Dua Sahabat di Panna Temukan Berlian 15,34 Karat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dua Sahabat di Panna Temukan Berlian 15,34 Karat, Nilainya Tembus Rp900 Juta

Ilustrasi Dua Sahabat di Panna Temukan Berlian 15,34 Karat, Nilainya Tembus Rp900 Juta

INTERNASIONAL,JS — Keberuntungan besar akhirnya menghampiri dua sahabat asal Kota Panna, Negara Bagian Madhya Pradesh, India. Pada suatu pagi di musim dingin, Satish Khatik dan Sajid Mohammed menemukan batu berkilau di lahan yang baru mereka sewa beberapa minggu sebelumnya. Awalnya, batu itu tampak biasa. Namun setelah diperiksa, mereka menyadari bahwa batu itu adalah berlian alami seberat 15,34 karat.

Diperiksa Juru Taksir, Berlian Akan Dilelang

Baca Juga :  Milisi Pro-Israel di Gaza Runtuh: Abu Shabab Tumbang

Keduanya membawa temuan mereka ke juru taksir batu permata bersertifikat. Juru taksir memperkirakan nilai berlian mencapai lima hingga enam juta rupee atau sekitar Rp917 juta. Selanjutnya, pemerintah daerah akan melelang batu itu dalam agenda rutin setiap tiga bulan.

Anupam Singh, juru taksir bersertifikat, mengatakan bahwa harga berlian sangat dipengaruhi kurs dolar dan laporan Rapaport. Oleh karena itu, nilai akhir baru akan terlihat saat lelang berlangsung. Rapaport dikenal luas sebagai lembaga independen yang menjadi rujukan pasar berlian global.

Harapan Baru untuk Keluarga Miskin

Temuan ini memberi harapan baru bagi keluarga Khatik dan Mohammed. Khatik (24) sehari-hari menjual daging, sedangkan Mohammed (23) berjualan buah. Keduanya anak bungsu dalam keluarga yang telah mencoba peruntungan mencari berlian selama beberapa generasi.

“Kami akhirnya bisa menikahkan saudara perempuan kami,” kata mereka. Dengan begitu, mereka mulai meringankan beban ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Gaji Tembus Rp 40 Juta, Ini Syarat Jadi Sopir Taksi di Jepang

Tradisi Mahar dan Tekanan Ekonomi

Di sisi lain, tradisi mahar di India menjadi tekanan berat bagi keluarga perempuan, terutama dari kalangan ekonomi bawah. Bahkan, laporan BBC Eye menyebut tekanan ini terkadang memicu masalah sosial di masyarakat. Oleh karena itu, temuan berlian ini sangat berarti bagi Khatik dan Mohammed.

Panna: Daerah Miskin yang Kaya Berlian

Panna menghadapi tantangan ekonomi serius. Penduduknya menderita kemiskinan, kelangkaan air, dan pengangguran tinggi. Namun, masyarakat percaya wilayah ini menyimpan sebagian besar cadangan berlian India. Kota ini juga menjadi tujuan utama para pencari berlian.

Meski cadangan berlian India terbatas dibanding negara produsen utama, secara historis India memainkan peran penting dalam perdagangan berlian global.

Lahan Disewakan Pemerintah untuk Warga

Pemerintah negara bagian menyewakan lahan kecil setiap tahun kepada warga. Dengan cara ini, masyarakat memiliki peluang memperbaiki taraf hidup. Meski begitu, banyak pencari berlian pulang tanpa hasil.

Bertahun-tahun Menggali Tanpa Hasil

Keluarga Mohammed menggali lahan yang sama selama puluhan tahun tanpa menemukan berlian. “Kami hanya menemukan debu dan serpihan kuarsa. Kini kami percaya para dewa memberi penghargaan atas kesabaran kami,” ujar Nafees, ayah Mohammed.

Menemukan Berlian dalam Hitungan Minggu

Berbeda dari pengalaman keluarga sebelumnya, Khatik dan Mohammed menemukan berlian dalam waktu singkat. Mereka menyewa lahan pada 19 November lalu dan mulai menggali manual. Selain bekerja di siang hari, mereka menyaring tanah pada malam hari atau saat ada waktu luang.

Ravi Patel, pegawai Dinas Pertambangan Panna, menilai keberhasilan mereka sangat langka. “Mereka beruntung karena menemukan berlian berkualitas permata hanya dalam beberapa minggu,” katanya.

Fokus untuk Pernikahan, Bukan Kemewahan

Meski berlian itu belum terjual, kedua sahabat tetap membumi. Saat ini, mereka belum memikirkan membeli tanah, memperluas usaha, atau pindah ke kota besar.

“Sekarang kami fokus pada pernikahan saudara perempuan kami,” kata Khatik menutup cerita.(AN)

Berita Terkait

AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja
Global Real Estate Investment 2026: 10 Negara Ini Tawarkan Residency & Second Passport dari Properti
Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 15:00 WIB

AI Bikin Otak “Hang”? Studi Harvard Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Picu AI Brain Fry di Tempat Kerja

Rabu, 1 April 2026 - 06:00 WIB

Global Real Estate Investment 2026: 10 Negara Ini Tawarkan Residency & Second Passport dari Properti

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Berita Terbaru