IHSG Berpeluang Rebound ke 8.400, Investor Wait and See

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pergerakan Pasar Saham

Ilustrasi Pergerakan Pasar Saham

JAKARTA,JS– Tekanan kembali melanda pasar saham Indonesia pada perdagangan Kamis (29/1). Pada awal sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 10 persen dan menyentuh level terendah di 7.481. Kondisi tersebut mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt.

IHSG Tertekan Dua Hari Berturut-turut

Baca Juga :  IHSG Anjlok 8%, Pemerintah Siap Reformasi Pasar Modal

Tekanan pasar tidak hanya muncul hari ini. Pada Rabu (28/1), IHSG juga jatuh lebih dari 8 persen hingga ke kisaran 7.600-an. Situasi itu kembali mendorong BEI menghentikan sementara perdagangan demi menjaga stabilitas pasar.

Aksi jual yang masif membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan. Sentimen global turut memperberat tekanan terhadap pergerakan indeks.

Analisis Teknikal Buka Peluang Rebound

Meski pasar masih bergejolak, peluang pembalikan arah mulai terlihat. Analisis teknikal Bloomberg menunjukkan pergerakan IHSG mendekati area support penting.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi bangkit dari area support di kisaran 7.770,” tulis Bloomberg.

Target Penguatan Mengarah ke 8.000–8.400

Baca Juga :  Percepat Reformasi Pasar Modal, OJK Berkantor di BEI

Jika IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, indeks berpeluang mencatatkan rebound. Level psikologis 8.000 menjadi target terdekat sekaligus resistance awal.

Selanjutnya, momentum positif berpotensi mendorong IHSG bergerak menuju area 8.400. Namun, pelaku pasar perlu mencermati resistance kuat berikutnya di sekitar level 8.680.

Support 7.700 Jadi Area Krusial

Dari sisi bawah, pelaku pasar perlu menjaga level 7.700 sebagai support terdekat. Jika tekanan kembali meningkat, pasar mengarah ke support berikutnya di kisaran 7.200.

Dalam skenario terburuk, tekanan lanjutan dapat membawa IHSG turun ke area 7.000 hingga 6.700. Meski demikian, semakin dalam koreksi terjadi, peluang technical rebound justru semakin besar.

Sentimen MSCI Tekan Pergerakan IHSG

Selain faktor teknikal, sentimen global turut menekan pasar. Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeks global menekan minat investor.

Situasi tersebut mendorong investor, terutama investor asing, mengambil sikap lebih berhati-hati.

Investor Pilih Strategi Wait and See

Menanggapi kondisi pasar, Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai sentimen jangka pendek masih bergerak netral hingga negatif. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan posisi Indonesia yang masih berada dalam masa evaluasi hingga Mei mendatang.

Ia menyarankan investor menerapkan strategi wait and see sambil menunggu kepastian arah pasar.

Ketidakpastian Buka Peluang Akumulasi

Meski pasar menghadapi tekanan, Mirpuri menilai periode ketidakpastian sering menghadirkan peluang bagi investor jangka panjang. Pasar kerap bergerak lebih dulu sebelum situasi benar-benar membaik.

Karena itu, investor mulai dapat mencermati saham-saham berfundamental kuat dan melakukan akumulasi secara bertahap.

IHSG Tutup Melemah Terbatas

Pada akhir perdagangan Kamis (29/1), IHSG menutup sesi di level 8.232 atau melemah sekitar 1 persen dari pembukaan.

Sementara itu, aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar 973 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp66,7 triliun.(*)

Berita Terkait

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN
Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!
Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara
BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik
Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:30 WIB

Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:30 WIB

Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Berita Terbaru

Ilustrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.(Sumber/Google)

Nasional

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:30 WIB

Tampilan Nokia N8 Revival

Teknologi

Nokia N8 Revival: Ponsel Legendaris Kembali dengan Wajah Modern

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:00 WIB