Industri Mobil Lesu, BUMN Ini Justru Impor 105 Ribu Pikap dari India

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan mobil pickup yang dimpor Indonesia dari India

Tampilan mobil pickup yang dimpor Indonesia dari India

BISNIS,JS- Di saat industri otomotif nasional belum sepenuhnya pulih, langkah PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga dari India langsung menyita perhatian pelaku pasar. Volume impor itu hampir setara dengan total penjualan pikap domestik sepanjang tahun lalu yang tercatat sekitar 107 ribu unit.

Kebijakan tersebut muncul ketika penjualan mobil nasional masih melemah. Namun, pemerintah menyiapkan kendaraan itu untuk menopang distribusi pangan dan menggerakkan ekonomi desa melalui koperasi.

Impor Pikap Nyaris Samai Penjualan Nasional

Pertama, dari total impor tersebut, 35.000 unit Scorpio Pick Up datang dari Mahindra & Mahindra. CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut kontrak dengan Indonesia sebagai tonggak penting bagi perusahaannya.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Tegaskan Beras Impor Ilegal Harus Ditindak

Ia menegaskan bahwa pesanan dari Agrinas Pangan Nusantara mencatatkan rekor ekspor terbesar Mahindra ke satu negara. Bahkan, volume itu melampaui total ekspor Mahindra sepanjang tahun fiskal 2025. Melalui kerja sama ini, Mahindra menargetkan dukungan langsung bagi penguatan koperasi di Indonesia.

Tata Motors Pasok Mayoritas Kendaraan

Selanjutnya, 70.000 unit kendaraan lainnya berasal dari Tata Motors. Jumlah tersebut terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menilai pesanan besar ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kendaraan komersial asal India. Menurutnya, armada tersebut akan memperkuat logistik pertanian, memperlancar distribusi hasil bumi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah desa dan regional.

Baca Juga :  Cari Mobil Mudik Murah? Suzuki Ignis Bekas Kini Rp 90 Jutaan

Pemerintah menyiapkan kendaraan-kendaraan itu untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya dalam distribusi pangan dan penguatan rantai pasok desa.

Industri Otomotif Masih Mencari Momentum

Di sisi lain, industri otomotif nasional masih menghadapi tekanan. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari–Desember 2025 turun 7,2% secara tahunan menjadi 803.687 unit. Penjualan ritel juga melemah 6,3% menjadi 833.692 unit.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menilai pemulihan industri sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2026.

“Jika ekonomi tumbuh lebih tinggi, permintaan kendaraan akan ikut naik dan mendorong produksi,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan pada produksi dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), baik untuk kendaraan listrik maupun konvensional.

Ekonomi 2025 Melambat, Fokus Bergeser ke Desa

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai sekitar 5,12%, sedikit di bawah target 5,2%. Kondisi ini membuat pemulihan pasar otomotif berjalan lebih lambat dari harapan.

Namun demikian, pemerintah tetap mendorong program strategis untuk menggerakkan ekonomi akar rumput. Selain Kopdes Merah Putih, pemerintah juga mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pengungkit aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Freeport Sepakati Nasib Grasberg, Indonesia Dapat Saham

Bahkan, Badan Gizi Nasional menilai program MBG menciptakan efek berantai ke berbagai sektor, termasuk industri otomotif roda empat, terutama kendaraan niaga seperti pikap.

Dengan demikian, impor besar-besaran kendaraan niaga ini tidak sekadar menjadi anomali di tengah lesunya pasar, tetapi juga mencerminkan strategi pemerintah menjaga distribusi pangan sekaligus menghidupkan ekonomi desa—meski tetap memunculkan perdebatan soal keseimbangan antara impor dan penguatan industri otomotif nasional.(*)

Berita Terkait

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
Ban Mobil Listrik Lebih Keras dari Mobil Biasa, Ini Alasannya
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya
Harga Emas Hari Ini Melonjak, Cek Rinciannya!
Sering Lewat Turunan? Pengemudi Matik Wajib Tahu Trik Ini
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:00 WIB

Ban Mobil Listrik Lebih Keras dari Mobil Biasa, Ini Alasannya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:00 WIB

OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:30 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS

Berita Terbaru

Kode redeem kenshin Impact terbaru

Dunia Game

Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa, 10 Kode Redeem Genshin Impact

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:30 WIB

Kode redeem MLBB Hari ini

Dunia Game

Baru Rilis, Kode Redeem Mobile Legends Diburu Pemain

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:00 WIB

Ria Ricis

Selebritis

Rencana Umrah Gagal, Ria Ricis Singgung Soal Travel Bermasalah

Minggu, 22 Feb 2026 - 03:00 WIB

Kode Redeem Roblox hari ini

Dunia Game

Banyak Dicari Pemain, Kode Redeem Roblox Terbaru 22 Februari 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 02:00 WIB