Ilusi Gaya Generasi Muda: Tampak Kaya, Faktanya Lebih Miskin

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aya hidup galmor yang ditampilkan generasi muda sekarang, tapi kondisi keuangan lebih miskin dari orang tuanya

Ilustrasi aya hidup galmor yang ditampilkan generasi muda sekarang, tapi kondisi keuangan lebih miskin dari orang tuanya

LIFESTYLE,JS– Punya iPhone terbaru, nongkrong rutin di kafe, liburan ke luar negeri, dan feed Instagram estetik membuat generasi muda terlihat hidup mapan. Namun, gaya hidup ini tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan mereka.

Gaya Hidup yang Menipu Mata

Baca Juga :  Cegah Hipertensi 'Pembunuh Senyap' dengan Gaya Hidup Sehat

Banyak anak muda menghabiskan uang untuk pengalaman yang instan. Mereka nongkrong di Starbucks tiga kali seminggu, berlibur ke Bali, dan memamerkan semua itu di media sosial.

Padahal, di balik feed Instagram yang estetik dan hidup minimalis, sebagian besar belum punya rumah, tabungan yang cukup, atau rencana pensiun. Generasi muda sering merasa hidup lebih enak, padahal mereka sebenarnya lebih rentan secara finansial.

Data Bicara: Konsumsi Naik, Aset Turun

Baca Juga :  DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Ini Jenis yang Bisa Dirampas

Data menunjukkan tren mengejutkan. Kepemilikan rumah Milenial usia 30-an hanya 33%, lebih rendah dibanding generasi Baby Boomer yang mencapai 40% pada usia sama. Hanya 3% investor di bawah 30 tahun. Sementara itu, mayoritas anak muda memiliki tabungan kurang dari tiga bulan pengeluaran.

Di sisi lain, pengeluaran konsumtif terus naik. Generasi muda urban menghabiskan 500 ribu–1 juta rupiah per bulan untuk kopi. Belanja online meningkat 40% dalam tiga tahun terakhir, terutama di usia 18–35 tahun.

Dengan kata lain, mereka lebih kaya dalam hal pengalaman, tapi lebih miskin dalam hal aset dan keamanan finansial.

Sistem Ekonomi yang Membentuk Kebiasaan Konsumtif

Baca Juga :  Stroke Bisa Dicegah, Hindari Kebiasaan Ini

Faktor lain berasal dari sistem ekonomi modern. Paylater, diskon yang terus-menerus, langganan beragam layanan, dan influencer marketing mendorong anak muda untuk mengutamakan konsumsi. Semua dikemas sebagai bentuk self-love atau reward karena bekerja keras.

Akibatnya, generasi muda sering mengutamakan pengalaman instan dibanding investasi jangka panjang. Mereka menunda membeli rumah, menabung, atau merencanakan pensiun.

Realita dan Solusi

Meski terlihat suram, situasi ini tidak sepenuhnya salah mereka. Mereka hidup dalam tekanan ekonomi: upah stagnan, inflasi tinggi, harga rumah melambung, dan ketidakpastian pekerjaan. Ditambah, tekanan sosial media membuat gaya hidup orang lain selalu terlihat sempurna.

Namun, generasi muda tetap punya pilihan. Mereka bisa menerima realita: hidup terlihat kaya tapi aset kurang, lalu menata ulang prioritas. Fokus pada membangun aset, menabung, dan investasi jangka panjang dapat meningkatkan keamanan finansial mereka di masa depan.(AN)

Berita Terkait

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? 10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Kaya Tinggal Mimpi
Saldo DANA Melimpah dari Dana Kaget, Klaim Sekarang!
Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat
3 Game Penghasil Saldo DANA dan Cara Klaimnya dengan Mudah
Sekolah Tidak Cukup, Begini Cara Jadi Cerdas Finansial
Pemerintah Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3
Rahasia Dana Kaget: Dapat Saldo DANA Tanpa Top Up!
Bongkar Rahasia Link Saldo DANA, Bisa Jadi Bonus Tanpa Ribet!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:00 WIB

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? 10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Kaya Tinggal Mimpi

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:30 WIB

Saldo DANA Melimpah dari Dana Kaget, Klaim Sekarang!

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:00 WIB

Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:30 WIB

3 Game Penghasil Saldo DANA dan Cara Klaimnya dengan Mudah

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:00 WIB

Sekolah Tidak Cukup, Begini Cara Jadi Cerdas Finansial

Berita Terbaru

Pos Indonesia Fokus pada Transformasi Digital

Teknologi

Teknologi AI Masuk Logistik: Ini Strategi Pos dan Indosat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.(Sumber/Google)

Nasional

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:30 WIB