JAKARTA, JS — Grup Sampoerna resmi menutup jejaknya di pasar modal Indonesia. Mereka menjual seluruh saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada AGPA Pte. Ltd., anak usaha Posco International Corporation. Transaksi ini tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/11/2025).
SGRO, yang didirikan pada 7 Juni 1993 dengan nama PT Selapan Jaya, berganti nama menjadi Sampoerna Agro pada 2007. Perusahaan ini fokus pada bisnis perkebunan terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. SGRO mencatatkan sahamnya di BEI pada 18 Juni 2007 untuk memperluas jangkauan bisnisnya.
Dengan penjualan ini, Grup Sampoerna mengakhiri peranannya di pasar modal Indonesia setelah memberikan kontribusi signifikan selama bertahun-tahun.
Langkah Strategis Grup Sampoerna
Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, menyatakan penjualan SGRO adalah langkah strategis untuk memfokuskan sumber daya pada lini bisnis lainnya. Ia menyebut Posco International sebagai mitra yang tepat untuk membawa SGRO ke fase pertumbuhan yang baru. “Kami yakin pemilik baru akan membawa SGRO ke prospek yang lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, Grup Sampoerna tetap berkomitmen berkontribusi pada ekonomi Indonesia melalui berbagai entitas, seperti Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, Sampoerna Land, dan Putera Sampoerna Foundation.
Posco International Terus Ekspansi di Indonesia
Posco International, yang memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, terlibat dalam berbagai proyek besar, seperti Krakatau Posco dan kerja sama energi dengan Pertamina Hulu Energi. Perusahaan ini juga memasuki industri kelapa sawit pada 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo di Papua Selatan. Saat ini, Posco mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak sawit dengan kapasitas total 210.000 ton per tahun.(AN)









