Beras dan Rokok Jadi Pemicu Kemiskinan di Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi beras dan rokok jadi faktor utama pendongkrak kemiskinan di Indonesia

Ilustrasi beras dan rokok jadi faktor utama pendongkrak kemiskinan di Indonesia

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras dan rokok kretek filter masih menjadi dua komoditas terbesar yang membebani pengeluaran penduduk miskin. Keduanya menjadi penentu utama Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 yang tercatat sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, GK naik 5,30 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 7,76 persen dibandingkan September 2024. Kenaikan ini tidak lepas dari tingginya kontribusi komoditas kebutuhan harian, terutama beras dan rokok.

“Garis Kemiskinan menunjukkan batas minimum pengeluaran agar seseorang tidak dikategorikan miskin,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga :  BPS Buka Rekrutmen 190 Ribu Petugas Sensus

Beras Jadi Beban Terbesar Rumah Tangga Miskin

BPS mencatat beras menjadi penyumbang terbesar Garis Kemiskinan dari sisi makanan. Di wilayah perkotaan, kontribusi beras mencapai 21,10 persen. Sementara di perdesaan, angkanya lebih tinggi, yakni 24,62 persen.

Besarnya peran beras menunjukkan kuatnya ketergantungan rumah tangga miskin terhadap satu komoditas pangan utama. Setiap kenaikan harga beras langsung memengaruhi daya beli dan risiko jatuh ke bawah garis kemiskinan.

Amalia menegaskan, dominasi beras membuat struktur pengeluaran masyarakat miskin sangat rentan terhadap gejolak harga pangan.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lampaui Ekspektasi

Rokok Ikut Menggerus Pengeluaran

Selain beras, rokok kretek filter muncul sebagai persoalan serius dalam struktur pengeluaran penduduk miskin. Rokok menjadi penyumbang terbesar kedua Garis Kemiskinan, bahkan melampaui sejumlah kebutuhan dasar non-makanan.

Di perkotaan, rokok menyumbang 10,41 persen terhadap GK. Di perdesaan, angkanya mencapai 9,11 persen.

Amalia menyebut, meskipun rokok bukan kebutuhan dasar, konsumsinya tetap tinggi di kelompok rumah tangga miskin. Akibatnya, rokok ikut menekan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan lain yang lebih esensial.

Makanan Masih Dominan Dibanding Non-Makanan

Secara keseluruhan, komoditas makanan masih mendominasi Garis Kemiskinan. Pada September 2025, kontribusi Garis Kemiskinan Makanan mencapai 73,81 persen di perkotaan dan 76,11 persen di perdesaan.

Komoditas lain seperti telur ayam ras, daging ayam ras, kopi, dan mi instan turut berkontribusi. Namun, pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan beras dan rokok.

Kemiskinan Turun, Tantangan Tetap Ada

Di tengah tekanan pengeluaran tersebut, BPS mencatat jumlah penduduk miskin menurun. Persentasenya turun menjadi 8,25 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 23,36 juta orang.

Namun, Amalia menilai data ini tetap menyisakan tantangan. Selama beras dan rokok mendominasi pengeluaran, rumah tangga miskin masih berada dalam posisi rentan.

“Struktur pengeluaran ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Amalia.

Berita Terkait

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru
Jadi Iri! TPP dan Sertifikasi Guru PPPK di Daerah Ini Naik, Bagaimana Mana Daerah Lain?
Guru Honorer Gagal PPPK atau CPNS, Apakah Masih Digaji? Ini Jawaban Mendikdasmen
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini

Sabtu, 26 September 2026 - 13:01 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya

Berita Terbaru