JAMBI,JS– Gerakan Jambi Berpantun mencatatkan namanya dalam sejarah nasional usai meraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Masyarakat mengirimkan 104.005 pantun dari 20.375 peserta, menunjukkan antusiasme tinggi dalam melestarikan budaya Melayu.
Hesti Haris Gagas Rekor MURI
Inisiatif ini datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris atau Hesti Haris. Pada acara Malam Keagungan Melayu “Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi”, yang berlangsung di Taman Mini Melayu Jambi, Selasa (6/1/2026) malam, Hesti Haris menerima piagam Rekor MURI.
Tidak hanya itu, Hesti Haris juga menyerahkan draf buku kumpulan 104.005 pantun kepada Gubernur Jambi, Al Haris sebagai simbol warisan budaya hasil partisipasi masyarakat.
Gubernur Jambi Apresiasi Pantun sebagai Identitas Budaya
Selain memberikan penghargaan, Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa pantun memiliki nilai filosofis yang dalam dan menjadi identitas penting bagi masyarakat Melayu.
“Pantun tercatat dalam Rekor MURI, dan insyaAllah menjadi semangat bagi kita semua. Pantun adalah kiasan dalam bertutur kata, penuh makna dan nilai. Ini penting bagi negeri Melayu kita dan harus terus dibudayakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Al Haris berharap Gerakan Jambi Berpantun menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya daerah.
“Semoga ini menjadi contoh bagi anak-anak muda. Apa pun yang kita tekuni dengan sungguh-sungguh, insyaAllah akan membuahkan hasil dan memiliki nilai di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pantun sebagai Media Pendidikan dan Perekat Sosial
Menurut Hesnidar Haris, Gerakan Jambi Berpantun berupaya menjaga pantun tetap hidup di tengah masyarakat. Selain sebagai karya sastra lisan, pantun mendidik karakter, mempererat hubungan sosial, dan mencerminkan nilai-nilai budaya Melayu Jambi.
Pantun Melayu Jambi Mendapatkan Pengakuan Nasional dan Internasional
Sejalan dengan itu, pemerintah menetapkan Pantun Melayu Jambi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015. UNESCO kemudian mengakui pantun sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2020. Pengakuan ini menegaskan posisi pantun sebagai identitas budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Pemerintah Beri Penghargaan kepada Pelaku Seni dan Budaya
Selain penganugerahan MURI, Pemerintah Provinsi Jambi memberi penghargaan kepada pelaku seni, budaya, dan sejarawan. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan mengembangkan budaya Melayu Jambi.(AN)









