Harga Emas Naik, Ekonom AS Warning Potensi Krisis Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas terus naik, ekonom AS sebut Dolar berada di ambang kehancuran

Harga emas terus naik, ekonom AS sebut Dolar berada di ambang kehancuran

BISNIS,JS– Ekonom asal Amerika Serikat, Peter Schiff, memperingatkan potensi krisis ekonomi yang lebih besar dalam waktu dekat. Ia menilai kenaikan harga emas bukan sekadar alat lindung nilai, melainkan sinyal meningkatnya inflasi dan melemahnya kepercayaan dunia terhadap dolar AS.

Emas dan Perak Jadi Alarm Krisis

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Bergerak Beragam, Berikut Rinciannya

Schiff, yang berhasil memprediksi krisis keuangan 2008, menegaskan bahwa tren kenaikan emas dan perak bisa menjadi tanda awal krisis yang lebih luas. Saat berbicara di program The Claman Countdown Fox Business pada Selasa (27/1/2026), ia memprediksi krisis bisa terjadi akhir tahun ini atau tahun depan.

“Emas dan perak memberi peringatan akan krisis yang lebih besar. Kita menuju krisis dolar AS dan utang negara,” kata Schiff.

Bank Sentral Dunia Alihkan Dukungan ke Emas

Ia menjelaskan, banyak bank sentral dunia mulai menjual dolar AS dan surat utang pemerintah, kemudian membeli emas untuk menjaga stabilitas mata uang mereka.

“Bank-bank sentral membeli emas untuk mendukung mata uang masing-masing. Mereka melepas dolar dan obligasi AS,” tegas Schiff. “Krisis ini bisa membuat krisis 2008 terlihat ringan.”

Data terbaru mendukung pandangan Schiff. Indeks Dolar AS turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, pembelian emas oleh bank-bank sentral global meningkat tajam, melampaui 1.000 ton per tahun sejak 2022—lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Pandangan Berbeda dari Analis Lain

Baca Juga :  MSCI Tunda Perubahan Saham Indonesia, IHSG Jeblok 8%

Meski demikian, beberapa analis menilai prediksi Schiff terlalu ekstrem. Carrie Sheffield, analis kebijakan senior dari Independent Women’s Forum, menyebut data ekonomi AS relatif stabil.

Ia menyoroti inflasi yang lebih terkendali pada masa pemerintahan Donald Trump dibandingkan era Joe Biden. “Pada masa jabatan kedua Trump, inflasi rata-rata 2,7 persen, sedangkan di era Biden mencapai 5 persen,” kata Sheffield. Ia juga mencatat pertumbuhan PDB AS sepanjang 2025 cukup solid.

Selain itu, host Liz Claman menekankan indikator ekonomi menunjukkan kinerja kuat. Pendapatan masyarakat stabil, sementara produktivitas terus meningkat.

Schiff: Angka Ekonomi Belum Mencerminkan Kondisi Riil

Schiff tetap meyakini angka resmi tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Ia menilai inflasi akan menimbulkan dampak lebih besar dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, emas dan perak menyampaikan pesan tersebut.

“Inflasi akan jauh lebih merusak. Emas dan perak memberi peringatan,” ujar Schiff.

Ia menambahkan struktur ekonomi AS terlalu bergantung pada konsumsi, kredit, dan status dolar sebagai mata uang cadangan global. “Kita mengandalkan dunia untuk barang yang tidak kita produksi dan dana yang tidak kita tabung. Dukungan itu mulai menipis. Dolar akan runtuh dan digantikan oleh emas,” jelasnya.

Krisis Berpusat di AS, Dunia Bisa Untung

Schiff menegaskan krisis mendatang akan berbeda dari sebelumnya karena berpusat di Amerika Serikat. “Ini adalah krisis keuangan Amerika. Dunia justru akan mendapatkan keuntungan,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing
Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara
BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik
Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000
DPR Sorot Kesiapan Industri Bayar THR, Usulkan Revisi Aturan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:30 WIB

Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:00 WIB

Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara

Berita Terbaru

Pos Indonesia Fokus pada Transformasi Digital

Teknologi

Teknologi AI Masuk Logistik: Ini Strategi Pos dan Indosat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.(Sumber/Google)

Nasional

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:30 WIB