Juda Agung Mundur, DPR Siap Uji Calon Deputi Gubernur BI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Juda Agung

Foto ; Juda Agung

JAKARTA,JS– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Jumat pekan ini dan Senin mendatang. Langkah ini dilakukan setelah Juda Agung memutuskan mundur dari posisinya sebagai Deputi Gubernur BI.

Pengunduran Diri Juda Agung

Baca Juga :  ATR/BPN Buka Rekrutmen Tenaga Pendukung Non-ASN

Juda Agung sebenarnya masih memiliki masa jabatan hingga 2027. Namun, pekan lalu, ia menyampaikan pengunduran diri langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan, “Bapak Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, efektif sejak 13 Januari 2026.”

Hingga saat ini, BI belum menjelaskan alasan pengunduran diri Juda. Meski demikian, langkah ini memicu proses seleksi calon pengganti Deputi Gubernur BI.

Tiga Kandidat Pengganti

Baca Juga :  Viral di Tik Tok, Guru PAUD 'Selebrasi' Gaji Dibawah Rp500 ribu

Setelah pengumuman mundurnya Juda, pemerintah mengusulkan tiga nama untuk menggantikan posisi tersebut. Kandidat pertama adalah Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo sekaligus Wakil Menteri Keuangan saat ini.

Dua nama lain adalah Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, dan Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.

Sebelumnya, anggota Dewan Gubernur BI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyinggung kemungkinan pertukaran posisi antara Thomas dan Juda. “Kayaknya switch ya kelihatannya. Kayaknya begitu, switch kelihatannya,” ujarnya di Gedung DPR, Senin (19/1/2026).

Jejak Karier Juda Agung

Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Ia menempuh pendidikan Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di University of Birmingham, Inggris, meraih gelar Master di bidang Money, Banking, and Finance pada 1995, dan gelar PhD di bidang Economics pada 1999.

Dalam karier internasional, Juda pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2017–2019. Setelah itu, ia kembali ke Bank Indonesia dan menjadi Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan serta Kebijakan Makroprudensial pada 2020–2022.

Juda resmi menjabat Deputi Gubernur BI setelah Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden RI No. 147/P Tahun 2021 pada 24 Desember 2021. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan seharusnya hingga 2027.

Proses Fit and Proper Test

Dengan mundurnya Juda, DPR akan segera menguji tiga calon Deputi Gubernur BI. Fit and proper test ini menjadi langkah penting untuk menilai kelayakan dan kompetensi masing-masing kandidat sebelum mendapatkan persetujuan resmi.(TIM)

Berita Terkait

Resmi! 8 Kebijakan Baru Pemerintah 2026: WFH ASN, BBM Dibatasi, Potensi Hemat Rp130 Triliun
Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif
Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol
Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!
Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil
Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Resmi! 8 Kebijakan Baru Pemerintah 2026: WFH ASN, BBM Dibatasi, Potensi Hemat Rp130 Triliun

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!

Rabu, 1 April 2026 - 09:30 WIB

Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya

Berita Terbaru