JAKARTA,JS – Amerika Serikat diduga mendorong Ukraina menyerahkan sebagian wilayah dan senjata kepada Rusia. Dua pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan langkah itu bertujuan mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang berlangsung lebih dari 3,5 tahun.
Hingga kini, Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan.
Seorang pejabat senior Ukraina menyatakan Kyiv menerima “sinyal” terkait proposal AS untuk mengakhiri perang. Proposal itu muncul dari pembahasan AS dan Rusia. Ukraina tidak ikut terlibat dalam pembahasan.
Reaksi Zelensky dan Kunjungan ke Turki
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan pentingnya kerja sama dengan semua mitra dan efektivitas kepemimpinan AS untuk menghentikan pertumpahan darah. Ia menulis di Telegram setelah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Rabu (19/11):
“Hal utama untuk menghentikan pertumpahan darah dan mencapai perdamaian abadi adalah kita bekerja sama dengan semua mitra, dan kepemimpinan Amerika tetap efektif dan kuat.”
Zelensky kini berada di Turki untuk membahas perang dengan Erdogan. Zelensky menegaskan hanya AS dan Presiden AS Donald Trump yang dapat membantu menghentikan perang.
Dampak Penyerahan Wilayah bagi Ukraina
Proposal AS terkait penyerahan wilayah menjadi kemunduran besar bagi Kyiv. Rusia telah menguasai sekitar 19 persen wilayah Ukraina dan terus maju.
Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut Ukraina tidak bergabung dengan NATO agar perang berhenti. Moskow belum memberi sinyal mengesampingkan tuntutan itu. Ukraina menegaskan tidak bersedia menuruti tuntutan tersebut.
Menurut laporan Axios, seorang pejabat AS mengatakan Ukraina dapat menyerahkan wilayah sebagai imbalan atas jaminan keamanan AS dan Eropa di masa depan.(an)









