Generasi Internet Terakhir? Durov ; Alarm untuk Privasi Digital

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Pavel Durov pendiri telegram

Foto ; Pavel Durov pendiri telegram

TEKNOLOG,JS- Pendiri Telegram, Pavel Durov, menimbulkan kehebohan dengan unggahan terbarunya yang menyerukan peringatan keras tentang masa depan internet. Ia menulis: “Saya berumur 41 tahun, tapi saya tidak merasa untuk merayakan. Generasi kita kehabisan waktu untuk menyelamatkan internet bebas yang dibangun oleh para pendahulu kita.”

Menurut Durov, janji internet sebagai ruang terbuka untuk bertukar ide kini terancam. Ia menyoroti kebijakan global yang semakin membatasi kebebasan digital, termasuk identitas digital wajib di Inggris, pemeriksaan usia online di Australia, dan rencana pemindaian pesan pribadi di Uni Eropa.

Baca Juga :  WhatsApp Web Kini Bisa Panggilan Suara dan Video, Begini Caranya

Digital ID dan Pemindaian Pesan: Alarm Global

Durov memperingatkan konsekuensi dari kebijakan ini:

  • Identitas Digital Wajib: Sistem e-ID di Inggris dan negara lain bisa menjadi alat pengawasan besar-besaran.
  • Pemeriksaan Usia Online di Australia: Mengumpulkan data pengguna dan menambah lapisan kontrol.
  • Pemindaian Pesan Pribadi di Eropa: Mengancam prinsip enkripsi end-to-end yang menjaga privasi.

Ia menambahkan bahwa tekanan terhadap kebebasan berekspresi semakin nyata. Misalnya, di Jerman orang bisa menghadapi hukum hanya karena mengkritik pejabat, sementara di Inggris ribuan orang dipenjara karena unggahan di media sosial.

Latar Belakang Kekhawatiran Durov

Durov bukan sekadar tokoh teknologi. Ia pernah menegaskan lebih memilih mati daripada menyerahkan akses pesan pribadi pengguna ke pihak ketiga.

Selain itu, regulasi digital di seluruh dunia semakin ketat. Teknologi pengawasan murah dan mudah diakses, sementara platform internet tersentralisasi oleh korporasi dan negara. Semua ini membuat internet berubah dari ruang terbuka menjadi alat kontrol.

Baca Juga :  Discord Aktifkan Pengaturan Keamanan Remaja Maret Mendatang

Dampak pada Indonesia dan Negara Berkembang

Meski komentar Durov berskala global, dampaknya terasa hingga Indonesia. Kebijakan identitas digital dan verifikasi usia online bisa mengubah cara warga mengakses internet. Privasi dan kebebasan berekspresi berpotensi tergerus.

Di Asia Tenggara, aplikasi pesan terenkripsi seperti Telegram menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menjaga privasi. Namun, menyeimbangkan keamanan, pencegahan penyalahgunaan, dan kebebasan digital tetap menantang.

Langkah Nyata untuk Pengguna

Durov menekankan perlunya tindakan segera. Pengguna bisa melakukan beberapa langkah praktis:

  • Pilih platform yang menghormati privasi: Gunakan layanan dengan enkripsi end-to-end dan kontrol data penuh.
  • Kenali regulasi lokal: Pelajari aturan tentang identitas digital, verifikasi usia, atau regulasi internet nasional.
  • Suara publik sangat penting: Terlibatlah dalam diskusi agar kebijakan digital tidak dibuat sepihak.
  • Teknologi sebagai alat, bukan gudang data: Pilih layanan yang memberi kontrol kepada pengguna.
  • Edukasi digital: Generasi muda harus memahami risiko pengawasan, pentingnya enkripsi, dan cara hak digital bisa terkikis perlahan.

Peringatan Terakhir Durov

Durov menegaskan bahwa waktu semakin sempit untuk mempertahankan internet bebas. “Kami kehabisan waktu … kami kehabisan waktu,” tulisnya.

Masyarakat kini dihadapkan pada pilihan penting: apakah internet akan tetap terbuka dan bebas, atau menjadi ruang ketat yang diawasi?.(*)

Berita Terkait

Transaksi Rp28 di Livin’ by Mandiri Bisa Dapat Paket Makanan, Ini Cara dan Jadwal Program Berbagi Jelang HUT ke-28
Daftar HP Terbaru: Pixel 11, OPPO A7 Pro Max hingga POCO M8 Power 5G, Cek Harga dan Spesifikasinya
SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta
Berapa Followers untuk Menghasilkan Uang dari TikTok September 2026? Ini Syarat Monetisasi dan Cara Mendapatkan Penghasilan
Terbaru!, Cara Menghasilkan Uang dari FB Pro Lewat Reels: Syarat Monetisasi, Views, RPM, dan Strategi Agar Penghasilan Naik
Tren TikTok Terbaru Agustus 2026: 7 Format Video Viral yang Bikin FYP Makin Ramai
Aturan FB Pro 2026 Terbaru: Monetisasi Makin Ketat, Konten Original Jadi Kunci
BNI wondrX 2026 Hadirkan Zona Travel, Tiket Pesawat Murah hingga Visa dalam Satu Tempat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Daftar HP Terbaru: Pixel 11, OPPO A7 Pro Max hingga POCO M8 Power 5G, Cek Harga dan Spesifikasinya

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Berapa Followers untuk Menghasilkan Uang dari TikTok September 2026? Ini Syarat Monetisasi dan Cara Mendapatkan Penghasilan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Terbaru!, Cara Menghasilkan Uang dari FB Pro Lewat Reels: Syarat Monetisasi, Views, RPM, dan Strategi Agar Penghasilan Naik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Tren TikTok Terbaru Agustus 2026: 7 Format Video Viral yang Bikin FYP Makin Ramai

Berita Terbaru