Dari Puncak ke Terendah: BYD Kehilangan Kendali di Pasar Mobil Listrik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu produk Mobil Listrik BYD. (Sumber/Google)

Salah satu produk Mobil Listrik BYD. (Sumber/Google)

OTOMOTIF,JS- Penjualan mobil listrik BYD menurun drastis pada Januari 2026, menjadi yang terendah sejak Februari 2024. Perusahaan hanya berhasil menjual 83.249 unit mobil listrik murni dari total 205.518 unit kendaraan, termasuk model plug-in hybrid. Angka ini turun signifikan dibanding Februari 2024, ketika penjualan mencapai 121.748 unit.

Penurunan penjualan ini turut menekan harga saham BYD dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus menandai tekanan yang semakin besar di pasar mobil listrik China, pasar otomotif terbesar di dunia.

Baca Juga :  BYD Tembus 10 Besar, Pasar Mobil Indonesia 2025 Merosot

Faktor Perlambatan Penjualan

Sejumlah faktor mendorong perlambatan ini. Pertama, permintaan domestik melemah. Kedua, kelebihan produksi mulai memengaruhi pasar global. Situasi makin sulit setelah pemerintah China menghapus insentif pajak pembelian kendaraan listrik per 1 Januari 2026, dan memberlakukan kembali pajak sebesar 5 persen. Akibatnya, banyak konsumen menunda pembelian.

Baca Juga :  Ramah Lingkungan, Tiga Mobil Hybrid Toyota Cocok Jadi Pilihan

Helen Liu, Partner Bain & Company, menilai kondisi pasar saat ini menimbulkan tekanan ganda. “Konsumen lebih bersikap wait and see, sementara produsen berhati-hati meluncurkan model baru,” katanya.

Persaingan Domestik Semakin Ketat

Persaingan dari produsen domestik semakin agresif. Aito, yang menggunakan sistem operasi Huawei, mencatat lonjakan pengiriman lebih dari 80 persen menjadi sekitar 40.000 unit. Leapmotor dan Nio masing-masing menjual 32.059 unit dan 27.182 unit. Xiaomi mengirimkan 39.000 unit, meski menurun dibanding bulan sebelumnya.

“BYD telah lama memimpin pasar, tetapi sekarang menghadapi kompetitor yang agresif,” ujar Tu Le, pendiri Sino Auto Insights. Geely melalui lini Galaxy dan Zeekr menempati posisi kedua dengan penjualan lebih dari 270.000 unit pada Januari. Geely menargetkan penjualan kendaraan energi baru naik 32 persen menjadi 2,22 juta unit sepanjang tahun.

Baca Juga :  Mercedes-Benz EQS : Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Super

Fokus Ekspansi dan Inovasi

Meski penjualan domestik menurun, BYD tetap menargetkan pertumbuhan ekspor 25 persen menjadi 1,3 juta unit pada 2026. Namun, realisasi Januari justru turun menjadi 100.482 unit dari 133.172 unit pada Desember 2025.

Tu Le tetap optimistis. Ia menilai BYD memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisi utama melalui inovasi infrastruktur pengisian daya, penyimpanan energi, dan teknologi pengemudian cerdas.

Perlambatan Pasar Kendaraan Energi Baru

Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan kendaraan energi baru di China melambat. Pada Desember 2025, kenaikan tahunan hanya 2,6 persen. Pertumbuhan melambat tiga bulan berturut-turut, menandai sinyal kewaspadaan bagi industri otomotif, terutama di tengah lesunya sektor properti.

Cameron Johnson dari Tidalwave Solutions memperingatkan, jika perlambatan berlanjut, pemerintah kemungkinan akan kembali memberikan subsidi untuk menjaga stabilitas pasar. Sektor otomotif menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja, lebih dari 10 persen pekerja perkotaan. Namun, kontribusinya terhadap investasi nasional hanya 3,7 persen, jauh di bawah sektor properti yang mencapai 23 persen.

Harapan Kebijakan Pemerintah

Pemerintah China dijadwalkan mengumumkan arah kebijakan ekonomi dan target 2026 dalam sidang tahunan parlemen pada Maret. Keputusan ini diharapkan memberikan kepastian bagi industri otomotif sekaligus meredam gejolak pasar yang terus berubah.(*)

Berita Terkait

Pelat Nomor Modifikasi Bisa Kena Denda, Polisi Siap Razia Besar di Operasi Patuh 2026
BAIC T1 Siap Guncang Pasar EV Indonesia, Punya Self Parking dan Fast Charging 25 Menit
Punya 2 Motor? Cek Sekarang, Bisa Jadi Pajak Tahunan Anda Naik Ratusan Ribu Rupiah
AC Mobil Tiba-Tiba Tidak Dingin? Coba 5 Cara Mudah Ini
Banyak yang Salah Paham! Ternyata Pertamax di Motor Tua Bisa Menimbulkan Efek Ini pada Mesin
Sebelum Kirim Motor Listrik Antar Pulau, Pastikan Baterai Hanya 30 Persen, Ini Alasannya
Mobil Listrik Meledak di 2026! China Kuasai Pasar Global, Harga EV Makin Murah dan Ancam Mobil Bensin
SIM Mati 1 Hari Langsung Hangus, Begini Aturan Baru Korlantas
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pelat Nomor Modifikasi Bisa Kena Denda, Polisi Siap Razia Besar di Operasi Patuh 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:01 WIB

BAIC T1 Siap Guncang Pasar EV Indonesia, Punya Self Parking dan Fast Charging 25 Menit

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:02 WIB

Punya 2 Motor? Cek Sekarang, Bisa Jadi Pajak Tahunan Anda Naik Ratusan Ribu Rupiah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:02 WIB

AC Mobil Tiba-Tiba Tidak Dingin? Coba 5 Cara Mudah Ini

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:01 WIB

Banyak yang Salah Paham! Ternyata Pertamax di Motor Tua Bisa Menimbulkan Efek Ini pada Mesin

Berita Terbaru

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB