JAKARTA,JS– Bupati Merangin M. Syukur dan Bupati Bungo Dedy Putra mengunjungi Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (22/1/2026), untuk membahas rencana menghadirkan Sekolah Rakyat di kedua daerah. Program ini menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mengurangi kemiskinan ekstrem.
Gus Ipul Tekankan Pentingnya Dukungan Daerah
Gus Ipul menegaskan pemerintah daerah harus mengambil peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Ia menyebut daerah yang melewatkan program ini akan kehilangan kesempatan strategis.
“Sekolah Rakyat ini harus diambil, rugi kalau tidak ikut program presiden ini. Presiden benar-benar memperhatikan hal ini dan ingin memberi kemuliaan kepada orang-orang miskin ekstrem,” ujar Gus Ipul melalui keterangan tertulis.
Sekolah Rakyat Hadir di 166 Lokasi
Saat ini, Sekolah Rakyat hadir di 166 titik di seluruh Indonesia dengan hampir 16 ribu siswa. Program ini mendidik anak-anak dari berbagai kemampuan dan memberdayakan keluarga melalui berbagai program kesejahteraan.
“Anak-anak sekolah, orang tua diberdayakan, rumahnya dibantu. Bayangkan jika program ini hadir di Merangin dan Bungo, tentu menjadi kebanggaan kita,” tambah Gus Ipul.
Kepala Daerah Berperan Aktif dalam Seleksi Siswa
Gus Ipul menekankan kepala daerah harus aktif dalam proses seleksi siswa. Ia meminta bupati memastikan calon peserta layak dan bebas dari titipan. Sekolah Rakyat menargetkan keluarga pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses seleksi melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dinas sosial, dinas pendidikan, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Merangin Siapkan Lahan Ideal
Bupati Merangin M. Syukur menawarkan dua alternatif lahan, seluas 7 dan 12 hektare, untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Penilaian teknis Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan lahan 12 hektare lebih ideal karena berada di pinggir jalan, sementara kebutuhan minimal Sekolah Rakyat mencapai 8 hektare. “Sisanya bisa dimanfaatkan untuk fasilitas masyarakat,” jelas Syukur.
Bungo Siap Mendukung Program
Bupati Bungo Dedy Putra menyatakan daerahnya siap mendukung program ini dengan menyiapkan sarana pendukung dan mengawal proses seleksi siswa agar transparan.
Sekolah Rakyat Terbuka untuk Anak Adat Terpencil
Gus Ipul menambahkan program ini juga menerima anak-anak dari komunitas adat terpencil, termasuk Suku Anak Dalam. Pemerintah menyediakan beasiswa penuh bagi peserta dari komunitas tersebut. Selain itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat berjalan di 104 titik di seluruh Indonesia.(TIM)









