BISNIS,JS– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 8% ke level 7.654 pada Kamis (29/1) pagi, memicu trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini terjadi pukul 09.26 WIB, dengan volume transaksi mencapai 13 miliar saham senilai Rp 10,86 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 33 naik, 658 turun, dan 20 tidak bergerak.
Rapat Koordinasi Pemerintah dan Otoritas Pasar Modal
Menanggapi penurunan tajam IHSG, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung mengundang sejumlah pejabat tinggi untuk rapat koordinasi. Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Airlangga menekankan bahwa kondisi pasar saat ini menjadi momentum reformasi regulasi pasar modal. Ia juga menyebut pemerintah menyesuaikan langkah dengan praktik terbaik internasional dan kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Kami memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki regulasi pasar modal. Kami mengikuti best practice yang sudah ada, termasuk diskusi sebelumnya dengan MSCI,” ujar Airlangga.
Peristiwa ini menjadi trading halt kedua sepanjang 2026, setelah BEI menghentikan sementara perdagangan pada Rabu (28/1) pukul 13.43 WIB. Trading halt memberi waktu bagi investor untuk menilai kondisi pasar sebelum melanjutkan transaksi.
Perubahan Aturan Auto Rejection Bawah
Selain itu, BEI sudah memperbarui aturan terkait mekanisme auto rejection bawah (ARB) melalui Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 dan Kep-00002/BEI/04-2025 yang diterbitkan 8 April 2025.
Dengan langkah ini, pemerintah dan otoritas pasar menegaskan komitmen mereka untuk memantau pergerakan IHSG secara ketat dan memastikan pasar modal Indonesia tetap stabil di tengah volatilitas tinggi.(*)









