Presiden Minta Revisi Total Tenaga Pendidik dan Kesehatan, Ini Detilnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto. (Sumber/Google)

Presiden RI, Prabowo Subianto. (Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah melakukan perombakan menyeluruh terhadap kebutuhan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Rapat Tiga Jam Bahas Strategi Nasional

Rapat terbatas digelar di Kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa (17/3) dan berlangsung selama tiga jam. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah menteri, termasuk:

  • Rini Widyantini, Menteri PANRB
  • Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
  • Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan
  • Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri
  • Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan

Selain itu, rapat dihadiri Farida Farichah (Wakil Menteri Koperasi), Zudan Arif Fakrulloh (Kepala BKN), dan Amalia Adininggar Widyasanti (Kepala BPS). Mereka membahas strategi nasional untuk memperkuat kualitas tenaga pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :  Prabowo Singgung Pakistan, Gaji Menteri Bisa Dipangkas

Mendikdasmen dan Pertahanan Fokus Data Tenaga Pendidik

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Mendikdasmen bersama Kementerian Pertahanan bertanggung jawab mendata kebutuhan tenaga pendidik. Sementara itu, Mendiktisaintek bertugas mencari kandidat potensial untuk mengisi posisi tersebut.

Dengan koordinasi ini, pemerintah menargetkan distribusi tenaga pendidik menjadi lebih merata dan sesuai kebutuhan setiap daerah.

Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas di Wilayah 3T

Presiden Prabowo juga memerintahkan Menkes untuk mendata kebutuhan tenaga kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Data yang disampaikan Menkes menunjukkan dari 10.000 Puskesmas, sekitar 4.000 membutuhkan tenaga kesehatan tambahan, khususnya dokter gigi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Pemerintah Siapkan Strategi Efisiensi BBM Antisipasi Krisis

BKN Rumuskan Desain Kepegawaian Nasional

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa lembaganya selama setahun terakhir terus merumuskan desain kepegawaian nasional. Tujuannya untuk memastikan distribusi dan komposisi ASN lebih efektif, sehingga kebutuhan daerah terpenuhi dengan tepat.

Presiden menekankan pentingnya data akurat dari seluruh kementerian agar pengembangan tenaga pendidik dan kesehatan berjalan optimal, khususnya di wilayah yang masih kekurangan sumber daya manusia profesional.(*)

Berita Terkait

Prabowo Tutup 240 BUMN Merugi, Ratusan Perusahaan Pelat Merah Siap Dibubarkan
Informasi Terbaru dari BKN, Kabar Gembira bagi PPPK PARUH Waktu
Utang Macet UMKM Bisa Dihapus Selamanya, OJK Ungkap Aturan Baru yang Menguntungkan Pelaku Usaha
BKN Ungkap Nasib PPPK 2026, Ada Perubahan Besar Soal Gaji, Kontrak Kerja dan Karier
Berapa Lama NIB Terbit di OSS RBA 2026? Ini Estimasi Waktu, Syarat, dan Cara Mempercepat Prosesnya
Lolos Administrasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026? Ini Jadwal CAT BKN, Lokasi Ujian dan Tahapan Kelulusan
Libur Sekolah 2026 Makin Hemat! Pemerintah Beri Diskon Tiket Kereta, Kapal hingga Ferry
Kabar Besar Guru PPPK 2026, Usulan Alih Status Jadi PNS Menguat hingga Istana
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Tutup 240 BUMN Merugi, Ratusan Perusahaan Pelat Merah Siap Dibubarkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:01 WIB

Informasi Terbaru dari BKN, Kabar Gembira bagi PPPK PARUH Waktu

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:01 WIB

Utang Macet UMKM Bisa Dihapus Selamanya, OJK Ungkap Aturan Baru yang Menguntungkan Pelaku Usaha

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:02 WIB

BKN Ungkap Nasib PPPK 2026, Ada Perubahan Besar Soal Gaji, Kontrak Kerja dan Karier

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:01 WIB

Berapa Lama NIB Terbit di OSS RBA 2026? Ini Estimasi Waktu, Syarat, dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berita Terbaru