Danantara Diproyeksi Masuk Pasar Modal Tahun Ini

BEI Harap Dorong IPO BUMN

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Kantor Denantara Indonesia

Foto ; Kantor Denantara Indonesia

BISNIS,JS— Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berpeluang masuk ke pasar modal pada tahun ini. Kehadiran Danantara dinilai dapat menjadi katalis baru bagi pendalaman pasar, terutama melalui dorongan terhadap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melantai di bursa.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan hingga saat ini Danantara memang belum aktif bertransaksi di pasar modal. Namun, komunikasi antara BEI dan Danantara menunjukkan arah yang semakin jelas.

“Sampai sekarang memang belum, tetapi mereka menyampaikan akan masuk ke market tahun ini,” ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/1).

BEI Dorong BUMN IPO Lewat Peran Danantara

Selain membuka peluang transaksi, BEI juga berharap Danantara dapat berperan mendorong IPO BUMN. Harapan itu muncul seiring keberadaan Danantara Asset Management (DAM) sebagai entitas strategis pengelola aset negara.

Menurut Irvan, DAM memiliki posisi penting untuk meningkatkan nilai dan daya saing BUMN dalam agenda jangka panjang pemerintah.

“Karena itu, kami berharap ada BUMN yang bisa IPO tahun ini,” kata Irvan.

Baca Juga :  Safari Ramadan Perdana, Alfin Beberkan Program Prioritas

Lebih lanjut, BEI menargetkan Danantara aktif mengelola portofolio investasinya di pasar modal domestik. Aktivitas tersebut tidak hanya terbatas pada obligasi, tetapi juga mencakup transaksi saham di Bursa Efek Indonesia.

Strategi Investasi: Pasar Modal Lebih Efektif

Sementara itu, Managing Director Treasury Danantara, Ali Setiawan, menilai pasar modal menjadi sarana paling efektif untuk menyalurkan investasi publik. Menurutnya, instrumen tersebut langsung menghasilkan imbal hasil dan memberikan dampak ke pasar.

“Kami tidak ingin dananya menganggur. Kalau hanya disimpan di bank, belum tentu semuanya terserap,” ujar Ali dalam keterangannya di Kantor Danantara, November 2025 lalu.

Selain itu, Ali menegaskan Danantara ingin berkontribusi terhadap likuiditas dan pengembangan pasar keuangan nasional. Meski begitu, ia memastikan pihaknya tidak akan membuka detail rencana pembelian aset.

“Kami ingin berperan mendukung pasar keuangan lokal, tetapi tentu tidak bisa menyebut mau beli apa atau siapa,” ujarnya.

Obligasi Negara Masih Jadi Pilihan Utama

Di sisi lain, Ali menilai pilihan aset investasi di Indonesia masih relatif terbatas. Karena itu, Danantara cenderung menempatkan dana pada surat utang negara dengan tenor jelas dan tingkat likuiditas tinggi. Untuk obligasi seri off-the-run, Danantara akan mempertimbangkan besaran premi sebelum masuk.

Baca Juga :  Mobil Terjun ke Jurang di Kerinci, Dua Penumpang Hilang

“Kalau premi menarik, baru kami lihat peluang investasinya,” jelas Ali.

Saham Gorengan Jadi Pantangan

Untuk instrumen saham, Danantara menetapkan kriteria yang ketat. Ali menegaskan pihaknya tidak akan masuk ke saham-saham spekulatif atau yang memiliki valuasi tidak wajar.

“Kami tidak akan ke saham gorengan atau saham dengan P/E ratio yang terlalu tinggi,” tegasnya.

Sebagai gantinya, Danantara menggunakan sejumlah indikator utama, mulai dari return on equity (ROE), price to earnings ratio (P/E), dividend yield, kapitalisasi pasar, profitabilitas, hingga likuiditas perdagangan harian.

Peluang Investasi Global Masih Terbuka

Selain fokus di dalam negeri, Danantara juga membuka peluang investasi ke luar negeri. Namun, Ali memastikan langkah tersebut belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

 Strategi ini sejalan dengan praktik sovereign wealth fund global.

“Ketika dana sudah terlalu besar dan pasar domestik tidak lagi mampu menyerap, mau tidak mau investasi ke luar negeri menjadi pilihan,” ujar Ali.(TIM)

 

Berita Terkait

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar
KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Tertarik Menjadi Agen Perlinsos? Ini Syarat, Tugas, dan Manfaatnya bagi Warga
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
Banjir Terjang Pesisir Selatan, 115 Rumah Terendam, 1 Rumah Hanyut dan 50 Warga Dievakuasi
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tertarik Menjadi Agen Perlinsos? Ini Syarat, Tugas, dan Manfaatnya bagi Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Banjir Terjang Pesisir Selatan, 115 Rumah Terendam, 1 Rumah Hanyut dan 50 Warga Dievakuasi

Berita Terbaru