluar dari wilayah Mina sebelum matahari terbenam.

Aturan tersebut menjadi syarat utama bagi jemaah yang ingin menyelesaikan ibadah dengan skema nafar awal. Jika jemaah masih berada di Mina hingga waktu magrib, maka mereka wajib melanjutkan mabit dan mengambil nafar tsani.

Zaenal menegaskan bahwa petugas terus mempercepat proses transportasi agar seluruh jemaah dapat tiba di Makkah sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Diupayakan pergerakan selesai sampai sekitar pukul 17.00. Kalau melewati batas terbenam matahari, meskipun semula dijadwalkan nafar awal, jemaah harus melanjutkan mabit di Mina dan mengambil nafar tsani,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petugas bekerja ekstra untuk memastikan seluruh bus dapat bergerak sesuai jadwal.

Fase Krusial Setelah Puncak Haji

Pergerakan dari Mina menuju Makkah menjadi fase krusial setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setelah kembali ke Makkah, jemaah biasanya melanjutkan ibadah di Masjidil Haram sambil menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.

Sebagian jemaah memanfaatkan waktu di Makkah untuk memperbanyak tawaf sunnah, umrah sunah, hingga ibadah lainnya di sekitar Masjidil Haram.

Pemerintah Indonesia melalui PPIH juga terus memperkuat layanan konsumsi, akomodasi, dan transportasi agar jemaah tetap nyaman selama berada di Tanah Suci.

Transportasi Haji Jadi Sorotan

Transportasi haji kembali menjadi perhatian publik pada musim haji 2026. Banyak pihak menilai keberhasilan perpindahan jemaah dari Mina menuju Makkah menjadi indikator penting kualitas pelayanan haji Indonesia.

Penggunaan armada bus dalam jumlah besar memerlukan koordinasi ketat antara pemerintah Indonesia, syarikah, dan otoritas Arab Saudi.

Selain itu, faktor cuaca panas, kepadatan jalan, hingga kondisi fisik jemaah lanjut usia membuat proses perpindahan membutuhkan pengawasan ekstra.

Jemaah Diminta Tetap Waspada

PPIH mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas selama perjalanan menuju Makkah.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri membawa barang berlebihan karena dapat memperlambat proses perpindahan dan mengganggu kenyamanan selama di perjalanan.

Selain itu, petugas meminta jemaah selalu membawa identitas resmi dan tetap bersama rombongan masing-masing untuk menghindari risiko tersesat di tengah kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Baca Juga :  Biaya Haji 2026 Terancam Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tak Dibebani!

Haji 2026 Jadi Sorotan Dunia

Pelaksanaan ibadah haji 2026 menjadi perhatian dunia karena jumlah jemaah internasional meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji, termasuk penguatan sistem transportasi, digitalisasi layanan, dan peningkatan kapasitas fasilitas umum.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar dunia juga terus meningkatkan kualitas pelayanan haji, mulai dari keberangkatan hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Keberhasilan proses perpindahan jemaah dari Mina menuju Makkah menjadi salah satu indikator penting suksesnya operasional haji Indonesia tahun ini.

Dengan masih berlangsungnya proses perpindahan hingga sore hari, petugas berharap seluruh jemaah nafar awal dapat tiba di Makkah tepat waktu tanpa hambatan berarti.

PPIH Arab Saudi memastikan koordinasi lintas sektor tetap berjalan penuh selama 24 jam guna menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci.(*)

Berita Terkait

Retail Store Property Insurance 2026: The Smartest Way to Protect Your Business Assets from Fire, Theft, and Financial Loss
Commercial Property Insurance in the USA: The Smartest Business Protection Strategy in 2026
Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Ini Jadwal Lengkap Wukuf hingga Lempar Jumrah 2026
Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah
Teknologi AI China Meledak 2026, Robot Mirip Manusia Kini Jadi Petani Teh Pintar
Meta PHK 8.000 Karyawan demi AI, Ribuan Pegawai Dipindah ke Divisi Agen AI
Putin dan Xi Jinping Resmi Tantang Dominasi AS, Dunia Multipolar Makin Nyata
Lemang Kantong Semar from Kerinci: Indonesia’s Rare Culinary Heritage That Captivates Tourists and Food Lovers
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:03 WIB

Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina, 132 Ribu Orang Bergerak ke Makkah Usai Nafar Awal

Kamis, 28 Mei 2026 - 04:01 WIB

Retail Store Property Insurance 2026: The Smartest Way to Protect Your Business Assets from Fire, Theft, and Financial Loss

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:02 WIB

Commercial Property Insurance in the USA: The Smartest Business Protection Strategy in 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 22:01 WIB

Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Ini Jadwal Lengkap Wukuf hingga Lempar Jumrah 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 06:01 WIB

Arab Saudi Sapu Bersih Haji Ilegal 2026, Ratusan Ribu Jemaah Tanpa Izin Dipulangkan dari Makkah

Berita Terbaru