Enam Maskapai Hentikan Penerbangan ke Venezuela, Ada Apa..?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Enam Maskapai stop penerbangan ke Venezuela.

Ilustrasi Enam Maskapai stop penerbangan ke Venezuela.

INTERNASIONAL,JS- Enam maskapai internasional menghentikan penerbangan ke Venezuela setelah Amerika Serikat memperingatkan adanya “situasi berbahaya” di wilayah udara negara tersebut. Peringatan itu muncul setelah aktivitas militer meningkat di sekitar Venezuela.

Al Jazeera melaporkan bahwa Iberia, TAP, LATAM, Avianca, GOL, dan Caribbean Airlines langsung menahan operasional sejak Sabtu. Presiden Asosiasi Maskapai Venezuela, Marisela de Loaiza, menyebut enam maskapai itu merespons peringatan tersebut dengan cepat.

FAA juga meminta seluruh maskapai meningkatkan kewaspadaan. Badan itu menilai wilayah udara Venezuela memiliki risiko “di semua ketinggian”.

Ketegangan di Karibia Meningkat

Militer AS memperbesar kehadiran di Karibia dengan mengerahkan kapal induk dan kapal perang dalam operasi anti narkotika. Pemerintah Venezuela memandang langkah itu sebagai upaya Washington untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini, Ini Jadwalnya

TAP membatalkan penerbangan pada Sabtu dan Selasa mendatang. Iberia juga menghentikan rute ke Caracas tanpa batas waktu. Namun, penerbangan yang sudah terjadwal tetap berangkat. Sebaliknya, Copa Airlines, Wingo, Air Europa, PlusUltra, Turkish Airlines, dan LASER masih melayani penerbangan.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia memperingatkan adanya risiko di sekitar Bandara Maiquetia akibat memburuknya keamanan dan aktivitas militer.

FAA menyebut gangguan penerbangan kemungkinan meningkat karena pergerakan militer di wilayah tersebut terus bertambah.

Tekanan Washington dan Respons Caracas

Militer AS mengklaim telah menghancurkan 21 kapal yang mereka duga membawa narkoba. Operasi itu menewaskan 83 orang. Selain itu, Washington menaikkan hadiah penangkapan Nicolas Maduro menjadi 50 juta dolar AS dan menuduhnya memimpin “Kartel de los Soles”.

Baca Juga :  Kinerja Kinclong, Laba ARKO Tumbuh 52,9 Persen

Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal yang berbeda-beda. Ia mengatakan tidak melihat potensi perang dengan Venezuela, tetapi juga menyebut masa jabatan Maduro “sudah terhitung”.

Pejabat AS yang dikutip Reuters menyebut Washington tengah menyiapkan fase baru operasi di Venezuela. Mereka membahas opsi tindakan rahasia untuk meningkatkan tekanan terhadap Maduro, termasuk kemungkinan penggulingan.

Tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menilai penggulingan Maduro bukan pergantian rezim. Ia beralasan bahwa Maduro “kalah dalam pemilu dan memanipulasi hasilnya”.

Maduro menolak semua tuduhan dari AS. Ia menegaskan bahwa Venezuela tidak akan tunduk pada tekanan asing dan memperingatkan bahwa setiap upaya yang mengganggu stabilitas negara akan mendapat “kejutan besar”.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru