SAROLANGUN,JS- Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) mengambil langkah cepat menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga gas LPG subsidi 3 kilogram. Pemerintah daerah mengundang Pertamina, agen, serta seluruh pangkalan LPG subsidi se-Kabupaten Sarolangun untuk duduk bersama dan mencari solusi konkret.
Pertemuan perdana berlangsung pada Rabu (18/2/2026) di Aula Kantor Dinas Kopurindag Sarolangun. Agenda ini menjadi awal dari rangkaian pertemuan yang digelar secara bergiliran bersama lima agen distributor.
Lima Agen Hadir Bergiliran
Dinas Kopurindag menjadwalkan pemanggilan terhadap lima agen LPG subsidi 3 kg, yakni PT Ondos Bayak Jambi, PT Puri Lampar Jaya, PT Pratyaksa Putra Pratama, PT Defa Gemilang Pratama, dan PT Petro Samudera Putra.
Pada pertemuan pertama, jajaran pemerintah daerah berdialog langsung dengan manajemen PT Defa Gemilang Pratama serta puluhan pangkalan yang berada di bawah naungannya. Forum ini membahas distribusi, stok, serta kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET).
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Asisten II Setda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Plt Kepala Dinas Kopurindag H Juddin, S.Ag, Direktur SDM Pertamina Niaga Jambi Adrian, Kabag Ekonomi dan SDA Davidman Setiawan, ST, M.Si, Sekretaris Diskopurindag Imron, S.STP, serta perwakilan agen Aulia Rahman.
Tekankan Stabilitas Harga dan Distribusi
Plt Kadis Kopurindag H Juddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola distribusi. Menurutnya, dinas ingin memastikan LPG subsidi 3 kg benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dengan harga sesuai ketentuan.
“Kami ingin menyamakan persepsi dan komitmen seluruh pangkalan. Tanpa dukungan agen dan pangkalan, kami tidak bisa menstabilkan harga. Karena itu, kita harus bergerak bersama agar gas LPG subsidi 3 kilogram kembali normal di pasaran,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh pangkalan agar menjual sesuai HET. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan meningkatkan pengawasan jika menemukan pelanggaran.
Operasi Pasar di 10 Kecamatan
Sementara itu, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyebut kelangkaan dan lonjakan harga LPG subsidi telah menjadi perhatian serius masyarakat. Kondisi tersebut, katanya, tidak boleh berlarut-larut.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah bersama Pertamina telah menggelar operasi pasar di 10 kecamatan. Setiap kecamatan menerima 560 tabung LPG subsidi 3 kg untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina dan para agen yang telah mendukung operasi pasar ini. Langkah ini membantu menekan harga dan mengurangi kepanikan masyarakat,” kata Gerry.
Siapkan Penataan Ulang Sistem Pengawasan
Lebih lanjut, Gerry menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada operasi pasar. Pemkab juga akan menata ulang sistem distribusi agar pengawasan berjalan lebih efektif.
“Kita akan evaluasi pola distribusi dan memperkuat pengawasan di lapangan. Kami ingin memastikan persoalan kelangkaan dan harga tinggi tidak kembali terjadi,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Sarolangun berharap distribusi LPG subsidi 3 kilogram berjalan lancar, harga tetap stabil di angka Rp18 ribu per tabung, serta masyarakat dapat memperoleh gas dengan mudah dan terjangkau.(*)









