TANJABTIM,JS – Cuaca ekstrem melanda perairan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) beberapa pekan terakhir. Akibatnya, gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan menahan diri. Mereka menangkap ikan lebih sedikit, sehingga pasokan ke pasar tradisional menurun.
Pasokan Ikan Laut di Pasar Menipis
Selain itu, pantauan di pasar tradisional Muara Sabak menunjukkan pedagang menjual lebih sedikit ikan laut dibanding kondisi normal. Mereka lebih banyak menawarkan ikan dari perairan dangkal, sungai, dan muara. Sementara ikan laut lepas, seperti tenggiri, bawal, dan kakap, pedagang hanya memperoleh dalam jumlah terbatas.
“Sudah beberapa hari ini ikan laut agak susah. Kalau ada pun jumlahnya sedikit, maka harganya otomatis naik,” ujar Rahman, pedagang ikan di Pasar Muara Sabak, Jumat (30/1/2026).
Harga Ikan Terpaksa Naik
Akibat penurunan pasokan, Rahman menyesuaikan harga ikan agar tetap menutup biaya distribusi. Harga berbeda-beda tergantung jenis ikan. Seiring waktu, pembeli mengurangi jumlah belanja.
“Biasanya beli sekilo, sekarang setengah kilo saja,” jelasnya.
Nelayan Pilih Keselamatan dari pada Risiko
Sementara itu, nelayan menilai melaut ke perairan lepas terlalu berisiko. Yadi, nelayan dari Kecamatan Muara Sabak Timur, mengatakan ombak besar dan arah angin tidak menentu membuat keselamatan menjadi prioritas.
“Kalau dipaksakan melaut ke tengah, risikonya terlalu tinggi. Sebagian dari kami menangkap ikan di perairan dangkal atau berhenti sementara sambil mengerjakan pekerjaan lain untuk kebutuhan keluarga,” jelas Yadi.
Pemeliharaan Alat Tangkap Jadi Pilihan Strategis
Selain itu, nelayan memanfaatkan cuaca buruk untuk merawat alat tangkap dan kapal. Udin, nelayan Kuala Jambi, mengatakan, “Daripada alat rusak saat dipakai, lebih baik kami memperbaiki sekarang sambil menunggu cuaca normal.”
Kekhawatiran Dampak Jangka Panjang
Jika cuaca buruk terus berlangsung, nelayan dan pedagang khawatir dampaknya semakin luas. Mereka melihat pasokan ikan yang menurun bisa menekan daya beli masyarakat karena harga terus naik.
Oleh karena itu, nelayan berharap cuaca segera membaik. Dengan begitu, mereka bisa menangkap ikan normal kembali, pasokan ke pasar stabil, dan harga kembali terjangkau bagi masyarakat.(*)









