KERINCI,JS– Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Api Kerinci sejak 19 Januari 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi kawasan kawah puncak demi keselamatan.
Gempa Vulkanik Dangkal Mendominasi Aktivitas
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa aktivitas kegempaan didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam. Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 10.25 WIB, alat pemantau mencatat puluhan kejadian gempa.
“Hingga pukul 10.25 WIB, alat pemantau merekam 46 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal dan empat kali Gempa Vulkanik Dalam,” ujar Lana dalam keterangan resmi dari Bandung, Jawa Barat.
Badan Geologi Mencatat Beragam Jenis Gempa
Selain gempa vulkanik, Badan Geologi mencatat berbagai jenis gempa lain dalam periode pengamatan yang sama. Data menunjukkan empat kali gempa hembusan, 12 kali gempa frekuensi rendah, serta 14 kali gempa hybrid.
RSAM Menunjukkan Kenaikan Energi Kegempaan
Lana menjelaskan bahwa grafik Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada akhir periode pengamatan. Pola ini menandakan pergerakan fluida dominan gas dari kedalaman menuju permukaan.
“Grafik ini menunjukkan migrasi fluida ke arah permukaan. Karena itu, kami terus meningkatkan intensitas pengamatan,” jelasnya.
Gunung Api Kerinci berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, serta Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Gunung tertinggi di Sumatera ini memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Puncaknya berada pada koordinat -1.697° Lintang Selatan dan 101.264° Bujur Timur.
Status Gunung Kerinci Masih Level Waspada
Saat ini, Gunung Kerinci berada pada Level II (Waspada). Badan Geologi menetapkan larangan aktivitas masyarakat di sekitar kawah puncak.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati serta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak Gunung Kerinci,” tegas Lana.
Gas Vulkanik dan Lontaran Batuan Jadi Ancaman
Badan Geologi mengingatkan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu. Ancaman utama meliputi gas vulkanik berkonsentrasi tinggi serta lontaran batuan pijar apabila erupsi terjadi.
Badan Geologi Minta Warga Ikuti Informasi Resmi
Seiring peningkatan aktivitas kegempaan, Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kami meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak benar dan selalu mengikuti arahan instansi berwenang,” pungkas Lana.(AN)









