SUNGAIPENUH,JS- Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh resmi menerapkan jadwal penggiliran pendistribusian air bersih kepada pelanggan di wilayah pelayanan Unit Sungai Penuh. Kebijakan tersebut berlaku sementara waktu setelah debit air baku mengalami penurunan sehingga produksi air bersih tidak dapat berjalan secara maksimal.
Manajemen Perumda Air Minum meminta seluruh pelanggan untuk memanfaatkan air secara bijak, menampung cadangan air sesuai kebutuhan, serta mengikuti jadwal distribusi yang telah ditetapkan. Langkah ini bertujuan menjaga pemerataan pasokan air bersih kepada seluruh pelanggan selama kondisi debit air belum kembali normal.
Selain itu, perusahaan memastikan petugas terus memantau kondisi sumber air setiap hari agar pelayanan dapat kembali normal secepat mungkin.
Penyebab Penggiliran Air Bersih
Berkurangnya debit air baku menjadi faktor utama yang mendorong Perumda Air Minum melakukan pengaturan distribusi air.
Ketika volume air di sumber utama menurun, kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) ikut berkurang. Akibatnya, perusahaan harus membagi aliran air ke beberapa wilayah secara bergantian agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan meskipun dengan durasi terbatas.
Kondisi seperti ini umum terjadi ketika curah hujan menurun atau terjadi perubahan cuaca ekstrem yang memengaruhi ketersediaan sumber air.
Jadwal Lengkap Penggiliran Distribusi Air Sungai Penuh
Pukul 06.00–14.00 WIB
Wilayah yang memperoleh distribusi air pada jam tersebut meliputi:
- Jalan Muradi
- Pasar Sungai Penuh sebagian
- Kelurahan Sungai Penuh
- Jalan Baru sebagian
- Dusun Baru
- Koto Keras
- Pondok Tinggi
- Lawang Agung sebagian
Pukul 14.00–16.00 WIB
Distribusi air kemudian dialihkan menuju:
- Jalan Baru
- Kelurahan Sungai Penuh
- Dusun Baru
- Koto Renah
Pukul 16.00–06.00 WIB
Pada malam hingga pagi hari, distribusi air mengalir ke wilayah berikut:
- Dusun Baru
- Koto Renah
- Koto Keras
- Koto Lolo
- Koto Bento
Jadwal Dapat Berubah Sewaktu-waktu
Perumda Air Minum Tirta Khayangan menegaskan bahwa jadwal tersebut bersifat dinamis.
Petugas lapangan akan menyesuaikan distribusi apabila terjadi perubahan kondisi debit air, gangguan teknis, maupun faktor cuaca. Oleh sebab itu, pelanggan diharapkan selalu mengikuti informasi resmi agar tidak ketinggalan pembaruan.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses penggiliran berlangsung.
Tips Menghadapi Penggiliran Air
Agar aktivitas rumah tangga tetap berjalan lancar, pelanggan dapat melakukan beberapa langkah berikut.
- Menampung air ketika aliran masih tersedia.
- Menggunakan air seperlunya.
- Memprioritaskan kebutuhan memasak dan sanitasi.
- Memastikan seluruh keran tertutup rapat agar tidak terjadi pemborosan.
- Memanfaatkan tempat penampungan air berkapasitas besar apabila diperlukan.
Kebiasaan sederhana tersebut mampu membantu keluarga tetap memiliki cadangan air hingga jadwal distribusi berikutnya.
Dampak Penggiliran Air terhadap Masyarakat
Penggiliran distribusi air tentu memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Sebagian pelanggan harus mengatur ulang waktu mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga memenuhi kebutuhan usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan air bersih.
Meski demikian, kebijakan ini dinilai lebih baik dibandingkan penghentian distribusi secara menyeluruh karena seluruh pelanggan tetap memperoleh kesempatan mendapatkan pasokan air.
Para pelaku usaha kuliner, rumah makan, laundry, hingga penginapan juga diimbau menyiapkan cadangan air agar pelayanan kepada konsumen tidak terganggu.
Perumda Terus Memantau Kondisi Debit Air
Manajemen Perumda Air Minum Tirta Khayangan menjelaskan bahwa petugas lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air setiap hari.
Apabila debit air meningkat, perusahaan akan segera menormalkan distribusi sehingga pelanggan kembali menerima pasokan selama 24 jam seperti biasanya.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga memeriksa jaringan distribusi agar kebocoran tidak memperburuk kondisi pasokan air bersih.
Komentar Pelanggan
Salah seorang pelanggan, Ardi, berharap kondisi ini segera membaik sehingga masyarakat kembali menikmati layanan air bersih tanpa penggiliran.
“Kami memahami kondisi debit air sedang berkurang. Namun, kami berharap distribusi air bisa segera normal karena kebutuhan air setiap hari cukup tinggi, terutama pada pagi dan malam hari. Semoga Perumda terus memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan,” ujar Ardi.
Komentar tersebut mewakili harapan banyak pelanggan agar pelayanan air minum kembali stabil setelah kondisi sumber air membaik.
Pentingnya Menghemat Air Bersih
Penghematan air tidak hanya membantu keluarga menghadapi masa penggiliran, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Masyarakat dapat mulai membiasakan penggunaan air secara efisien, memperbaiki kebocoran instalasi rumah, serta memanfaatkan air sesuai kebutuhan. Langkah tersebut akan membantu menjaga ketersediaan air bersih, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih lama.
Imbauan kepada Pelanggan
Perumda Air Minum Tirta Khayangan mengajak seluruh pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti jadwal distribusi yang telah ditetapkan.
Pelanggan juga dapat menghubungi layanan resmi Perumda apabila menemukan gangguan distribusi, kebocoran pipa, atau membutuhkan informasi terbaru mengenai perubahan jadwal.
Dengan kerja sama antara perusahaan dan masyarakat, proses distribusi air bersih diharapkan tetap berjalan optimal hingga kondisi debit air kembali normal.(TIM)










