JAKARTA,JS- Menjelang pembukaan seleksi CASN 2026, isu afirmasi bagi tenaga honorer kembali menjadi perhatian. Banyak tenaga non-ASN mempertanyakan apakah pemerintah masih memberi peluang khusus seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, tidak sedikit honorer yang belum berhasil lolos dalam seleksi PPPK sebelumnya. Mereka berharap pemerintah tetap membuka ruang afirmasi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian selama ini.
Pemerintah Tegaskan Status Honorer Sudah Berakhir
Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa sistem kepegawaian saat ini tidak lagi mengenal tenaga honorer.
Wakil Kepala BKN, Suharmen, menyampaikan bahwa pemerintah kini hanya menetapkan tiga kategori dalam ASN, yakni:
- Pegawai Negeri Sipil (PNS)
- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
- PPPK paruh waktu
Dengan perubahan ini, skema lama tenaga honorer resmi dihapus. Artinya, kebijakan afirmasi berbasis status honorer tidak lagi menjadi prioritas.
Peluang Afirmasi Semakin Kecil
Seiring kebijakan tersebut, peluang afirmasi dalam seleksi CASN 2026 diprediksi semakin terbatas. Pemerintah mulai mengarahkan sistem rekrutmen berbasis merit, di mana semua peserta bersaing dengan mekanisme yang sama.
Meski begitu, sejumlah kalangan masih mendorong adanya kebijakan transisi. Mereka mengusulkan beberapa opsi, seperti:
- Tambahan nilai bagi eks honorer
- Prioritas dalam formasi tertentu
- Pengangkatan bertahap tanpa seleksi ulang
Namun hingga kini, pemerintah belum memberikan sinyal kuat terkait kebijakan tersebut.
Harapan untuk PPPK Paruh Waktu
Di sisi lain, perhatian kini tertuju pada PPPK paruh waktu. Skema ini dinilai menjadi jalan tengah bagi tenaga non-ASN yang belum sepenuhnya terakomodasi.
Beberapa pihak berharap pemerintah dapat mengangkat PPPK paruh waktu menjadi penuh tanpa harus melalui proses seleksi yang rumit. Jika kebijakan ini diterapkan, maka peluang bagi eks honorer masih terbuka meski tidak melalui jalur afirmasi langsung.
CASN 2026 Akan Lebih Kompetitif
Seleksi CASN 2026 diperkirakan berlangsung lebih ketat dibanding sebelumnya. Pemerintah menekankan kebutuhan formasi serta kompetensi sebagai faktor utama dalam penerimaan ASN.
Hal ini berarti:
- Tidak ada lagi jalur khusus honorer
- Persaingan terbuka untuk semua pelamar
- Penilaian berbasis kemampuan dan kualifikasi.(*)









