BISNIS,JS– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk pada perdagangan awal pekan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG turun 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73 pada penutupan Senin (2/2/2026). Penurunan ini menjadi koreksi tajam sejak perdagangan dibuka pagi tadi.
Pelemahan Sejalan dengan Pasar Regional
Friderica Widyasari Dewi, pejabat sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK, menilai penurunan IHSG sejalan dengan tren melemahnya pasar saham regional, termasuk Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, dan China. Selain itu, pelemahan harga emas turut memengaruhi sentimen investor. Menurutnya, kondisi ini perlu dilihat dalam konteks global yang lebih luas.
Aliran Dana Asing Masih Menjadi Sentimen Positif
Meski IHSG turun tajam, Friderica menekankan adanya kabar positif dari investor asing. Setelah empat hari berturut-turut mencatat net sell, pada perdagangan hari ini investor asing melakukan net buy sebesar Rp 654,9 miliar. Hal ini menunjukkan investor global masih melihat peluang di pasar Indonesia.
Koreksi Saham dengan Harga Tinggi
Friderica menjelaskan, tekanan pada IHSG kali ini muncul karena saham-saham yang sebelumnya melonjak tinggi mengalami koreksi. Investor memanfaatkan momen ini untuk melakukan rebalancing portofolio.
“Menariknya, sejumlah saham dengan fundamental kuat tetap naik, meski kenaikannya terbatas. Ini menunjukkan investor tetap memilih emiten dengan kinerja dan prospek yang solid,” jelasnya.
OJK Pastikan Pasar Tetap Teratur
OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memantau perdagangan untuk memastikan pasar modal berjalan teratur, wajar, dan efisien. Friderica juga mengimbau investor agar tidak panik menghadapi volatilitas pasar.
“Investasi di pasar modal harus dilihat jangka panjang. Fokus pada fundamental dan prospek emiten. Tetap tenang, karena OJK dan SRO terus memastikan semuanya berjalan baik,” tutupnya.(*)









