Giliran Warga Batang Hari Kesulitan Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gas LPG 3 Kg Sulit Didapat

Ilustrasi Gas LPG 3 Kg Sulit Didapat

BATANGHARI,JS– Sejak awal tahun 2026, warga Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, terus mengalami kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram. Hingga akhir Januari, kondisi tersebut masih berlangsung tanpa tanda perbaikan.

Stok Gas Cepat Habis di Pangkalan

Baca Juga :  Wacana Jatah Gas LPG 3 Kg Dipatok 10 Buah Per Kk

Pada Kamis (29/1/2026), sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait ketersediaan dan harga gas elpiji subsidi 3 kilogram. Di beberapa pangkalan, gas habis dalam waktu singkat setelah pasokan tiba.

Kondisi tersebut memaksa warga mendatangi lebih dari satu pangkalan untuk mencari gas. Sebagian warga bahkan membeli gas di tingkat pengecer meski harus membayar dengan harga lebih mahal.

Pedagang UMKM Merasakan Dampak Langsung

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram juga memukul pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Toni (48), pedagang UMKM sekaligus ibu rumah tangga, mengaku kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan usaha dan rumah tangganya.

Yuni menyebut kelangkaan mulai ia rasakan sejak awal tahun 2026 dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Sekarang gas 3 kilo susah dicari. Kalau ada, stok cepat habis. Kondisi ini mulai terasa sejak awal tahun 2026,” ujarnya

Harga Gas Naik di Tingkat Pengecer

Baca Juga :  HET Ditetapkan, Harga LPG 3 kg di Sarolangun Masih Mahal

Selain sulit memperoleh gas, warga juga menghadapi kenaikan harga di tingkat pengecer. Sejumlah warung menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Kondisi tersebut memaksa warga tetap membeli gas karena kebutuhan memasak tidak dapat ditunda.

“Di warung harganya bisa sampai Rp30 ribu bahkan lebih. Mau tidak mau, usaha harus tetap jalan dan kebutuhan rumah harus terpenuhi,” kata Yuni.

Warga Desak Pengawasan Distribusi

Melihat kondisi tersebut, warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan distribusi gas elpiji subsidi. Warga menilai pengawasan ketat dapat memastikan gas 3 kilogram benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Selain itu, warga juga meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan dan lonjakan harga tidak terus berulang.

Pemerintah Belum Sampaikan Penjelasan

Hingga berita ini terbit, instansi terkait belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Batang Hari. Pemerintah daerah juga belum mengumumkan langkah konkret untuk menormalkan pasokan gas subsidi tersebut.(AN)

Berita Terkait

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungai Penuh Gencarkan Pangan Murah
Kabar Baik Calon Haji Kerinci: Kuota Bertambah dan Masa Tunggu Lebih Cepat
Wagub Abdullah Sani Tekankan Peran Konselor Adaptif di BK Festival UNJA
2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025
Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya
Pemkot Sungai Penuh Gelar Konsultasi Penyusunan RDTR 2026
Ramadan Mendekat, Pemkab Tanjab Barat Jaga Stok dan Harga
Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:30 WIB

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungai Penuh Gencarkan Pangan Murah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Kabar Baik Calon Haji Kerinci: Kuota Bertambah dan Masa Tunggu Lebih Cepat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:00 WIB

Wagub Abdullah Sani Tekankan Peran Konselor Adaptif di BK Festival UNJA

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:30 WIB

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya

Berita Terbaru