JAKARTA,JS- Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi di media sosial. Imbauan tersebut menyasar kabar pembukaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Kementerian Kesehatan tahun 2026. BKN memastikan kabar itu tidak benar dan tidak berasal dari pemerintah.
Klaim Seleksi Kemenkes 2026 Ramai di Media Sosial
Belakangan ini, sejumlah akun media sosial menyebarkan informasi pembukaan seleksi CASN Kementerian Kesehatan 2026. Unggahan tersebut mencantumkan daftar formasi tenaga kesehatan. Selain itu, akun-akun tersebut juga menampilkan besaran gaji dan tautan pendaftaran.
Namun, unggahan tersebut tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Informasi itu berpotensi menyesatkan masyarakat.
BKN Pastikan Pemerintah Belum Membuka CASN 2026
Menanggapi kabar tersebut, Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa informasi itu merupakan hoaks. Ia menyatakan pemerintah belum membuka pendaftaran CPNS maupun PPPK tahun 2026.
“Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan pembukaan pendaftaran CPNS 2026 dan PPPK,” ujar Prof. Zudan, Kamis.
Rekrutmen ASN Berjalan Melalui Mekanisme Nasional
Lebih lanjut, Prof. Zudan menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan seluruh proses rekrutmen ASN melalui mekanisme nasional. BKN mengawasi proses tersebut secara langsung. Setiap tahapan rekrutmen berjalan secara terencana dan transparan.
Pemerintah memulai proses pengadaan ASN dengan menetapkan kebutuhan nasional. Setelah itu, pemerintah memberikan persetujuan formasi dan menyampaikan pengumuman resmi.
Pendaftaran ASN Hanya Melalui Portal SSCASN
Selain itu, BKN menegaskan bahwa masyarakat hanya dapat mendaftar ASN melalui portal resmi SSCASN. BKN mengelola portal tersebut secara langsung. Karena itu, BKN meminta masyarakat mengabaikan tautan pendaftaran dari situs tidak dikenal.
“Jika pendaftaran tidak melalui SSCASN, maka masyarakat tidak perlu mempercayainya,” tegas Prof. Zudan.
BKN Minta Masyarakat Waspada Hoaks
Sebagai penutup, BKN mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi rekrutmen ASN. Masyarakat dapat memantau pengumuman melalui situs dan media sosial resmi pemerintah. Langkah ini membantu masyarakat terhindar dari penipuan dan informasi palsu.(AN)









