INTERNASIONAL,JS— Pemerintah China mengalokasikan US$100 juta atau sekitar Rp1,66 triliun untuk rakyat Palestina di Gaza. Bantuan ini bertujuan meredakan krisis kemanusiaan dan mempercepat rekonstruksi wilayah tersebut.
Pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan keputusan ini dalam konferensi pers di Beijing. Menurut Lin, Presiden Xi Jinping menetapkan komitmen tersebut setelah bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Beijing sehari sebelumnya.
“Presiden Xi menegaskan bahwa China dan Prancis akan bekerja sama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. China memberikan bantuan US$100 juta untuk mengurangi krisis kemanusiaan di Gaza,” kata Lin Jian.
Selanjutnya, Lin menjelaskan bahwa kondisi Gaza terus memburuk sejak konflik meletus lebih dari dua tahun lalu. Ia menambahkan bahwa China tetap menyalurkan bantuan melalui PBB, Mesir, dan Yordania.
“Kami percaya bantuan ini dapat memperbaiki kondisi kemanusiaan dan mengurangi penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Xi memandang isu Palestina sebagai ujian bagi tata kelola global. Xi mengajak komunitas internasional untuk menuntaskan akar masalah, mengakhiri ketidakadilan, dan mendorong solusi dua negara.
Rekonstruksi Gaza Masuk Tahap Baru
Sementara itu, proses rekonstruksi Gaza kini memasuki fase kedua dari rencana perdamaian 20 poin yang Presiden Amerika Serikat Donald Trump usulkan.
Tahap ini meliputi:
-
penarikan pasukan Israel dari wilayah tambahan di Gaza,
-
pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF),
-
pembentukan pemerintahan baru berbentuk Dewan Perdamaian.
Menurut laporan tersebut, Trump akan memimpin Dewan Perdamaian bersama sekitar 10 pemimpin dari negara Arab dan Barat.
Pada akhirnya, China menegaskan komitmennya untuk bekerja demi gencatan senjata penuh dan berkelanjutan di Gaza.(AN)









