Melintas Siang Hari, Truk Batu Bara Diputar Balik Polisi di Tembesi

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi operasi truk batu bara di jambi.

Ilustrasi operasi truk batu bara di jambi.

JAMBI,JS- Masyarakat kembali menghentikan sejumlah truk angkutan batu bara yang melintas di Jalan Tembesi–Sarolangun, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Provinsi Jambi. Warga menilai aktivitas angkutan tersebut belum memenuhi ketentuan operasional yang berlaku.

Penghentian ini muncul sebagai bentuk protes atas keresahan warga terhadap truk batu bara yang dinilai mengabaikan aturan lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan lain.

Pertama, warga menyoroti kondisi kendaraan yang diduga mengalami Over Dimensi dan Over Loading (ODOL). Beberapa truk tronton terlihat membawa muatan berlebih dan menggunakan dimensi kendaraan yang tidak sesuai standar.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Birokrasi Dipercepat, Pemkab Muaro Jambi Lantik 12 Administrator

Truk Melintas Siang Hari, Kemacetan Tak Terhindarkan

Selain persoalan ODOL, warga juga mempersoalkan waktu operasional truk batu bara. Kendaraan angkutan tersebut tetap melintas pada siang hari, meski aturan membatasi jam operasionalnya.

Akibatnya, antrean kendaraan lain mengular panjang. Kemacetan pun tak terhindarkan dan memperbesar potensi kecelakaan, terutama di jalur padat aktivitas masyarakat.

Isu Pengawalan Picu Kecemburuan Sosial

Di tengah situasi tersebut, muncul isu dugaan adanya oknum yang menerima uang dan melakukan pengawalan terhadap truk batu bara tertentu. Isu ini memicu kecemburuan sosial dan kemarahan warga.

Masyarakat menilai penegakan aturan berjalan tidak adil.

Baca Juga :  Tak Ada Dispensasi, Truk Batu Bara Jambi Dilarang Lewat Sumsel

Polisi Ambil Tindakan Tegas di Lokasi

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolsek Muara Tembesi, IPTU Sugeng, memastikan kepolisian bertindak tegas di lapangan.

Petugas langsung memutar balik truk tronton batu bara yang terbukti melanggar ketentuan. Polisi melakukan tindakan itu untuk mencegah potensi kecelakaan dan menjaga ketertiban lalu lintas.

“Penindakan ini bukan karena kami tidak peduli kepada sopir. Kami menegakkan hukum demi keselamatan masyarakat luas,” ujar IPTU Sugeng, Sabtu (21/2/2026).

Penegakan Berdasarkan Aturan yang Berlaku

Lebih lanjut, IPTU Sugeng menjelaskan bahwa polisi bekerja berdasarkan regulasi yang berlaku. Aturan tersebut mencakup Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor SE 1165/DISHUB-3.1/V/2022 tentang pengaturan lalu lintas angkutan batu bara, termasuk ketentuan jam operasional.

Selain itu, polisi juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya terkait larangan kendaraan ODOL.

Baca Juga :  Ekspor Batu Bara Indonesia Dibatasi, Ini Negara yang Terdampak

Melalui penegakan ini, aparat berupaya menjaga keselamatan pengguna jalan, mengurangi kemacetan, mencegah kerusakan infrastruktur, serta meredam potensi konflik sosial di masyarakat.

IPTU Sugeng menegaskan bahwa setiap tuduhan harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang sah.

Aparat penegak hukum, termasuk Polsek Muara Tembesi, membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor. Polisi berkomitmen menangani setiap laporan secara transparan dan profesional.

“Hukum ditegakkan bukan untuk menyusahkan, tetapi untuk menjaga keadilan dan keselamatan bersama,” tegasnya.(TIM)

Berita Terkait

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Bagi 1.521 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu

Berita Terbaru